Belajar, berbagi dan bercerita tentang apa saja

Showing posts with label Home. Show all posts
Showing posts with label Home. Show all posts

Wednesday, November 10, 2021

Tips Agar Semangat di Pagi Hari


Saat bangun pagi kadang ada perasaan malas menghampiri. Meski begitu, aktifitas harus tetap berjalan. Menjalani aktifitas saat perasaan malas melanda tentu membuat kita merasa sangat tidak nyaman. Oleh karena itu, kita harus melakukan sesuatu agar rasa malas itu pergi dan kita pun semangat menjalani hari.

Rasa malas adalah musuh terbesar dari diri sendiri. Tidak akan maju seseorang jika ia tak bisa mengatasi rasa malas yang menderanya. Tiada kesuksesan yang bisa diraih jika kita berteman dengan rasa malas. Semua aktifitas akan terbengkalai jika kita memperturutkan rasa malas.

Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa dicoba untuk menghilangkan rasa malas dan bisa semangat di pagi hari.

1. Bangun subuh

Jika kamu ingin bersemangat, cobalah untuk bangun subuh setiap hari meski itu adalah hari libur. Ketika bangun subuh, hirup udara segar di subuh hari. Rasakan suasana yang sangat nyaman ketika subuh dan pikirkan hal-hal positif niscaya rasa malas menjadi hilang dan diganti dengan rasa semangat.

2. Shalat subuh

Selanjutnya yang bisa dilakukan adalah melaksanakan shalat subuh bagi yang beragama Islam. Sebelum memulai segala aktifitas, laksanakanlah shalat subuh. Banyak sekali manfaat yang bisa kita dapatkan ketika melaksanakan shalat subuh. Setelah shalat, jangan lupa untuk berdzikir kemudian berdoa agar kita mendapat petunjuk untuk menjalani kehidupan hari ini.

3. Olah raga

Untuk memperbaiki mood di pagi hari, menghilangkan rasa malas dan membuat diri menjadi semangat cobalah untuk berolahraga beberapa menit. Berjalan-jalan di depan rumah atau lari-lari kecil membuat kita bisa mengeluarkan keringat. Jika sudah begitu badan akan semakin fit dan tentu saja kita akan menjadi lebih bersemangat.

4. Sarapan

Sarapan di pagi hari terbukti memiliki khasiat yang banyak. Sarapan sangat berperan penting dalam penyimpanan gizi dalam tubuh dan otak. Selain itu, sarapan juga dapat memberikan energi kepada tubuh sehingga tubuh lebih siap menjalani hari dengan lebih semangat.

5. Menjalankan to do list

Hal terakhir yang bisa dilakukan adalah menjalankan to do list yang telah dibuat. To do list sangat berguna untuk mengorganisir aktifitas kita seharian. Dengan adanya to do list, kita tidak bingung lagi aktifitas apa yang akan dilakukan. Kita juga tidak perlu khawatir akan ada agenda yang terlewatkan. Kunci untuk menjalankan konsisten adalah memaksa diri untuk menjalankan semua yang sudah kita masukkan ke dalam list.

Itulah tadi beberapa tips yang patut dicoba untuk bisa tetap semangat memulai aktifitas di pagi hari. Semoga bermanfaat.


Share:

Saturday, November 6, 2021

Semua Ibu Berduka untuk Gala



Saat ini semua ibu sedang menangis bersama Gala. Semua ibu berduka untuk Gala. Betapa tidak, seorang Gala di usianya yang masih sangat kecil, dia sudah harus kehilangan kedua orang tuanya secara bersamaan. Dia masih sangat kecil untuk kehilangan kedua bahu tempatnya bersandar. Dia dipaksa kehilangan tangan lembut yang setiap hari menyentuhnya. Kini semua itu sudah tidak ada.

Semua ibu memiliki satu ketakutan. Ibu bukannya takut mati, dia hanya takut meninggalkan anaknya yang masih kecil sendirian di dunia. Ibu takut tidak ada yang akan menyayangi anaknya seperti ia menyayanginya. Ibu takut si kecil tak ada yang mengurus. Itulah ketakutan terbesar seorang ibu.

Setiap ibu punya satu harapan. Ibu berharap jika waktunya telah tiba, saat itu anaknya sudah besar. Ibu berharap anaknya sudah dewasa ketika ajalnya telah tiba. Permintaan itu selalu disebut setiap ibu dalam doanya.

Namun, kita semua hanya mampu berdoa. Ajal sudah ditentukan. Entah siap atau tidak. Entah anak kita masih kecil atau sudah dewasa. 

Doa tulusku untuk Gala, semoga kamu dipertemukan dengan orang-orang baik yang tulus sayang sama kamu. Semoga kamu tumbuh menjadi pribadi kuat yang akan menjadi kebanggaan orang tuamu. Semoga kamu menjadi anak sholeh yang akan mendoakan keselamatan ke dua orang tuamu di alam kuburnya. Kami semua berharap yang terbaik untukmu. 

Share:

Friday, November 5, 2021

Tiba-tiba Merasa Hampa dan Kosong, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Pernahkan dalam menjalani hidup ini, tiba-tiba anda merasa kosong. Perasaan anda hampa. Tiba-tiba ingin menangis padahal tidak tejadi apa-apa. Saat perasaan hampa melanda, badan menjadi lemas. kita tidak memiliki semangat dalam menjalani aktifitas sehari-hari.

Perasaan hampa dan kosong yang tiba-tiba menyerang tentu saja memiliki penyebab. Apakah penyebabnya dan bagaiamana cara mengatasinya? Simak uraian berikut ini.

Penyebab Rasa Hampa

Ada beberapa hal yang menyebabkan rasa hampa. Seperti misalnya perpisahan dengan orang yang disayang, pengalaman traumatis di masa lalu, tekanan dalam waktu yang lama, konsumsi minuman beralkohol, atau bahkan karena anda mencapai puncak kehidupan anda sehingga motivasi anda menghilang, akhirnya hati anda menjadi hampa.

Ada juga penyebab rasa hampa yang jarang disadari oleh manusia yakni ketika kondisi kita sedang berada jauh dari Tuhan. Kita memang tetap melaksanakan ibadah, namun hati kita tidak hadir ketika sedang beribadah. Oleh karena itu, hati kita menjadi kosong dan hampa.

Rasa hampa dan kosong bisa menjadi hal yang biasa namun jika dibiarkan akan membuat penderitanya menjadi depresi. Oleh karena itu lakukan beberapa hal berikut ini agar kamu bisa menepis rasa hampa dan bisa kembali menghadirkan semangat dalam menjalani hidup.

Cara Mengatasi Rasa Hampa

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menghilangkan rasa hampa.

1. Beribadah dengan sepenuh hati

Hadirkan hati ketika beribadah. Ibadah adalah salah satu cara kita berkomunikasi dengan Tuhan. Menghadirkan hati ketika beribadah akan membuat kita memahami pesan Tuhan yang dimasukkan ke dalam hati kita. Ketika hati kita sudah dipenuhi dengan cahaya dari Tuhan, maka semangat akan hadir disana. Dengan sendirinya , rasa hampa akan menghilang.

2. Medengarkan Konten Motivasi

Salah satu cara yang bisa kita lakukan adalah dengan mendengarkan konten motivasi. Mungkin sejenak kita kehilangan arah di dalam hati kita, namun setelah mendengarkan konten motivasi, kita akan menemukan kembali semangat yang hilang di dalam hati kita.

3. Mencari teman curhat

Ada kalanya kita memerlukan seorang teman untuk berbagi cerita. Tapi sebelum bercerita kepada seseorang tentang apa yang kita alami, pastikan bahwa teman yang kita miliki adalah seseorang yang dapat dipercaya. Tentu hal yang tidak menyenangkan, jika kita bercerita kepada seseorang lalu orang itu menceritakannya lagi kepada orang lain.

4. Mendatangi Psikolog

Jika tidak memiliki sesorang yang kamu percaya, maka hal terakhir yang bisa kamu lakukan adalah mendatangi psikolog. Berbicara dengan psikolog akan membuatmu mendapatkan solusi-solusi baru untuk mengatasi rasa hampa di dalam hatimu.

Itulah tadi penyebab dan cara mengatasi perasaan hampa yang tiba-tiba datang menghampiri. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk membantu mengatasi rasa hampa kamu.

Share:

Thursday, November 4, 2021

5 Manfaat Bangun Subuh

Bangun subuh memiliki manfaat yang luar biasa untuk kehidupan. Baik itu untuk anak-anak maupun orang dewasa. Selain karena pada saat itu kondisi tubuh sedang dalam keadaan yang baik setelah tidur malam, cuaca di saat subuh juga bisa membawa aura positif yang membuat mood kita jadi baik.

sebagian orang mungkin agak sulit untuk bangun subuh. Begitu pun dengan anak-anak. Namun kebiasaan itu akan bisa dirubah jika kamu mengetahui manfaat bangun seperti berikut ini.

1. Membuka Pintu Rezeki

Manfaat yang pertama dari bangun subuh adalah membuka pintu rezeki. Rasulullah SAW. pernah bersabda kepada putrinya Fatimah ra. Beliau berkata "Wahai anakku, bangunlah. Saksikan rezeki Tuhan-mu dan janganlah kamu termasuk orang yang lalai, karena Allah memberi rezeki kepada hambaNya antara terbit fajar dengan terbit matahari." (HR Ahmad dan Al-Baihaqi)

2. Melatih kedisplinan

Jika kamu ingin disiplin dalam hidup, cobalah memulainya dengan bangun setiap subuh. Bangun lebih awal akan membuatmu memiliki waktu lebih banyak untuk mempersiapkan aktifitasmu lebih awal. Tidak ada lagi kata tergesa-gesa memulai hari sehingga merusak moodmu dan harimu akan jadi berantakan. Jika kamu mampu bangun subuh selama 40 hari maka kamu akan menjadi orang yang disiplin.

3. Dijauhkan dari rasa malas

Rasulullah saw. pernah bersabda " Setan membuat tiga ikatan di tengkuk salah seorang dari kalian ketika tidur. Di setiap ikatan setan mengatakan "malam masih panjang, tidurlah !". Jika dia bangun lalu berdzikir kepada Allah, lepaslah satu ikatan. Kemudian jika dia berwudhu, lepas lagi satu ikatan. Jika dia mengerjakan shalat, lepaslah ikatan yang terakhir. Di pagi hari dia akan bersemangat dan bergembira. Jika tidak melakukan ini, dia tidak ceria dan menjadi malas." (HR Bukhari no 1142 dan Muslim no 776)

4. Menjaga kesehatan tubuh

Di waktu subuh cuaca masih sangat alami. Ini adalah waktu yang baik untuk melakukan olahraga. Tidak perlu olahraga berat, cukup berjalan-jalan selama 30 menit atau berlari selama 15 menit sudah cukup membuat tubuh terasa lebih segar dan berenergi.

5. Menjaga pola makan

Ketika bangun subuh, maka tubuh pun akan segera merasa lapar. Karena itu kita bisa langsung mempersiapkan makan untuk sarapan. Selain itu jam makan pun akan lebih teratur. Banyak sekali manfaat dari sarapan yang teratur. Diantaranya adalah dijauhkan dari penyakit maag.


Nah, itulah tadi 5 manfaat bangun subuh untuk kehidupan. Setelah mengetahui manfaatnya, saatnya kita memulai kebiasaan baru untuk bangun subuh setiap hari. Semoga bermanfaat.

Share:

Friday, October 8, 2021

Viral! Kawal Ambulance, Pria ini Berlari di Tengah Kerumunan Kendaraan

 Viral ! Kawal Ambulance, pria ini berlari di tengah kerumunan kendaraan


Sebuah video viral memperlihatkan adegan yang menyentuh hati siapa saja yang melihatnya. Di dalam video singkat yang dibagikan oleh salah satu pengguna tiktok tersebut membuat haru dan memancing ribuan komentar positif. Kejadian tersebut terjadi ketika sebuah ambulance melintas di tengah keramaian jalanan. Kemudian terlihat seorang lelaki berlari dan meminta kendaraan lain agar menepi. Semua itu dilakukan agar mobil ambulance tersebut dapat segera melintas.

Di dalam video viral tersebut, terdapat sebuah keterangan yang mengatakan jika lelaki tersebut sempat meminta air minum karena sudah kehausan berlari di tengah terik matahari. Sayangnya sopir ambulance tidak membawa air minum, oleh karena itu ia pun tak mendapatkan air minum.



Video tersebut sudah ditonton jutaan kali, mendapatkan ribuan like dan komentar dari warganet. Reniwulandari mengatakan “Merinding banget sekujut tubuh masyaallah 🥰🥰”. Pengguna lain juga memberikan komentar yang senada. NonaPutriMalu mengatakan “sehat selalu ya Allah pahlawan dunia Mu yang satu ini”.


Melalui video singkat ini kita jadi mengetahui bahwa masih ada orang baik di luar sana. Mereka melalukan suatu kebaikan untuk memudahkan urusan orang lain. Mereka tak mengharapkan imbalan apapun atas kebaikannya itu. Semoga bapak di video ini diberikan kesehatan. Semoga kita dapat mencontoh tingkah kebaikan yang bapak ini telah lakukan. Kepada pengguna jalan lain yang tak keberatan memberi jalan kepada Ambulance yang mau lewat, anda juga orang baik.


Share:

Thursday, August 6, 2020

Mom Jadi Guru

Mom jadi guru.
Saatnya uji ilmu. 
Dulu pernah belajar empat tahun. 
Belajar ilmu pendidikan. 
Aku pikir jika tiba masanya akan mudah.
Aku termasuk cerdas kalau soal pendidikan formal. 
IQ 132 masa nggak bisa ngajar calistung? Tantangku pada diri sendiri.



Saat corona masih booming, aku tetap mendaftarkan Kakak masuk ke Sekolah Dasar. 
Sekarang sudah saatnya. 
Usianya hampir tujuh tahun. 
Sudah siaplah dia untuk sekolah. 
Meski ragu aku tetap melangkah. 
Keraguan itu karena kakak tidak punya basic. 
Aku tidak pernah mengajarkan dia soal sekolah.
Aku membebaskan dia bermain. 
Aku pikir, dia harus puas bermain agar ketika waktunya sekolah dia tidak main-main. 
Ini pakai teori lo. 
Tapi entah itu berhasil apa tidak. 

Di masa corona ini, tantangan pun dimulai. 
Aku harus menghandle semuanya sendiri. 
Mengajarkan basic membaca mulai dari pengenalan alpabet. 
Mulai riset tentang anakku sendiri. 
Mulai membaca dia secara utuh. 
Mencoba menerka-menerka dia akan mengikuti kecerdasanku atau tidak.

Sekarang waktunya aku praktek. 
Kepalaku sudah penuh teori. 
Prakteknya entah akan seperti apa.
Ilmu harus diaplikasin. 
Tapi emosi yang dipengaruhi oleh kesalahan pengasuhan di masa lalu mungkin saja akan kembali membentuk lingkaran setan luka pengasuhan di masa lalu.

Ini catatanku. 
Mom menjadi guru buat anak sendiri. 
Apa yang akan terjadi? 
Liat saja nanti 😉
Share:

Sunday, August 18, 2019

Katanya Merdeka

Sudah 74 tahun. Ya betul. 74 tahun bangsa ini merayakan kemerdekaannya. Alhamdulillah. Sebagai warga negara yang baik, tentu saja saya termasuk salah satu diantara sekian banyak orang yang merasakan kegembiraan di tanggal 17 agustus ini. Saya ingat dulu semasa sekolah. Saya selalu terlibat aktif dalam perayaan tujuh belasan. Baik itu mengikuti lomba gerak jalan, ataupun lomba-lomba lainnya.


Saat ini, setelah hidup di dalam kehidupan masyarakat yang sesungguhnya, ditambah pengalam hidup selama dua puluh delapan tahun, saya jadi memiliki cerita tersendiri. Apa arti kemerdekaan yang sebenarnya untuk seorang ibu rumah tangga seperti saya.

Jadi begini.

Saya ingin sedikit bercerita.

Katanya merdeka itu ketika kita bebas dari penjajahan. Ingatkan kita dengan kisah perjuangan para pahlawan yang telah berjuang dengan jiwa dan hartanya untuk kemerdekaan bangsa ini. Semua itu demi anak cucu penerus negeri ini agar bisa bebas di dalam negerinya sendiri. Bebas dari penjajahan bangsa lain. Bebas dari perbudakan di negerinya sendiri. Alhamdulillah pada 17 agustus 1945 terucaplah kalimat kemerdekaan itu yang diwakili oleh Bung Karno.

Setelah hari itu, negara kita bukanlah bebas begitu saja. Namun masih ada usaha dari para penjajah untuk mengembalikan Indonesia ke cengkeraman mereka. Ribuan nyawa masih harus berkorban hingga negara ini benar merdeka dan kemerdekaannya diakui oleh bangsa lain.

Hari ini, kita alhamdulillah bisa merasakan kemerdekaan. Setidaknya tidak ada lagi bunyi ledakan senjata dimana-mana. Namun benarkah kita sudah merdeka seutuhnya? Ini masih menjadi tanda tanya besar oleh sebagian besar orang.

Sebagai emak, saya sendiri akan merasa merdeka jika tidak lagi merasakan jiwa terjajah. Tak lagi merasa tidur tak nyenyak karena hutang. Atau merasa khawatir anak-anak akan di bully di luar. Atau merasa khawatir suami tak lagi mendapatkan nafkah untuk keluarga. Bebas beragama, bebas berpendapat, bebas berkarya, dan bebas mengambil keputusan apakah anak-anak akan dimasukkan ke sekolah atau HS sesuai keinginan mereka. (heheh... jadi sedikit melebar).

Inti dari merdeka adalah bebas. Negara merdeka. Ekonomi merdeka. Politik merdeka. Pendidikan merdeka. Agama merdeka. Semua lini kehidupan merdeka. Agar kehidupan negeri ini kembali ke tatanan yang seharusnya. Saya berharap negara ini akan merdeka dengan sebenar-benarnya merdeka.
Share:

Friday, January 25, 2019

Ikhlas Membaca

Malam ini suasana cukup hening. Ditambah diluar sana sedang hujan rintik-rintik. Suasana semakin hening saat kakak tidur lebih awal. Alhamdulillah tv bisa off juga malam ini.

Saya dan adik sedang menikmati minuman dingin bersama. Suasana sudah dingin kita malah menikmati minuman dingin. heheh. Abah sendiri sedang keluar untuk belanja seperti biasa. Saya lalu menangkap momen ini sebagai peluang untuk mengajak adik membaca.

"Dik, ayo membaca..!"

"heeh.." Sahutnya.

Saya lalu cepat-cepat mengambil buku di kamar. (Saya sudah seperti orang yang kejar setoran pokoknya, hahah)

Kami duduk melantai. Saya lalu membuka cerita nabi Muhammad SAW. Biarlah cerita ini dibaca berulang-ulang agar menghujam diingatan anak-anak.

Saat saya membaca sambil mendayu-dayu, adik terdengar mengikuti akhir kalimat saya dengan mendayu juga. Alhamdulillah, kita menghabiskan sekitar sepuluh menitan membaca tanpa gangguan. Tentu ini sudah melewati batas konsentrasi adik. Namun adik tetap menikmati bacaan kami. Semoga saja adik ikhlas menjadikan kegiatan membaca menjadi kegiatan rutinnya hingga kapanpun.

Semoga adik memcintai buku, mencintai ilmu dan gemar membaca. aamiin.

#Day16
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KelasBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst
Share:

Thursday, January 24, 2019

Cerita Singkat Malam Ini

Saya aslinya sudah sangat mengantuk saat menulis cerita ini. Namun sayang sekali jika kisah malam ini dilewatkan. Saya hanya akan menuliskan inti cerita malam ini tentang perjalanan menumbuhkan kecintaan membaca anak-anak dan suamiku.

Saat saya sudah selesai shalat isya tadi, kakak memintaku membacakannya Al-Qur'an. Dia bilang "Mak baca mi ki Al-Qur'an, saya pi dengar i". Lalu setelah itu dia duduk manis di dekatku sambil mendengarkan bacaanku. Adik sendiri memilih mendengarkan sambil memainkan lipstikku di wajahnya dan di dinding kamar kami.

Setelah selesai membaca Al-Qur'an, saya langsung mengambil buku Hafiz dan Hafizah lalu mengambil posisi tengkurap di dipan. Saya kemudian membaca dengan suara keras. Kakak dan adik kompak mendekatiku dan mendengarkan saya membacakan kisah teladan Nabi Muhammad SAW yaitu kelembutan hati.

Kami membaca hingga mereka bosan dan meminta saya berhenti. Saya menutup buku Hafiz Hafizah lalu bernyanyi-nyanyi kecil. Adik mengikuti dengan bunyi hmm hmm hmm..Aku melirik ke samping ku lihat kakak asyik membuka lembar demi lembar buku bacaan kami tadi. Aku bersyukur dalam hati. Selangkah kedepan batinku. Kakak mulai akrab dengan buku.

Abah bagaimana? Malam ini abah tidak masuk dalam cerita karena dia sedang keluar belanja untuk keperluan bikin jalangkote malam nanti. heheh.

#Day15
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KelasBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst
Share:

Saturday, January 19, 2019

Belajar Alphabet

Habis magrib tadi saat anak-anak sedang nonton film upin ipin, saya berinisiatif mengajak mereka membaca. Seharian tadi saya sibuk nginem di rumah soalnya dua hari sebelumnya tidak ada kesempatan untuk beberes rumah. Pulang dari kelurahan badan capek semua jadi saya langsung istirahat. Jadi setelah pekerjaan rumah selesai tadi saya merasa sangat kelelahan. Saya memilih utuk tidur siang dulu demi mengistirahatkan tubuh ini.

Saya baru memiliki kesempatan untuk mengajak anak-anak membaca setelah magrib. Saat saya ajak membaca, kakak hanya ingin belajar alphabet katanya. Qadarullah kami sudah membeli poster alphabet dan di pasang di ruang tengah. Jadi sewaktu-waktu kakak bisa melihat huruf-huruf alphabet tersebut.

Finally, malam ini kita belajar huruf alphabet sampai kakak dan adik bosan. Yah, sekitar beberapa menitan saja. Belajarnya pas upin ipin lagi jeda iklan. Heheh.

Kegiatan membaca malam ini jadi tidak efektif. Salah satu  alasan utamanya karena persoalan waktu. Habis magrib anak-anak waktunya nonton upin ipin. Oleh karena itu anak-anak jadi tidak fokus ketika diajak membaca. Semoga kedepannya bisa lebih bisa mengatur waktu lagi agar kegiatan membaca bisa lebih efektif.


#Day10
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KelasBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst
Share:

Tuesday, January 15, 2019

Membaca Sebelum Tidur



Kakak sepertinya sudah sangat mengantuk siang ini. Dia mengambil bantal dan gulingnya dari dalam kamar lalu mengambil posisi di depan tv. Ia melirikku sejenak. Saya tahu dia kakak mau menonton tv sebelum tidur. Tapi saya memberi isyarat tidak boleh. Lalu dia kemudian berkata "Mak baca buku ki yuk".

Entah ada angin apa kakak minta diajak membaca buku. Padahal saat makan siang tadi saya menawarkan kepada anak-anak untuk membaca buku bersama setelah makan siang. Tapi Zahra dan Maryam kompak menolak. Abahnya sendiri hanya diam saja menikmati hidangan makan siangnya.

Saya dengan sangat bahagia menyambut ajakan kakak. "Ayuk mi nak" kataku mengiyakan. Saya dengan semanganya bangkit lalu beranjak ke kamar mengambil buku "Cerdas dan sholih bersama hafiz dan hafizah". 

Saya membuka buku itu tepat pada cerita Nabi Isa. Zahra yang melihat gambar maryam sedang menggendong Nabi Isa langsung tertarik ingin mendengar kisah Nabi Isa. Zahra sebenarnya sudah hapal dengan gambar itu. Dulu kami sering membaca kisah Nabi Isa itu sebelum tidur.

"Mak, maryam kah itu?" tanya zahra yang mencoba mengingat-ingat dulu pernah mengenal gambar itu.

"iye nak." jawabku singkat.

"Kalau itu yang digendong siapa?" tanyanya lagi.

"Itu kan nabi Isa, anaknya Maryam." Kataku mencoba menjelaskan.

Maryam yang sedari tadi nempel ke abahnya tiba-tiba menghampiri kami karena mendengar namanya disebut.

"Mak.. mak.. maryam kah itu? saya kah itu? " Tanya maryam sambil menunjuk gambar nabi isa yang digendong oleh maryam.

Maryam mengira bayi itu adalah maryam bukan nabi Isa. Ia menyamakan dengan dirinya yang juga bernama Maryam. Ia mau bayi itulah Maryam karena masih kecil seperti dia. Lalu saya mencoba menjelaskan bahwa Maryam yang ada dalam kisah itu adalah Maryam ibunda nabi Isa. Seorang wanita suci yang namanya abadi. Kebetulan namanya adik itu sama dengan bunda Maryam. Karena memang abah dan mama memberi nama Maryam agar Maryam nantinya meneladani kesholihan bunda maryam.

Kami membaca kisah nabi Isa hingga selesai. Lalu lanjut ke kisah nabi Muhammad. Zahra sendiri mendengarkan sambil mengunting-gunting karton. Sedangkan Maryam berbaring disampingku dan mendengarkan bacaanku dengan seksama. 

Baru setengah kisah nabi Muhammad saya bacakan, kakak minta saya berhenti. Katanya dia sudah capek. Saya lalu menghentikan bacaanku karena tidak ingin membuat anak-anak merasa terpaksa membaca. Beberapa saat kemudian kakak kembali ke tempat tidur yang telah dia siapkan tadi dan iapun segera tertidur.


#Day6
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst
Share:

Monday, January 14, 2019

Membaca Sendiri



Hari ini judulnya membaca sendiri. Bagaimana tidak, anak-anak sibuk bermain dan abah, yah seperti biasa, sulit diajak membaca. Kali ini alasannya setiap membaca katanya ndak masuk ji di otaknya. Oh Allah, speechless dengarnya 😣 Saya juga tidak mungkin mau memaksa mereka untuk turut membaca. Saya hanya bisa mengajak dan memberi contoh. Selain itu doa yang tiada henti saya panjatkan kepada Dia yang membolak-balikkan hati manusia. Semoga Allah membalikkan hati kami sekeluarga agar condong kepada kebaikan. Aamiin.

Saya ingat pesan bunda Hamidah. Beliau adalah fasilitator saya di kelas Bunda Sayang Batch 5 IIP Sulawesi. Beliau mengatakan bahwa kita hanya perlu memulai satu perubahan kecil di rumah maka kita akan lihat ada yang terasa berbeda di rumah. Yah, kurang lebih seperti itulah redaksinya.

Sejak saat itu saya menyakinkan diri saya dan saya berusaha menanamkan di alam bawah sadar saya bahwa saya hanya perlu melakukan suatu perubahan baik yang kecil setiap harinya. Jika lingkungan saya belum baik itu bukan alasan saya untuk berhenti berbuat baik. Saya yakin di atas sana Allah menyaksikan setiap usaha saya menjadi istri dan ibu yang baik untuk anak-anak. Allah tahu apa yang saya lakukan secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan.

Saya tahu bahwa mengubah kebiasaan buruk menjadi baik tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi ingin mengubah semua itu dalam hitungan hari saja. Saya harus terus berlari kepada kebaikan hingga ajal menjemput saya. Saya harus terus memanjatkan doa agar keluarga saya mendapatkan hidayah dan tetap menggenggam hidayah itu hingga akhir usianya. Proses itu akan berhenti jika nafas ini telah berhenti. Sedangkan hasil itu milik Allah sepenuhnya.

Saya menikmati bacaan saya siang ini sambil menyaksikan anak-anak tertawa dengan mainannya. Saya masih harus terus bersyukur anak-anak bisa bahagia dan menyaksikan mamanya membaca. Siang ini saya ditemani oleh buku Parenting ++ Jilid 1. Sebuah buku yang memuat tulisan-tulisan bunda Elly Risma sekeluarga dari grup facebook Parenting With Elly Risman and Family. 


#Day5
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst
Share:

Sunday, January 13, 2019

Wahai Diri, Bersabarlah !



Sabarlah wahai hatiku agar aku bisa memenangkan pertarungan ini. Pertarungan antara keihklasan atau tuntutan. Pertarungan antara menginginkan kebaikan atau memaksakan kehendak. Pertarungan antara niat baikku agar tetap menjadi baik hingga akhir. Karena sejatinya perjuangan ini memerlukan stok sabar yang tiada batasnya.

Saya harus terus menyemangati diriku sendiri di dalam hati agar hatiku ini tidak tercemari oleh lingkungan yang sudah terlanjur buruk. Jika menginginkan kebaikan maka saya harus menyingkirkan keburukan itu meski sulit. keburukan itu adalah kebiasaan yang tidak baik di dalam rumah.

Saya harus mengambil satu stok sabarku hari ini ketika saya melanjutkan kegiatan membaca bersama keluarga. Bagaimana tidak, ketika saya sudah bersemangat ingin membaca,si abah malah sengaja tidur ketika di ajak membaca. Si kakak malah ikut-ikutan tidur karena melihat abahnya tidur. Adik sendiri berlari-lari, melompat-lombat sambil menjadikan rambutku sebagai tali. Subhanallah, hampir saja saya meledak dengan suasana itu.

Saya yang dari tadi membaca lanjutan kisah teladan nabi terus melanjutkan membaca buku dengan suara keras. Saya menyelesaikan tiga puluh menit hari ini meski lingkungan saya tidak mendukung saya. Setelah selesai, sambil berkaca-kaca dan penuh luapan emosi (namun tetap dengan nada suara datar) saya berkata kepada suami bahwa saya ingin keadaan keluarga kami berubah menjadi lebih baik. Seharusnya dia mendukung saya. Tapi meskipun begitu saya akan tetap melakukan perubahan ini meskipun sikap abah seperti ini.

Akhirnya, hari ini kegiatan membaca tidak lulus namun alhamdulillah saya masih bisa bersabar (baca: tidak marah-marah dengan nada keras) kepada suami dan anak-anak. Saya yakin sebuah keinginan yang besar akan mendapatkan tantangan yang besar pula. I will keep my spirit till the end.

#Day4
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst 
Share:

Saturday, January 12, 2019

Proses Itulah Milik Kita



Alhamdulillah. Siang ini kami bisa menjalankan agenda membaca bersama lagi. Saya sempat merasa pesimis bisa membaca hari ini karena pekerjaan saya begitu banyak di travel. sejak pagi pekerjaan seperti tidak memiliki ujung. Namun saya kembali harus banyak bersyukur karena pertolongan Allah selalu nampak dalam kehidupan kami. Semua berjalan lancar sebab pertolongan Allah yang begitu banyak.

Semua pekerjaan sudah selesai sekitar jam 2 siang. Abah juga tidak sedang tidur. Ini momen yang pas untuk mengajak suami dan anak-anakku membaca. Saya berharap respon anak-anak lebih baik dari kemarin.

"Anak-anak, yuuk kita membaca" ajakku kepada kakak dan adik yang sedang bermain di dekat meja kerjaku.

"Ayoo mak" seru mereka.

Kami segera melangkah masuk ke ruang tengah dengan semangat. Kami biasanya menjadikan ruang tengah untuk bereksplorasi. Termasuk kegiatan membaca akan selalu kami lakukan di ruangan sederhana ini. Maklum kami belum memiliki ruang belajar khusus.

Saya kemudian mengambil buku hafiz hafizah untuk dibaca dengan anak-anak sekaligus mengambilkan buku "7 Keajaiban Rezki" untuk abah. Saya lihat abah masih sibuk dengan gadgetnya. Saya sebenarnya sering merasa kesal jika abah selalu bermain gadget di depan anak-anak. Apalagi kalau yang dibuka selalu saja youtube. I don't mind what he watch on youtube that so interested for him. Seakan-akan youtube itu dunianya. Kadang saya sampai ngomong "hape itu tidak akan menolongmu ketika kamu butuh, anak-anak lah yang kini ada di dekatmu". Tapi ya sudahlah, memang butuh proses untuk mengajak dia hijrah dari gadget.

Let us forget about it. Saya kembali fokus ke tujuan. Saya harus mengesampingkan kekesalan saya demi meraih apa telah saya impikan. Saya mencoba mengajak abah dengan lembut untuk sama-sama membaca. Seperti biasanya, jika sudah main gadget, abah akan lupa segalanya. Dia seperti mengabaikan permintaanku. Tapi karena ini adalah momen yang pas untuk membaca saya sedikit memaksa. "Ayok mi abah, anak-anak sudah mau membaca" pintaku.

Alhamdulillah abah mau membaca bersama kami meski dengan keadaan terpaksa. Saya dan anak-anak masih membaca kisah sifat teladan Nabi pada buku hafiz hafizah. Kali ini saya membacakan tentang kisah "peduli kepada sahabat" dan "suka menolong". Jika kemarin adik yang fokus mendengarkan, alhamdulillah siang ini kakak yang lebih fokus. Kakak duduk di pangkuanku sambil mendengarkan suara ku membacakan kisah Nabi dengan keras.

Baru setengah cerita tiba-tiba kami kedatangan customer di travel. Saya terpaksa menghentikan aktifitas membaca sejenak dan melayani customer. Setelah selesai, saya masuk kembali untuk membaca bersama anak-anak. Saya lihat abah kembali dengan gadgetnya. Saat aku memintanya membaca, katanya dia sudah selesai. Oh Allah, rasanya kesel kesel pingin ngamuk 😡. Tapi ya sudahlah, saya fokus saja ke anak-anak.

Hmm.. Jadi seperti itulah cerita kami hari ini tentang proses mencintai aktifitas membaca. Proses itu lah yang harus dinikmati karena proses itu yang akan dikenang oleh anak-anak. Proses itulah yang bisa kita lakukan. Proses itulah milik kita. Sebaik-baiklah kita berproses biarkan Allah yang menghadiahkan hasil kepada kita dengan kemahabijaksanaanNya.


#Day3
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst 
Share:

Followers

Total Pageviews