Belajar, berbagi dan bercerita tentang apa saja

Sunday, October 31, 2021

Kisah Hijrahku : Kenapa Tuhan Harus Allah ? (Part 1)

 Part 1



Dulu saya adalah seorang muslimah yang sama dengan kebanyakan orang. Saya mengganggap diri saya sudah baik karena tak pernah meninggalkan shalat. Padahal aurat masih terbuka sana-sini. Padahal masih pacaran. Padahal meski shalat tapi shalatnya di akhir waktu. Padahal hati kadang suka julid sama orang yang kelihatan syar'i. Padahal isi kepalanya roman picisan. Padahal kelakuan sama sekali tak mencerminkan muslimah yang seharusnya.

Saya memeluk agama Islam memang hanya karena saya lahir di keluarga muslim. Kedua orang tua saya adalah muslim. Semua anggota keluarga saya muslim. secara otomatis, mau tidak mau, saya juga harus memeluk agama Islam. Saya sekalipun tak pernah berpikir bahkan tak pernah kepikiran kenapa saya harus Islam? Kenapa saya harus menyembah Allah?

Saya tidak sendiri. Semua teman-teman saya, saudara-saudara saya, orang tua saya, semuanya memeluk agama ini "hanya" karena memang kami lahir di keluarga muslim. Tidak lebih. Maka wajar saja jika kelakuan kami sama sekali tak mencerminkan Islam yang paripurna. 

Saya membawa keadaan ini hingga ke usia dewasa. Ketika sudah lulus sekolah menengah dan melanjutkan pendidikan di Universitas, pola pikir saya masih seperti ini. Belum berubah sama sekali. Hingga ketika suatu hari saya bertemu dengan seorang teman. Cerita ini terjadi di awal semester tiga perkuliahan saya. Teman saya itu adalah seorang teman dari kelas yang sama. Kami tidak begitu akrab. Hanya sesekali saja kami bertegur sapa.

Saat itu, tanpa sengaja saya melihat perubahan drastis teman saya itu. Pakaiannya semakin tertutup tapi pemikirannya semakin terbuka. Namun saat itu, saya masih tidak menghiraukannya. Di kesempatan lain, teman saya itu mengajak saya untuk menghadiri sebuah kajian Islam. Awalnya saya sangat ragu karena saya tidak pernah menghadiri kegiatan seperti ini sebelumnya. Namun saya tetap memaksakan diri karena merasa tidak enak jika menolak ajakan teman saya itu. 

Rupanya, hari itu adalah hari dimana Allah menurunkan hidayahnya kepadaku. Melalui kajian yang cukup singkat, hanya sekitar 2-3 jam, saya benar-benar seperti menemukan sesuatu dalam agama yang saya anut ini. 

Di dalam kajian itu, kita ditanya kenapa sih Tuhan itu harus Allah? terus saya pun akhirnya bertanya, iya ya, kenapa harus Allah? kenapa bukan yang lain. Nah, mungkin anda juga sekarang mulai bertanya kepada diri anda sendiri, kenapa ya Tuhan saya harus Allah? 

Saya akan berbagi sedikit kenapa Tuhan itu harus Allah. Tapi jawaban saya ini takkan sebaik jawaban ustadzah pada waktu itu. Semoga jawaban ini sedikit membuka jalan pikiran anda yang saat ini mungkin sedang bertanya pertanyaan yang sama. Jadi kenapa Tuhan harus Allah?

Pertama, Tuhan itu tidak mungkin sama dengan makhluk. Ingat tidak kisah nabi Ibrahim ketika beliau melihat matahari yang begitu perkasa dengan sinarnya. Nabi Ibrahim lalu mengatakan bahwa ini adalah Tuhanku. Namun ketika pada sore hari matahari itu tenggelam, beliau menyadari bahwa ini bukan Tuhan. Tak mungkin Tuhan akan menghilang. 

Kedua, mari kita renungkan sebuah kejadian sebelum kita hidup, saat kita hidup dan kemana kita setelah kehidupan dunia ini. Apa yang ada sebelum kita hidup? yang ada adalah orang tua kita, kakek nenek kita, begitu terus hingga kehidupan sampai kepada nabi Adam. Lalu apa yang ada sebelum nabi adam? Apa yang ada sebelum bumi dan langit diciptakan? apa yang ada sebelum semua itu? Pasti sesuatu yang "diadakan" itu ada yang "mengadakannya". Tiada makhluk yang mampu membuat semua itu.

Lalu saat kita hidup. Bisakah kita hidup seperti itu saja tanpa panutan? semua apa yang kita pelajari, apa yang kita nikmati, nafas kits, organ-organ tubuh kita, apakah semua hal yang kompleks yang ada dalam kehidupan ini semuanya berjalan secara otomatis tanpa pengendali? sulit mempercayainya. sebuah teknologi yang paling canggih pun pasti ada yang mengendalikan. Apalagi jika kehidupan super kompleks yang kita jalani saat ini. Kira-kira adakah makluk yang mampu mengendalikannya? tentu tak bisa diterima akal jika semua itu dikendalikan makhluk. Ada Tuhan dibalik semua itu.

Share:

Friday, October 8, 2021

Viral! Kawal Ambulance, Pria ini Berlari di Tengah Kerumunan Kendaraan

 Viral ! Kawal Ambulance, pria ini berlari di tengah kerumunan kendaraan


Sebuah video viral memperlihatkan adegan yang menyentuh hati siapa saja yang melihatnya. Di dalam video singkat yang dibagikan oleh salah satu pengguna tiktok tersebut membuat haru dan memancing ribuan komentar positif. Kejadian tersebut terjadi ketika sebuah ambulance melintas di tengah keramaian jalanan. Kemudian terlihat seorang lelaki berlari dan meminta kendaraan lain agar menepi. Semua itu dilakukan agar mobil ambulance tersebut dapat segera melintas.

Di dalam video viral tersebut, terdapat sebuah keterangan yang mengatakan jika lelaki tersebut sempat meminta air minum karena sudah kehausan berlari di tengah terik matahari. Sayangnya sopir ambulance tidak membawa air minum, oleh karena itu ia pun tak mendapatkan air minum.



Video tersebut sudah ditonton jutaan kali, mendapatkan ribuan like dan komentar dari warganet. Reniwulandari mengatakan “Merinding banget sekujut tubuh masyaallah 🥰🥰”. Pengguna lain juga memberikan komentar yang senada. NonaPutriMalu mengatakan “sehat selalu ya Allah pahlawan dunia Mu yang satu ini”.


Melalui video singkat ini kita jadi mengetahui bahwa masih ada orang baik di luar sana. Mereka melalukan suatu kebaikan untuk memudahkan urusan orang lain. Mereka tak mengharapkan imbalan apapun atas kebaikannya itu. Semoga bapak di video ini diberikan kesehatan. Semoga kita dapat mencontoh tingkah kebaikan yang bapak ini telah lakukan. Kepada pengguna jalan lain yang tak keberatan memberi jalan kepada Ambulance yang mau lewat, anda juga orang baik.


Share:

Followers

Total Pageviews