Belajar, berbagi dan bercerita tentang apa saja

Friday, December 11, 2020

Agar Bisa Bertahan di Tengah Corona

Sudah berapa lama kita hidup di tengah gempuran virus covid-19? Mungkin jawabannya beda-beda. Kalau saya sendiri, corona mulai berefek di akhir bulan maret 2020. Imbasnya puasa dan lebaran jadi sangat berbeda dari sebelum-sebelumnya. Rasanya sedih banget tau. Hiks.



Corona memang membawa perubahan besar. Selain ke keadaan sehari-hari dimana aktifitas dibatasi, keluar harus pakai masker, harus cuci tangan, corona juga sudah membuat banyak orang kehilangan mata pencaharian. Banyak yang harus WFH bahkan sampai PHK.


Sampai desember sekarang ini, keadaan belum banyak berubah. Bahkan mungkin semakin sulit. Kabarnya keadaan akan kembali normal di januari 2021 sepertinya masih jauh rimbanya. Korban masih berjatuhan. Ekonomi pun semakin melemah bahkan hutang negara semakin meroket.


Jadi kita harus gimana dong? Haruskan kita menyerah dengan keadaan ini? Saya bilang No. Sebagai muslim tidak ada kata menyerah dalam kamus kita. Lalu apa yang harus kita lakukan? 


Yuk ikuti tips-tips berikut ini !


1. Berpikir positif

Yang paling pertama harus dibenahi adalah mindset. Termasuk di dalamnya adalah iman. Yakinlah bahwa apa yang terjadi sekarang ini merupakan takdir yang diberikan Allah subhanahu wa ta'ala.


Jika kita sudah yakin bahwa semua karena Allah, maka kita berbaik sangka kepada Allah bahwa kita mampu melewati semua ini. Allah takkan meninggalkan kita.


2. Mencari alternatif pemasukan

Jika kita sebelumnya adalah karyawan sebuah perusahaan lalu terkena PHK akibat corona maka sebaiknya mulai sekarang mulai memikirkan alternatif lainnya. Mungkin salah satunya dengan membuka usaha atau menjadi reseller sebuah produk atau lainnya.


Dalam mencari alternatif, sebaiknya pertimbangkan sebuah pekerjaan dengan modal seminim mungkin namun tetap bisa menghasilkan pemasukan. Intinya daput harus tetap mengepul.


3. Batasi Pengeluaran

Mulai rincikan pengeluaran apa saja yang urgen. Buat daftar dari yang terpenting hingga yang tidak penting lalu eliminasi semua pengeluaran yang tidak perlu. Hal ini bisa membuata keuangan anda bertahan lebih lama di musim pandemic ini.


4. Tawakkal

Jika semua usaha telah dilakukan, selebihnya adalah tawakkal. Kita serahkan kepada Allah semuanya. Apapun yang terjadi, semua atas kehendak Allah.


Kita berharap semoga pandemic cepat berlalu dan kita bisa menikmati kehidupan seperti dulu lagi.


Share:

Monday, December 7, 2020

Emak Harus Mulai Berbisnis

 Ini cerita terbaru dari saya. Cerita tentang bagaimana seorang emak harus mulai memikirkan untuk berbisnis. Meski mencari nafkah bukanlah tugas seorang istri, tapi tidak ada yang mengharamkan seorang istri untuk menghasilkan uang sendiri.



Pernahkah emak mendegar kisah salah satu istri Rasulullah yang giat bekerja? Lalu beliau menyedekahkan setiap penghasilan yang ia dapatkan. Beliau adalah Zainab binti Jahsy. Beliau mendapat cukup nafkah dari Rasulullah saw, namun beliau tetap giat bekerja. Hal itu dilakukan semata-mata karena kegemaran Zainab binti Jahsy ra untuk bersedekah. Jadi tidak salah ya jika ada seorang istri yang bekerja selama pekerjaan itu tidak mengganggu tugas utamanya sebagai istri dan ibu.


Apakah emak tidak kepikiran, bagaimana jika emak punya penghasilan sendiri lalu bersedekah semau emak. Mungkin emak punya mimpi bisa mengumrohkan orang tua, memberi uang bulanan kepada orang tua, dan lain-lain. Tidak ada salahnya bermimpi seperti itu.


Mulai sekarang emak harus bermimpi dulu. Tugas kita sebagai ibu rumah tangga tidak boleh menjadikan kita untuk berhenti bermimpi. Rutunitas sehari-hari mungkin membunuh kreatifitas emak, tapi mimpi akan menjadikan hidup kita lebih bergairah.


Setelah memiliki mimpi, saatnya emak mulai berpikir bagaimana caranya mewujudkan mimpi itu. Bekerja mungkin sudah tidak bisa, salah satu caranya adalah dengan berdagang atau berbisnis. 


Emak tidak usah khawatir. Saya akan lebih sering berbagi tips-tips bisnis dan hal lainnya yang dibutuhkan seorang emak pebisnis di blog ini. Semuanya gratis. Jadi stay tune terus ya mak. Kita akan bergandengan tangan mulai sekarang.


Semangat! 

Share:

Thursday, August 6, 2020

Ketika Ibu Menyesal



Ibu menyesal.. 
Ketika marah kepada anak.. 
Ketika kasar kepada anak.. 
Ketika memukul anak.. 
Ketika melukai hati anak.. 
Ketika membuat anak menangis.. 
Ketika merasa kurang perhatian kepada anak.. 

Ibu sangat menyesal.. 
Ketika ia tahu marah itu salah tapi ia tetap membentak..
Ketika ia tahu marah itu bisa melukai jiwa anak tapi ia kalah dengan amarahnya.. 
Ketika tangannya yang harusnya memeluk dengan kasih tapi malah memukul dengan kasar.. 

Saat ibu menyesal.. 
Ia menatap lama wajah anaknya yang sedang tidur pulas lalu menagis didalam hati menyesali apa yang sedang terjadi..
Ibu berjanji takkan mengulanginya esok namun tiada yang tau apa yang akan terjadi di masa depan.. 
Ibu sangat menyesal.. 

Ketika ibu menyesal, ibu tahu ibu bukanlah ibu yang sempurna.
Bukan ibu yang baik. 
Namun satu yang pasti, ibu sangat sayang padamu nak. Selamanya. 
Share:

Mom Jadi Guru

Mom jadi guru.
Saatnya uji ilmu. 
Dulu pernah belajar empat tahun. 
Belajar ilmu pendidikan. 
Aku pikir jika tiba masanya akan mudah.
Aku termasuk cerdas kalau soal pendidikan formal. 
IQ 132 masa nggak bisa ngajar calistung? Tantangku pada diri sendiri.



Saat corona masih booming, aku tetap mendaftarkan Kakak masuk ke Sekolah Dasar. 
Sekarang sudah saatnya. 
Usianya hampir tujuh tahun. 
Sudah siaplah dia untuk sekolah. 
Meski ragu aku tetap melangkah. 
Keraguan itu karena kakak tidak punya basic. 
Aku tidak pernah mengajarkan dia soal sekolah.
Aku membebaskan dia bermain. 
Aku pikir, dia harus puas bermain agar ketika waktunya sekolah dia tidak main-main. 
Ini pakai teori lo. 
Tapi entah itu berhasil apa tidak. 

Di masa corona ini, tantangan pun dimulai. 
Aku harus menghandle semuanya sendiri. 
Mengajarkan basic membaca mulai dari pengenalan alpabet. 
Mulai riset tentang anakku sendiri. 
Mulai membaca dia secara utuh. 
Mencoba menerka-menerka dia akan mengikuti kecerdasanku atau tidak.

Sekarang waktunya aku praktek. 
Kepalaku sudah penuh teori. 
Prakteknya entah akan seperti apa.
Ilmu harus diaplikasin. 
Tapi emosi yang dipengaruhi oleh kesalahan pengasuhan di masa lalu mungkin saja akan kembali membentuk lingkaran setan luka pengasuhan di masa lalu.

Ini catatanku. 
Mom menjadi guru buat anak sendiri. 
Apa yang akan terjadi? 
Liat saja nanti 😉
Share:

Friday, May 29, 2020

Apa kabar diriku?

Berapa lama aku baru berkunjung lagi kesini? Rasanya sudah lama sekali. Aku bahkan sudah lupa apa aku masih merindukan dunia ini. Dunia yang dulu sangat aku sukai karena aku bebas berkisah di dalamnya. 

Banyak hal yang sudah berubah. Semangatku tak lagi seperi dulu. Sekarang aku terjebak pada rutinitas yang tak berliku. Membuatku sering rebahan dan lama-lama geloraku terkikis tenangnya ombak kemalasan. 

Apa kabar diriku? Masih begini saja dengan alur hidup yang bisa kau tebak. Aku coba keluar sejenak dan menikung. Aku berharap rasa malas itu tersentak. Aku mungkin akan kembali berbinar esok. 

Aku tidak sedang berpuisi. Aku hanya sedang berbicara sesuka hati. Mungkin ini akan jadi awal inspirasi. Siapa tau. Bisa jadi besok aku akan kembali mengisi lembar-lembar yang kosong.

Rasanya menyenangkan juga. Sekali memegang pena, jemari ini ingin terus mengukir kata. Aku tak pusing dengan runut yang tak teratur atau rima yang tak senada. Hanya terus menulis sambil menunggu otakku memproduksi kata. 

Tiba-tiba aku terpikir banyak hal. Tiba-tiba inspirasi menghampiriku. Mungkin esok inspirasi dan kemalasanku akan bertarung. Mereka memperebutkan dominansi akan diriku. Aku mengalah saja. Siapa yang kuat dia yang menang. Itu hukum rimba. 

Aku sudahi dulu. Cukup sekian dulu. Mari beradu di lain waktu. 
Share:

Followers

Total Pageviews