Belajar, berbagi dan bercerita tentang apa saja

Wednesday, December 4, 2019

Mencintai Lelaki Lain




Ustad, bagaimana hukumnya seorang istri yang mencintai laki-laki lain?

Tanya seorang ibu di sebuah kajian ustad terkenal.

"Perempuan hina." jawab sang ustad.

Perempuan yang sudah bersuami tetapi mencintai lelaki lain itu adalah perempuan hina. Biasanya perempuan seperti ini adalah yang pernah pacaran sebelum menikah. Ketika mendapatkan perlakuan buruk dari suaminya, ia membayangkan jika laki-laki lain akan lebih baik.

Ohhh… Belum tentu! Lanjut sang ustad.

Kamu ditempeleng suamimu, tapi kalau sama dia mungkin bukan cuma ditempeleng, tapi juga ditendang, dimaki, dan lain-lain.

Lalu, bagaimana jika sudah terlanjur mencintai lelaki lain? Pancing sang ustad kemudian.

Beliau melanjutkan, kalau sudah terlanjur, ingat kita punya iman. Anda, wahai kaum wanita, anda punya iman. Ingat, bahwa ini (mencintai laki-laki lain) tidak boleh. Jangan rendahkan diri anda di mata Allah. Perangi semua syahwat yang menggoda anda. Jika anda terus melawan godaan itu, anda tersiksa karenanya, sudah sekuat tenaga menghilangkan rasa cinta itu tapi juga masih tidak bisa hilang namun anda memendamnya hingga ajal menjemput anda, insyaallah anda mati syahid.

Saran saya, ketika godaan itu datang maka semakin dekatkanlah diri anda kepada suami. Bermanja-manjalah dengan suami. Sesungguhnya setan menggoda anda dengan yang haram, maka lawan itu dengan yang halal.

______________******__________________

Sharing ilmu ini saya rasa perlu di zaman yang sudah semakin gila ini. Semoga setan tidak pernah menang menjalankan tugasnya untuk menjerumuskan anak adam ke lembah kenistaan hingga bisa mengikuti jejak mereka ke pintu pintu neraka.

Sesungguhnya prestasi terbesar setan di mata iblis adalah ketika ia berhasil memisahkan istri dari suaminya.

Dari Jabir radhiallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air (laut) kemudian ia mengutus bala tentaranya. Maka yang paling dekat dengannya adalah yang paling besar fitnahnya. Datanglah salah seorang dari bala tentaranya dan berkata, “Aku telah melakukan begini dan begitu”. Iblis berkata, “Engkau sama sekali tidak melakukan sesuatupun”. Kemudian datang yang lain lagi dan berkata, “Aku tidak meninggalkannya (untuk digoda) hingga aku berhasil memisahkan antara dia dan istrinya. Maka Iblis pun mendekatinya dan berkata, “Sungguh hebat (setan) seperti engkau” (HR Muslim IV/2167 no 2813)

Share:

Followers

Total Pageviews