Belajar, berbagi dan bercerita tentang apa saja

Sunday, June 30, 2019

Bagaimana Menjelaskan Perbedaan Pada Anak


Perbedaan adalah hal yang sudah menjadi sunnatullah. Baik itu perbedaan jenis kelamin, perbedaan warna kulit, Perbedaan suku, bahasa hingga agama. Sudah sewajarnya kita menerima semua perbedaan itu karena memang Allah lah yang telah menciptakannya sebagai sebuah seni kehidupan. Bayangkan saja jika di dunia ini semuanya sama, alangkah membosankannya hidup ini, datar dan sangat tidak menarik.

Kendati perbedaan adalah sebuah keniscayaan, namun seringkali terjadi berbagai macam konflik karena tak bisa menerima perbedaan itu. Tak jarang konflik itu sampai memakan korban harta dan jiwa. Sangat disayangkan sekali. Karena itulah, sudah seharusnya kita mulai belajar untuk menerima sebuah perbedaan tanpa harus ada konflik lagi. Kita pun perlu mengajarkan kepada anak-anak kita bagaimana menerima sebuah perbedaan.

Tiba-tiba saya teringat diskusi dengan kakak Zahra dan adik maryam kemarin sore. Jadi, kita sama-sama lagi nonton film bollywood. Terus disitu kan ada adegan dimana si pemeran wanita memakai pakaian khas india. Terus si kakak bilang, "Ma, itu keliatan pusarnya (baca: pocinya _ bahasa bugis)." Sejenak saya terdiam. Saya harus berhati-hati untuk menjelaskan hal ini kepada anak usia 5 tahun.

Lalu, saya pun berusaha untuk menjelaskannya sesuai kemampuan dan ilmu yang saya miliki sambil berharap Allah membukakan pintu pemahaman anak ini. Sesekali si adik pun ikut menimpali protes si kakak. Saya katakan kepada mereka bahwa orang-orang itu beda dengan kita. Mereka orang india yang beragama hindu. Sedangkan kita orang indonesia yang beragama islam. Di sana mereka boleh berpakaian seperti itu. Kalau kita tidak boleh, kita harus menutup aurat karena itulah pakaian terbaik kita.

Rupanya jawabanku memicu pertanyaan baru. Si kakak ini memang sering menanyakan pertanyaan kelas berat menurutku. Seperti misalnya, "Mak, kenapa manusia mati?" atau dulu juga pernah bertanya "Mak, ada kah baju princess di surga?". Ada beberapa pertanyaan kelas berat yang sudah pernah ditanyakannya, sayang saya sudah lupa sebagian. Kadang saya dan suami pake adegan lirik-lirik mata karena pertanyaannya si kakak ini, heheh.

Nah, pertanyaan selanjutnya "Mak, kalau ketemu ki sama dia (orang india itu) boleh tidak tutup aurat?". Jadi maksudnya kalau kita ketemu dengan orang yang berpakaian tidak sama dengan kita, maka kita boleh mengikuti cara berpakaian mereka supaya kita sama dengan mereka. Saya pun kembali menjawab sesuai kemampuanku. Saya coba jelaskan bahwa jika kita bertemu mereka, maka kita tetap berpakaian seperti biasa dan mereka pun tetap berpakaian seperti biasa. Kita memang beda, tapi boleh tetap bertemu.

Memang tidak mudah memberi pemahaman kepada seorang anak kecil yang akalnya belum sempurna. Namun dari kegiatan sehari-hari, kita bisa mengambil pelajaran. Terutama buat keluarga yang memilih homeschooling, aktifitas sehari-hari adalah bahan belajar. Ketika anak sudah mulai pandai bertanya, artinya rasa ingin tahunya sudah semakin besar. Inilah jalan bagi kita untuk menanamkan ilmu dan akhlak kepada anak-anak kita. Semoga saja harapan kita akan kesholihan anak-anak kita diwujudkan oleh Allah yang Maha Kuasa. Semoga anak-anak kita memahami indahnya perbedaan sehingga akan membantu kehidupan mereka kelak.


Share:

Thursday, June 27, 2019

Membangun Bisnis Travel Online oleh Ibu Rumah Tangga



Menjadi ibu adalah sebuah kemuliaan terbesar yang diamanahkan kepada seorang wanita. Tidak semua wanita dapat merasakan kenikmatan tersebut. Karena itu, sebagai sebuah kesyukuran maka sudah sepatutnya seorang ibu menjalankan perannya dengan maksimal. Salah satunya adalah menjadi full time mom atau ibu rumah tangga.

Ketika seorang ibu memilih untuk tinggal di dalam rumah, mengabaikan semua gelar yang telah ia dapatkan kemudian ia menahan diri dari keluar rumah untuk bekerja, fokus mengurus anak-anak di rumah, fokus pada pendidikan anak di rumah, maka sejatinya ia telah kembali kepada fitrahnya sebagai seorang wanita. Tidak mudah mengambil keputusan itu di tengah zaman yang membebaskan wanitanya keluar untuk bekerja. Bahkan keputusan itu seringkali di pandang sebelah mata. Ibu rumah tangga di anggap wanita biasa yang tidak mampu apa-apa. Padahal kenyataan yang ada sebaliknya.

Selagi menjalankan kewajibannya sebagai ibu, kadang terbersit keinginan untuk memiliki penghasilan sendiri. Akhir-akhir ini, telah marak berkembang, ibu rumah tangga yang tetap di rumah namun bisa mendapatkan penghasilan. Semua itu tidak lepas dari perkembangan teknologi yang pesat. Sehingga kini dikenal perdagangan online.

Peluang ini rupanya tidak lepas dari perhatian para ibu rumah tangga. Mereka berbondong-bondong menggeluti bisnis online dari rumah. Banyak yang sudah menuai sukses. Banyak yang masih terus berjuang. dan banyak yang baru saja tertarik untuk terjun ke dunia bisnis online ini. Mungkin anda salah satunya yang mulai melirik bisnis online dari rumah.

Mengapa bisnis online sangat cocok untuk ibu rumah tangga? karena banyak sekali benefitnya. salah satunya waktu yang fleksibel sehingga bisa disesuaikan dengan aktifitas di rumah. "Kerjaan rumah tetap jalan, kantong pun tebal" begitulah yang biasa dikatakan oleh IRT pelaku bisnis online.

Nah, bagi anda para ibu yang baru saja tertarik dengan bisnis online, mungkin anda kebingungan bisnis apa kira-kira yang cocok untuk anda. Jika begitu, bisa jadi bisnis travel online lah yang cocok anda jalankan saat ini.

Ada beberapa alasan mengapa bisnis travel online cocok dijalankan oleh ibu rumah tangga.

1. Modal kecil

Modal selalu menjadi kendala bagi orang yang ingin memulai bisnis. Rasanya bisnis tanpa modal sangat sulit untuk dijalankan. Terlebih bagi ibu rumah tangga. Karena itu bisnis travel adalah solusinya. ibu rumah tangga hanya membutuhkan modal yang terbilang kecil untuk memulainya. Bahkan anda bisa mengumpulkan uang jajan dari suami untuk memulai bisnis ini.

Lalu, berapakah kira-kira modal yang dibutuhkan untuk memulai bisnis travel online?
Begini kira-kira rinciannya. Anda memerlukan koneksi internet, dana sekitar 50 ribu hingga 250 ribu untuk membeli franchise software travel, nomer rekening aktif. Jika anda sudah memilikinya maka bisnis anda sudah bisa dijalankan.

2. Tidak Membutuhkan Kantor

Jangan anda berpikir bahwa membuka usaha travel membutuhkan kantor untuk pemasaran. Itu sudah tidak jaman lagi. Kini, kamar anda pun bisa menjadi kantor asalkan anda memiliki koneksi internet. Saya berani mengatakan ini karena saya sendiri adalah pelaku bisnis ini. Karena itu bisnis ini sangat cocok anda kerjakan di rumah. Anda tetap bisa jualan sambil momong anak.

3. Tidak memerlukan Karyawan

Sebuah bisnis membutuhkan karyawan agar bisa maksimal dalam melayani pelanggan. Namun sebagai pemula dalam bisnis, anda sama sekali tidak memerlukan karyawan untuk menjalankan bisnis ini. 

4. Tidak perlu bayar iklan

Anda tinggal memanfaatkan semua media sosial anda dan juga koneksi yang anda miliki untuk mengiklankan bisnis anda. Justru iklan dari mulut ke mulut hasilnya lebih efektif. Ketika satu pelanggan anda puas bertransaksi dengan anda, maka ia dengan sendirinya akan mempromosikan travel anda kepada orang lain secara gratis. Alhasil, anda tidak menunggu saja rekening anda gendut seiring berjalannya bisnis anda.

Sebuah kebanggan tersendiri bukan ketika kita bisa membeli apa-apa yang kita inginkan tanpa harus meminta dari suami. Semoga informasi ini bermanfaat untuk anda
Share:

Wednesday, June 26, 2019

Cara Membangun Komunikasi dengan Anak Sejak Dini


Anak adalah aset dunia akhirat. Di dunia mereka bisa menjadi kebanggaan. Di akhirat mereka bisa dijadikan penolong. Sehingga perhatian kepada pendidikan anak sebaiknya menjadi fokus orang tua, baik ayah maupun ibu. Karena pendidikan anak takkan berhasil jika kedua peran tersebut kosong di salah satunya.

Banyak hal dari pendidikan anak yang perlu menjadi tanggung jawab orang tua dirumah. Terutama di masa-masa awal kehidupan seorang anak hingga usia mereka mampu untuk dilepas ke luar rumah. Salah satunya adalah membangun komunikasi dengan anak.

Komunikasi menjadi kunci pembuka untuk pendidikan anak selanjunya. Sehingga komunikasi terjadi dua arah, bukan hanya perintah dan larangan seperti yang kebanyakan terjadi selama ini. Anak-anak dilatih untuk menyampaikan pendapatnya. Selanjutnya kebijakan orangtua lah untuk menerima pendapat itu atau menolaknya. Yang terpenting, anak-anak bisa mengkomunikasikan keinginan dan perasaan mereka. Sehingga tak ada lagi perasaan terpendam yang kemudian hari akan menjadi penyebab anak-anak tantrum.

Saya akan berbagi cara membangun komunikasi dengan anak sejak dini berdasarkan pengalaman saya dan anak-anak di rumah. Mungkin cara ini tidak akan membuahkan hasil dalam waktu singkat. Namun, tidak ada salahnya anda mulai mencobanya dari sekarang. Tanpa anda coba, anda tidak akan tahu hasilnya.

1. Bersikap Jujur

Kejujuran adalah modal utama bagi terbangunnya komunikasi yang baik. Entah itu dalam hubungan dengan orang dewasa, maupun dengan anak-anak, kejujuran tetap menjadi yang terpenting. Coba anda ingat lagi, pernahkah anda ingin pergi ke pasar lalu anak rewel, nangis minta ikut, kemudian anda mengatakan "Jangan nangis ya sayang, mama keluar sebentar" lalu anda baru kembali dari pasar setelah sejam lebih. Ini adalah pondasi awal yang sangat rentan. Karena kadang orang tua berbohong tanpa disadarinya. Tapi, bagi anak, ini adalah memori yang akan tertanam kuat.

Jika anda melakukan ini secara terus menerus, jangan kaget jika nantinya anda akan mendapati anak anda mengatakan dia habis makan kue, padahal ia makan gula-gula secara sembunyi-sembunyi di kamar karena tahu anda akan melarangnya memakan gula-gula itu.

Jadi, mulailah bersikap jujur kepada anak-anak anda sejak dini. 

2. Respon Positif Pembicaraan dengan Anak

Tabiat anak-anak adalah senang bercerita dengan kedua orang tuanya. Bagi mereka, orang tua sudah seperti idola dalam kehidupan mereka. Apapun tentang orang tuanya selalu menarik. Setiap hal kecil pun akan memicu antusiasme mereka untuk menceritakan hal itu kepada orangtuanya.

Namun, mengapa kemudian ada anak-anak yang menjadi sangat aktif bercerita dengan teman-temannya, tapi sangat pendiam dengan orang tuanya? Mungkin saja selama ini orangtua telah melakukan kesalahan dalam merespon cerita anak-anaknya.

Coba diingat kembali, apakah anda pernah merasa sangat malas merespon pembicaraan anak? atau justru anda meresponnya negatif, misalnya dengan memarahinya dan menghardiknya? Atau anda berpura-pura mendengarkannya, namun mata dan hati anda tertuju pada smartphone yang sedang ada di genggaman anda?

Semua hal itu akan menurunkan antusiasme anak-anak anda. Parahnya, anda akan sangat menyesalinya ketika mereka telah dewasa dan anda sama sekali tidak bisa lagi bercerita kepada mereka dengan alasan mereka sibuk atau yang lainnya.

Oleh karena itu marilah kita perbaiki komunikasi dengan anak-anak kita. Masih ada waktu sebelum mereka dewasa. Mari kita minta maaf kepada anak-anak kita atas kesalahan-kesalahan kita yang begitu banyak dalam pengasuhan. Semoga Allah menganugerahkan kepada kita anak-anak sholeh yang menjadi aset dunia akhirat kita.


Share:

Tuesday, June 25, 2019

Adab Bertamu : Masuk dalam Keadaan Buta dan Keluar dalam Keadaan Bisu



Manusia adalah makhluk sosial. Salah satu ciri makhluk sosial adalah saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Tanpa adanya interaksi dengan orang lain, manusia tidak akan mampu bertahan hidup. Oleh karena itu, setiap individu harus memperhatikan posisinya masing-masing di dalam interaksi ini.

Salah satu yang menjadi kebiasaan kita sehari-hari adalah bertamu ke rumah orang lain. Entah hal itu sering dilakukan, misalnya bertamu ke rumah tetangga karena ada keperluan, atau bertamu ke rumah kerabat dekat. Atau pun juga bertamu yang dilakukan dalam jangka waktu yang agak lama misalnya mengunjungi keluarga saat mudik lebaran atau bertamu ke rumah teman lama. Semua itu pasti akan kita jumpai dalam masa kehidupan kita.

Fakta yang terjadi selama ini adalah ketika bertamu ke rumah orang lain ada adab yang terlupakan. Alhasil, bertamu yang harusnya mendatangkan manfaat bagi yang berkunjung maupun yang dikunjungi justru yang terjadi malah mudhorot yang didapatkan. Salah satu kebiasaan buruk yang terjadi selama ini adalah bergosip tentang orang yang dikunjungi, baik mengenai rumah, keluarga, makanan, atau apapun yang mengenai si tuan rumah.

Mulai sekarang kita harus mengubah kebiasaan buruk bergosip usai bertamu. Ada dua adab utama yang perlu ditekankan kepada diri sendiri, juga perlu diajarkan kepada anak-anak sejak dini, mengenai bertamu ke rumah orang lain.

Pertama, masuk dalam keadaan buta. Maksudnya adalah ketika masuk ke dalam rumah orang lain maka tutuplah mata kita dari memperhatikan seisi rumah si tuannya. Sampaikanlah hajat bertamu seperlunya lalu segeralah pulang setelah hajat kita selesai. Dengan begitu, tak ada lagi celah yang akan dijadikan bahan untuk bergosip.

Kedua, Keluarlah dalam keadaan bisu. Layaknya orang yang bisu, kita menjadi orang yang tak mampu berbicara tentang apa-apa yang terjadi di rumah orang yang kita kunjungi. Apapun yang lolos dari pandangan kita di rumah orang lain tak boleh lolos dari lisan kita untuk menggosipkannya.

Ketika adab telah menghiasi setiap tingkah laku kita maka berkah akan hadir dalam setiap interaksi yang kita lakukan dengan orang lain. Marilah kita memulai dengan adab untuk setiap aktifitas yang kita lakukan.


Share:

Monday, June 24, 2019

Rahasia Luar Biasa dari Anjuran Menyambung Silaturahim

Silaturahim berasal dari bahasa arab yang terdiri dari dua kata yaitu shilah dan ar rahim. Shilah memiliki makna menyambung. Sedangkan ar rahim merujuk kepada rahim seorang wanita, yakni karib kerabat. Jadi silaturahim adalah menyambung hubungan dengan karib kerabat.

Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menyambung hubungan karib kerabat misalnya dengan saling mengunjungi satu sama lain, atau dengan saling berkirim hadiah, ucapan yang baik dan semisalnya. Di zaman ini bahkan lebih mudah lagi untuk menyambung tali silaturahim, misalnya dengan saling menghubungi lewat telpon atau terkoneksi di sosial media.

Silaturahim di dalam agama islam sangat dianjurkan. Seperti firman Allah dalam surah An-Nisa ayat 1 yang artinya : Hai sekalian manusia, bertakwalah kamu kepada Tuhan yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptkan istrinya, dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan namaNya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.

Mengapa silaturahim sangat dianjurkan? Karena ternyata terdapat manfaat yang luar biasa bagi kehidupan kita. Ada manfaat yang langsung bisa terindra dan ada pula manfaat yang baru akan kita rasakan setelah jangka yang panjang.

Inilah rahasia luar biasa dari anjuran menyambung silaturahim.

1. Menjadi sebab rezeki dan panjang umur

Sebagaimana dalam sebuah hadist Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahim" (Muttafaqun 'alaih)

2. Mendapatkan pahala yang besar

Dalam sebuah hadist Bukhori, dari ummul mukminin maimunah bahwasanya ia berkata :" Wahai Rasulullah, tahukah engkau bahwa aku telah memerdekakan budakku?. Nabi bertanya, apakah engkau telah melaksanakannya? Ia menjawab, ya. Nabi bersabda, seandainya engkau memberikan itu pada paman-pamanmu, maka itu lebih besar pahalanya.

Dari hadist tersebut kita mengetahui bahwa menyambung silaturahim lebih besar pahalanya dibandingkan dengan membebaskan seorang budak.

3. Jalan menuju Surga

Memutus silaturahim menjadi penyebab seseorang terhalang dari surga. Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidaklah masuk surga orang yang suka memutus (tali silaturahim)." Dengan demikian, maka menyambung silaturahim menjadi jalan untuk menuju surga.

Setelah mengetahui rahasia dari silaturahim ini maka sudah saatnya kita mulai membuat rencana untuk menyambung silaturahim dengan karib kerabat yang kita miliki. Mulailah dari kerabat yang paling dekat terlebih dahulu. Karena semakin dekat hubungan kekerabatan maka semakin besar pula pahala yang akan kita dapatkan. Manfaatkan semua fasilitas yang kita miliki termasuk kecanggihan teknologi untuk segera menyambung tali silaturahim. Semoga Allah merahmati kita semua.

Share:

Sunday, June 23, 2019

Sabarlah Menantinya Hijrah Wahai Para Istri



Hijrah dapat diartikan sebagai pindah. Pindah dari satu daerah ke daerah lain bisa dikatakan hijrah. Pindah dari keadaan yang buruk ke keadaan yang lebih baik pun bisa dikatakan sebagai hijrah. Sedangkan dalam sejarah Islam, hijrah adalah peristiwa perpindahan Rasulullah saw beserta sahabat-sahabatnya dari Mekkah menuju Madinah. Momen itu kemudian dijadikan sebagai penanggalan kaum muslimin. Penanggalan Hijriah.

Fonemana hijrah saat ini sangat terasa sekali. Kita lihat di berbagai media banyak sekali artis-artis yang kemudian memilih jalan hijrah. Saya sendiri pun merasakan aura hijrah begitu dekat di sekitarku. Banyak sekali teman-teman lama yang saat bertemu ternyata penampilannya sudah berubah, mereka pun alhamdulillah ternyata sudah mengikuti kajian.

Di dalam rumah sendiri, saya mulai mencium aroma hijrah dari paksu. Alhamdulillah sekarang dia sudah memiliki teman-teman mesjid yang setia. Berawal dari situ kini dia mulai aktif mengikuti kajian-kajian islam. Dia pun mulai memperbaiki bacaan al-Qur'annya dengan mempelajari makharijul huruf. Alhamdulillah. Tiba masanya bagi paksu untuk hijrah.

Perjalanan hijrah ini bukanlah sebuah proses yang singkat. Setelah hampir memasuki usia pernikahan 8 tahun barulah ada keinginannya untuk hijrah. Saya teringat masa dulu ketika hampir setiap hari saya mengajaknya ikut kajian tapi selalu enggan dihadirinya. Katanya dia tidak srek dengan harokah yang ku ikuti. Ketika saya memintanya mengikuti harokah lain yang ia sukai, ia pun masih enggan. Siapa yang menyangka, jalan hidayah itu justru datang dari harokah yang tidak pernah saya perhitungkan sebelumnya. Tapi apapun itu selama masih bermanhaj ahlussunnah wa jamaah saya pasti akan mendukung hijrahnya. 

Dari kisah ini ada sebuah pelajaran penting dari makna hijrah yang ingin saya bagi dengan anda semua. Mungkin saja kita memiliki kisah yang sama. Apalagi bagi seseorang yang telah mengikuti kajian sedangkan pasangannya belum, hal ini kadang menjadi kegelisahan tersendiri. 

Hal pertama yang harus kita pahami adalah bahwa pasangan kita adalah cerminan diri kita. Ketika kita baik , makaAllah tidak mungkin menjodohkan kita dengan seseorang yang buruk. Oleh karena itu sambil menunggu datangnya hidayah pada pasangan kita maka teruslah memperbaiki diri menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.

Kedua, jangan pernah putuskan doa. Sebagaimana kita ketahui, doa adalah senjata terkuat seorang muslim. Teruslah doakan pasangan kita agar mendapatkan hidayah. Karena sesungguhnya hidayah itu adalah hak milik Allah sepenuhnya. Allah lah yang Maha membolak-balikkan hati manusia. Sabarlah dalam doa karena Allah malu ketika ada hambaNya yang meminta sedang Dia tidak mengabulkannya.

Semoga kita semua mendapatkan kehidupan keluarga yang bahagia dunia akhirat dengan hijrahnya para qawwam. Aamiin.
Share:

Saturday, June 22, 2019

4 Manfaat Menulis di Blog yang Perlu Ibu Tahu



Menulis sudah terbukti memiliki banyak sekali manfaat. Entah ibu memiliki bakat dalam menulis atau tidak, tetap saja menulis harus ibu lakukan. Salah satu manfaat besar dari menulis adalah sebagai terapi diri. Ibu masih ingat? Saat masih sekolah dulu mungkin kebanyakan dari kita memiliki buku diary kemudian menuangkan segala perasaan kita pada buku tersebut. Setelah itu, perasaan kita menjadi sangat lega.

Menulis juga menjadi anjuran dari Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam. Di dalam sebuah hadist, beliau bersabda "Ikatlah ilmu dengan tulisan". Generasi islam sejak dahulu hingga sekarang, telah banyak sekali menghadirkan kitab-kitab yang dijadikan rujukan ilmu. Hal tersebut dimulai dari kegiatan menulis.

Setelah adanya perkembangan teknologi yang cukup pesat seperti saat ini, banyak sekali alternatif tempat menuangkan tulisan yang bisa ibu pilih, salah satunya adalah blog. Kenapa blog menjadi pilihan yang terbaik karena ibu bisa mendapatkan banyak manfaat plus bisa ibu dapatkan.

Berikut ini beberapa manfaat menulis di blog yang perlu ibu tahu.

1. Mengasah Kemampuan Menulis

Ada yang bilang kemampuan menulis adalah bakat. Tapi saya percaya tidak ada satu pun kemampuan di dunia ini yang tak bisa dipelajari. Menulis adalah salah satunya. Meskipun ibu berbakat namun tak pernah latihan maka bakat itu akan tenggelam. Sedangkan meskipun ibu tak memiliki bakat menulis namun sering latihan maka dengan sendirinya kemampuan menulis ibu akan terus mengalami perubahan menjadi lebih baik.

2. Berbagi Pengetahuan

Menulis di blog menjadi sarana untuk berbagi pengetahuan dengan orang lain. Kita tidak pernah tahu mungkin saja di luar sana ada yang sedang membutuhkan informasi yang sedang kita tulis. Oleh karena itu, ketika kita mulai menulis maka itu adalah awal untuk berbagi ilmu.

3. Membangun Jaringan

Melalui tulisan di blog ibu bisa membangun jaringan dengan orang lain. Misalnya ketika ibu menulis dengan tema keluarga, maka ibu akan mendapatkan pembaca yang juga tertarik dengan tema tersebut. Secara tidak langsung ibu telah membangun pertemanan dengan pembaca anda melalui informasi-informasi yang anda sajikan dalam tulisan anda.

4. Menghasilkan Uang Secara Online

Banyak cara untuk menghasilkan uang melalui internet. Salah satunya lewat blog. Bagaimana caranya menghasilkan uang lewat blog? Ibu bisa menjual produk melalui blog atau ibu bisa mendaftarkan blog ibu di google adsense. Sungguh sebuah cara mudah dan menyenangkan jika ibu sudah mencobanya.

Setelah Mengetahui manfaat menulis di blog, kini saatnya ibu mulai menulis di blog ya. Karena sebanyak apapun teori yang kita ketahui tanpa adanya aplikasi maka sama saja percuma. Keep Trying moms 😁😁


Share:

Thursday, June 20, 2019

3 Cara Menjadi Ibu yang Tetap Waras

Menjadi ibu adalah sebuah nikmat yang diberikan Allah subhanahu wa ta'ala. Di luar sana banyak sekali pasangan suami istri yang menginginkan hadirnya seoarang anak agar mereka bisa menjadi ayah dan ibu, namun belum Allah berikan kesempatan untuk itu. Oleh karena itu, nikmat itu harus selalu disyukuri ya bu.


Seiring berjalannya waktu, kenikamatan yang dinanti-nanti itu kemudian menjadi sebuah ujian. Karena ketika anak-anak mulai tumbuh dan berkembang, mereka menjadi sangat aktif dan kadang sedikit "merepotkan". Apalagi jika anak yang kita miliki lebih dari satu orang, maka kekacauan pun semakin terasa. Hal itu kadang membuat ibu menjadi stress dan akhirnya marah-marah. Bahkan kemarahan itu bisa sampai dilampiaskan kepada anak baik dalam bentuk omelan, bentakan hingga sampai pada kekerasan fisik. 

Lalu bagaimana caranya agar ibu bisa tetap waras menjalani keseharian dengan anak-anak? Berikut ini ada beberapa tips yang bisa ibu coba di rumah.

1. Perbaiki Niat


Segala sesuatu tergantung niat. Niat adalah bahan bakar penggerak aktifitas manusia. Untuk menjadi ibu yang tetap waras ibu harus memperbaiki niat. Ibu harus menyadari bahwa anak-anak adalah amanah dari Allah subhanahu wa ta'ala yang nanti akan dimintai pertanggung-jawaban.

2. Mengingat Masa Penantian Kehadiran si Buah Hati


Ketika dirasa suasana sudah semakin kacau dan ibu merasa kewarasan ibu sisa beberapa persen saja, hehe, cobalah mengingat masa-masa dimana ibu sangat menantikan kehadiran si buah hati. Ingatlah ketika dia menangis untuk pertama kali. Betapa bahagianya ibu saat itu. Semoga kebahagiaan saat itu bisa ibu hadirkan kembali sehingga ibu pun berbahagia melihat perkembangan anak-anak saat ini.

3. Me Time


Kewarasan yang semakin berkurang mungkin adalah tanda bahwa ibu perlu menepi sejenak. Mungkin inilah waktu yang tepat untuk me time. Ibu tidak harus berlama-lama dengan itu. Meneguk teh hangat ditemani biskuit cokelat di sudut ruangan mungkin akan memperbaiki mood ibu. Atau ibu bisa melakukan hobi ibu. Atau Ibu bisa menulis diary untuk meluapkan emosi ibu, hehe.

Itulah sedikit tips agar ibu tetap menjadi waras di rumah. Karena sesungguhnya rumah yang bahagia berasal dari ibu yang bahagia. Semoga ibu ibu semua tetap menjadi ibu yang terus berbahagia mendampingi buah hati di rumah. 

salam sayang.
Share:

Mencetak Generasi Unggul



Apakah inti dari sebuah keluarga? Kadang banyak diantara kita yang memutuskan menikah dan membangun keluarga namun tak memahami esensi keluarga. Padahal pemahaman awal adalah pondasi yang sangat penting untuk kesuksesan keluarga kita. Karena memiliki pemahaman akan membuat kita lebih kokoh dalam menghadapi cobaan yang akan menerpa.

Keluarga adalah unit terkecil dari sebuah masyarakat tempat mencetak generasi unggul yang akan menjadi khalifah di muka bumi. Jadi tujuan dari berkeluarga memang untuk menghasilkan generasi unggul. Seperti yang terjadi pada masa Rasulullah dan setelahnya. Dimana pada saat itu lahir generasi generasi yang luar biasa di usia yang sangat muda.

Kita tentu mengenal Usamah bin Zaid. Beliau telah menjadi pemimpin pasukan ketika berusia 18 tahun. Lalu ada Zaid bin Tsabit yang diusianya baru menginjak 13 tahun sudah mampu menguasai bahasa Suryani dalam waktu 17 malam kemudian menjadi penerjemah Rasulullah.

Kemudian siapa yang tidak mengenal Muhammad Al Fatih, sang penakluk konstantinopel. Beliau telah membuktikan bisharoh Rasullah di usia yang sangat muda yakni 22 tahun. Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda “Sesungguhnya akan dibuka kontantinopel, sebaik-baik pemimpin adalah yang memimpin saat itu, dan sebaik-baik pasukan adalah pasukan perang saat itu.”

Mari kita bandingkan generasi terdahulu dengan generasi yang sekarang. Anda jangan berpikir bahwa tidak adil membandingkan generasi dahulu yang dididik langsung oleh Rasulullah. Tentu sangat adil, karena Al-Qur’an yang dahulu masih sama dengan yang sekarang. Begitu pula dengan sunnah-sunnah Rasulullah masih utuh hingga sekarang.

Kita lihat, ketika generasi dulu di usia yang sangat muda sudah mencetak prestasi tetapi generasi kita di usia 18 tahun masih duduk di bangku SMA. Atau maksimal sudah masuk universitas semester awal. Kita belum jadi apa-apa. Bahkan memikirkan masa depan pun masih samar. Sebenarnya apa yang salah? Kita selama ini hanya mengikuti sistem pendidikan yang entah sumbernya dari mana, yang sudah terbukti gagalnya, tapi masih terus dipertahankan hingga kini. Padahal sistem pendidikan yang dibawa oleh Rasulullah adalah sistem yang simple, mudah diterapkan dan hasilnya sangat memuaskan.

Sebagai orang tua, mulai sekarang kita sudah harus memikirkan tentang pendidikan anak-anak kita. Tentu idaman setiap orang tua adalah menghasilkan anak-anak yang berkualitas. Karena itu kita harus kembali kepada tuntunan Rasulullah sembari berdoa kepada Allah subhanahu wa ta’ala agar diberi kemudahan pada setiap langkah pendidikan anak-anak kita.

Share:

Followers

Total Pageviews