Perbedaan adalah hal yang sudah menjadi sunnatullah. Baik itu perbedaan jenis kelamin, perbedaan warna kulit, Perbedaan suku, bahasa hingga agama. Sudah sewajarnya kita menerima semua perbedaan itu karena memang Allah lah yang telah menciptakannya sebagai sebuah seni kehidupan. Bayangkan saja jika di dunia ini semuanya sama, alangkah membosankannya hidup ini, datar dan sangat tidak menarik.
Kendati perbedaan adalah sebuah keniscayaan, namun seringkali terjadi berbagai macam konflik karena tak bisa menerima perbedaan itu. Tak jarang konflik itu sampai memakan korban harta dan jiwa. Sangat disayangkan sekali. Karena itulah, sudah seharusnya kita mulai belajar untuk menerima sebuah perbedaan tanpa harus ada konflik lagi. Kita pun perlu mengajarkan kepada anak-anak kita bagaimana menerima sebuah perbedaan.
Tiba-tiba saya teringat diskusi dengan kakak Zahra dan adik maryam kemarin sore. Jadi, kita sama-sama lagi nonton film bollywood. Terus disitu kan ada adegan dimana si pemeran wanita memakai pakaian khas india. Terus si kakak bilang, "Ma, itu keliatan pusarnya (baca: pocinya _ bahasa bugis)." Sejenak saya terdiam. Saya harus berhati-hati untuk menjelaskan hal ini kepada anak usia 5 tahun.
Lalu, saya pun berusaha untuk menjelaskannya sesuai kemampuan dan ilmu yang saya miliki sambil berharap Allah membukakan pintu pemahaman anak ini. Sesekali si adik pun ikut menimpali protes si kakak. Saya katakan kepada mereka bahwa orang-orang itu beda dengan kita. Mereka orang india yang beragama hindu. Sedangkan kita orang indonesia yang beragama islam. Di sana mereka boleh berpakaian seperti itu. Kalau kita tidak boleh, kita harus menutup aurat karena itulah pakaian terbaik kita.
Rupanya jawabanku memicu pertanyaan baru. Si kakak ini memang sering menanyakan pertanyaan kelas berat menurutku. Seperti misalnya, "Mak, kenapa manusia mati?" atau dulu juga pernah bertanya "Mak, ada kah baju princess di surga?". Ada beberapa pertanyaan kelas berat yang sudah pernah ditanyakannya, sayang saya sudah lupa sebagian. Kadang saya dan suami pake adegan lirik-lirik mata karena pertanyaannya si kakak ini, heheh.
Nah, pertanyaan selanjutnya "Mak, kalau ketemu ki sama dia (orang india itu) boleh tidak tutup aurat?". Jadi maksudnya kalau kita ketemu dengan orang yang berpakaian tidak sama dengan kita, maka kita boleh mengikuti cara berpakaian mereka supaya kita sama dengan mereka. Saya pun kembali menjawab sesuai kemampuanku. Saya coba jelaskan bahwa jika kita bertemu mereka, maka kita tetap berpakaian seperti biasa dan mereka pun tetap berpakaian seperti biasa. Kita memang beda, tapi boleh tetap bertemu.
Memang tidak mudah memberi pemahaman kepada seorang anak kecil yang akalnya belum sempurna. Namun dari kegiatan sehari-hari, kita bisa mengambil pelajaran. Terutama buat keluarga yang memilih homeschooling, aktifitas sehari-hari adalah bahan belajar. Ketika anak sudah mulai pandai bertanya, artinya rasa ingin tahunya sudah semakin besar. Inilah jalan bagi kita untuk menanamkan ilmu dan akhlak kepada anak-anak kita. Semoga saja harapan kita akan kesholihan anak-anak kita diwujudkan oleh Allah yang Maha Kuasa. Semoga anak-anak kita memahami indahnya perbedaan sehingga akan membantu kehidupan mereka kelak.







Orangtua harus bisa jadi contoh...^_^
ReplyDeleteKeren2 tips berkeluarga disini, mantap min
ReplyDeleteTulisan menarik.
ReplyDeleteJngngkan anak anak, orang dewasa sj kadang masih sulit menerima perbedaan.
bikin lanjutannya kak tentang "bagaimana menjelaskan perbedaan kepada orang dewasa" hehehe
Kayaknya susah menjelaskan ke orang dewasa, soalnya udah terlanjur punya basic knowledge.. mengisi gelas yang kosong lebih mudah dari pada menbersihkan gelas yg udah terlanjur kotor.. hehe
Deleteboleh juga di terapkan
ReplyDeletePerbedaan memang hal yang sangat sensitif, semoga setelah ini saya semakin bisa menjelaskannya dengan bijak kepada siapapun
ReplyDeletePeebedaan memamg sering kali membuat perpecahan, namun bila disikapi dengan dewasa akan lebih baik
ReplyDeleteRasa ingin tahunya sedang berkembang bu. Harus hati-hati dan sabar membimbingnya.
ReplyDeletemenambah wawasan di bidang parenting nih mbak, mantap, sukses selalu mbak, panduebook.
ReplyDeletePenting ini, kalau tidak dijelaskan sejak dini, takutnya mereka tidak tahu, dan malah mencari tahu dengan cara yang salah :)
ReplyDeleteTerimakasih sudah berbagi pengalaman dan pengetahuannya.
ReplyDeleteMemang benar dengan kondisi jaman seperti ini kita harus mendidik anak anak generasi muda khususnya untuk menghadapi sebuah perbedaan
ReplyDeleteBetul sekaliii
ReplyDeletelirik-lirik matanya bisa ditiru
ReplyDeleteelvanditama
Haha.. boleh boleh
Deletenumpang promote ya min ^^
ReplyDeletebosan tidak tahu harus mengerjakan apa ^^
daripada begong saja, ayo segera bergabung dengan kami di
F*A*N*S*P*O*K*E*R cara bermainnya gampang kok hanya dengan minimal deposit 10.000
ayo tunggu apa lagi buruan daftar di agen kami ^^
|| WA : +855964283802 || LINE : +855964283802 ||