Belajar, berbagi dan bercerita tentang apa saja

Showing posts with label Bisnis. Show all posts
Showing posts with label Bisnis. Show all posts

Wednesday, February 10, 2021

Ide Bisnis di Era Pandemic


Kita berada di era pandemic lebih dari setahun lamanya. Banyak hal yang berubah. Yang sebelumnya kita tak membatasi diri untuk beraktifitas di luar rumah, sekarang semuanya serba terbatas. Dulu kita bebas menghirup udara segar, kini kemana-mana kita harus memakai masker yang kadang membuat kita sesak sendiri. Dulu malas cuci tangan, kini menjadi hal yang wajib dilakukan. Semuanya serba berbeda.

Karena pandemic, bukan hanya kebiasaan manusia yang dirubah. Akan tetapi imbas dari pandemic meluas hingga mengancam perekonomian banyak pihak. Karena tak sebebas dulu, banyak kegiatan perekonomian yang akhirnya harus ditutup entah sampai kapan. Banyak perusahaan yang memangkas jumlah karyawannnya karena kegiatan produksi pun tak sebanyak dulu lagi. Akibatnya banyak orang kehilangan sumber pendapatannya. Banyak yang menderita kelaparan karena tabungan pun sudah habis untuk biaya hidup selama pandemic.

Keadaan memang sedang tidak baik-baik saja. Begitulah yang kita rasakan saat ini. Tapi bukan berarti kita menyerah. Selalu ada jalan bagi orang yang ingin berusaha. Seperti sekarang ini, saat tak ada berpenghasilan akibat PHK maka kita bisa mencoba cara lain untuk tetap mendapatkan uang. 

Kali ini saya ingin berbagi beberapa ide yang sudah saya coba dan terbukti tetap membuat saya berpenghasilan di musim pandemic. Ide bisnis yang sangat cocok untuk keadaan saat ini. Silahkan disimak.

1. Membuka Usaha Kuliner

Salah satu usaha yang cocok untuk era pamdemic adalah usaha kuliner. Usaha ini selain bisa menghasilkan uang juga bisa membuat kita tak perlu lagi mengeluarkan uang untuk makan kita sekeluarga. Usahanya pun cukup mudah. Kita hanya perlu melihat peluang makanan apakah yang paling disukai oleh orang sekitar kita.

Ada dua jenis makanan yang bisa kita pilih. Makanan berat seperti nasi dan lauk pauknya. Yang kedua adalah jajanan. Saya sendiri memilih membuat jajanan dan menitipkannya di toko kue. Omzet perhari yang saya dapatkan antara 200.000 hingga 400.000 dengan profit rara-rata sebesar 100.000 hingga 230.000.

Salah satu tantangan dari usaha ini adalah kemampuan memasak kita yang masih kurang. Namun jangan khawatir karena hal ini bisa dilatih dengan cara sering menonton tutorial memasak di youtube dan semisalnya. Sering latihan memasaj akan membuat hasil masakan kita lama-lama menjadi enak. Dengan begitu pelanggan lah yang akan mencari kita.

2. Bisnis Online

Salah satu usaha yang saya geluti saat ini adalah bisnis online. Saya memanfaatkan media sosial yang saya miliki untuk menambah penghasilan saya. Dari pada cuma update status palsu mending juga dipake update status jualan yang berujung closing. Iya kan, hehe.

Dalam memilih bisnis online pun harus ada pertimbangan khusus ya. Jangan asal ikut bisnis online. Nanti capek sendiri tapi tak dapat hasil. Kan rugi.

Jadi apa saja yang perlu dipertimbangkan?
Pertama, pilih bisnis yang gratis pendaftarannya. Dengan begitu, kita tidak perlu mengeluarkan modal apapun dalam memulai bisnis. Contohnya menjadi marketer. Marketer adalah menjualkan barang milik orang lain tanpa harus nyetok barang. Kita mendapatkan komisi dari setiap barang yang laku kita jual.

Kedua, pilih bisnis non MLM. Kita harus mencari bisnis yang real bukan MLM. Kenapa saya tidak menyarankan bisnis MLM karena selain bisnis MLM sudah diharamkan MUI, bisnis seperti ini juga membuat kita lelah dengan terus mencari downline. Lebih baik cari bisnis yang jelas produknya karena setiap barang yang berhasil kita jual kita mendapatkan real komisi.

Ketiga, pilih bisnis yang menyediakan fasilitas pembinaan kepada membernya. Kenapa perlu memilih jenis bisnis ini karena bisnis online membutuhkan ilmu marketing yang tidak sedikit. Untungnya saat ini sudah banyak bisnis yang menawarkan bimbingan kepada resellernya secara gratis. Nah sekarang kita hanya perlu memilih bisnis apa yang paling cocok dengan kita, apakah itu bisnis fashion, kosmetik, peralatan rumah tangga atau yang lainnya.

3. Bisnis Travel, Pulsa dan PPOB

Ini adalah salah satu bisnis yang tidak ada matinya. Bisnis yang menyediakan jasa yang dibutuhkan banyak orang sepanjang waktu. Misalnya pulsa. Siapa sih yang saat ini tidak butuh pulsa? Semua orang yang memiliki handphone tentu butuh pulsa.

Selain dibutuhkan banyak orang, bisnis ini juga bisa dijalankan secara online maupun offline. Untuk offline, kita tidak perlu membuat kios. Kita bisa memanfaatkan ruang tamu kita sebagai kios kita. Jangan lupa cetak spanduk dan pasang di depan rumah agar orang lain tau kita membuka usaha travel,pulsa dan ppob.

Untuk online, manfaatkan media sosial kita seperti facebook dan whatsapp untuk mempromosikan usaha yang kita miliki. 

Jadi, itulah ide bisnis yang bisa saya bagikan saat ini. Saya sudah menjalankan semua usaha ini dan Alhamdulillah kami tak sedikit pun kekurangan meski di musim sulit seperti saat ini. Semoga ide yang saya bagikan ini bermanfaat untuk anda. Selamat mencoba. 🙂

Share:

Friday, December 11, 2020

Agar Bisa Bertahan di Tengah Corona

Sudah berapa lama kita hidup di tengah gempuran virus covid-19? Mungkin jawabannya beda-beda. Kalau saya sendiri, corona mulai berefek di akhir bulan maret 2020. Imbasnya puasa dan lebaran jadi sangat berbeda dari sebelum-sebelumnya. Rasanya sedih banget tau. Hiks.



Corona memang membawa perubahan besar. Selain ke keadaan sehari-hari dimana aktifitas dibatasi, keluar harus pakai masker, harus cuci tangan, corona juga sudah membuat banyak orang kehilangan mata pencaharian. Banyak yang harus WFH bahkan sampai PHK.


Sampai desember sekarang ini, keadaan belum banyak berubah. Bahkan mungkin semakin sulit. Kabarnya keadaan akan kembali normal di januari 2021 sepertinya masih jauh rimbanya. Korban masih berjatuhan. Ekonomi pun semakin melemah bahkan hutang negara semakin meroket.


Jadi kita harus gimana dong? Haruskan kita menyerah dengan keadaan ini? Saya bilang No. Sebagai muslim tidak ada kata menyerah dalam kamus kita. Lalu apa yang harus kita lakukan? 


Yuk ikuti tips-tips berikut ini !


1. Berpikir positif

Yang paling pertama harus dibenahi adalah mindset. Termasuk di dalamnya adalah iman. Yakinlah bahwa apa yang terjadi sekarang ini merupakan takdir yang diberikan Allah subhanahu wa ta'ala.


Jika kita sudah yakin bahwa semua karena Allah, maka kita berbaik sangka kepada Allah bahwa kita mampu melewati semua ini. Allah takkan meninggalkan kita.


2. Mencari alternatif pemasukan

Jika kita sebelumnya adalah karyawan sebuah perusahaan lalu terkena PHK akibat corona maka sebaiknya mulai sekarang mulai memikirkan alternatif lainnya. Mungkin salah satunya dengan membuka usaha atau menjadi reseller sebuah produk atau lainnya.


Dalam mencari alternatif, sebaiknya pertimbangkan sebuah pekerjaan dengan modal seminim mungkin namun tetap bisa menghasilkan pemasukan. Intinya daput harus tetap mengepul.


3. Batasi Pengeluaran

Mulai rincikan pengeluaran apa saja yang urgen. Buat daftar dari yang terpenting hingga yang tidak penting lalu eliminasi semua pengeluaran yang tidak perlu. Hal ini bisa membuata keuangan anda bertahan lebih lama di musim pandemic ini.


4. Tawakkal

Jika semua usaha telah dilakukan, selebihnya adalah tawakkal. Kita serahkan kepada Allah semuanya. Apapun yang terjadi, semua atas kehendak Allah.


Kita berharap semoga pandemic cepat berlalu dan kita bisa menikmati kehidupan seperti dulu lagi.


Share:

Monday, December 7, 2020

Emak Harus Mulai Berbisnis

 Ini cerita terbaru dari saya. Cerita tentang bagaimana seorang emak harus mulai memikirkan untuk berbisnis. Meski mencari nafkah bukanlah tugas seorang istri, tapi tidak ada yang mengharamkan seorang istri untuk menghasilkan uang sendiri.



Pernahkah emak mendegar kisah salah satu istri Rasulullah yang giat bekerja? Lalu beliau menyedekahkan setiap penghasilan yang ia dapatkan. Beliau adalah Zainab binti Jahsy. Beliau mendapat cukup nafkah dari Rasulullah saw, namun beliau tetap giat bekerja. Hal itu dilakukan semata-mata karena kegemaran Zainab binti Jahsy ra untuk bersedekah. Jadi tidak salah ya jika ada seorang istri yang bekerja selama pekerjaan itu tidak mengganggu tugas utamanya sebagai istri dan ibu.


Apakah emak tidak kepikiran, bagaimana jika emak punya penghasilan sendiri lalu bersedekah semau emak. Mungkin emak punya mimpi bisa mengumrohkan orang tua, memberi uang bulanan kepada orang tua, dan lain-lain. Tidak ada salahnya bermimpi seperti itu.


Mulai sekarang emak harus bermimpi dulu. Tugas kita sebagai ibu rumah tangga tidak boleh menjadikan kita untuk berhenti bermimpi. Rutunitas sehari-hari mungkin membunuh kreatifitas emak, tapi mimpi akan menjadikan hidup kita lebih bergairah.


Setelah memiliki mimpi, saatnya emak mulai berpikir bagaimana caranya mewujudkan mimpi itu. Bekerja mungkin sudah tidak bisa, salah satu caranya adalah dengan berdagang atau berbisnis. 


Emak tidak usah khawatir. Saya akan lebih sering berbagi tips-tips bisnis dan hal lainnya yang dibutuhkan seorang emak pebisnis di blog ini. Semuanya gratis. Jadi stay tune terus ya mak. Kita akan bergandengan tangan mulai sekarang.


Semangat! 

Share:

Monday, July 1, 2019

Pengalaman Ikut Pendaftaran CPNS 2014 dan 2018


Ini adalah pengalaman saya mengikuti seleksi CPNS di tahun 2014 dan juga tahun 2018. Kenapa saya mengikuti di dua tahun itu, karena saya tidak lulus di tahun 2014 dan saya mencoba lagi di tahun 2018, heheh.

1. Alasan Mengikuti Seleksi CPNS

Jadi, apakah yang membuat perempuan dengan jiwa bisnis sejak kecil ini tertarik dengan pekerjaan sebagai ASN? Semua itu tidak lepas dari cita-cita kecil saya ingin menjadi guru. Bahkan ketika kuliah pun saya masih mengambil jurusan pendidikan karena sudah bertekad ingin menjadi guru ketika lulus nanti. Namun, ternyata semua tidak seperti yang saya bayangkan. 

Setelah lulus, saya dihadapkan oleh banyak fakta. Sehingga saya pun kemudian mengesampingkan niat saya untuk menjadi seorang guru. Pertama, ketika lulus, saya sedang mengandung anak pertama. Jadi buat yang belum tahu saja, saya dan suami menikah saat kami masih duduk di semester V. Nah, karena sedang hamil, saya memutuskan untuk full time home sampai kelahiran si dede bayi. Tapi ternyata setelah si dede bayi lahir, saya malah tidak tega jika harus meninggalkan dia untuk bekerja. Karena itulah niat menjadi guru pun saya urungkan.

Fakta kedua yang tidak kalah meriausakan adalah tentang gaji honorer yang sangat rendah. Ini bukan soal pengabdian atau mata duitan, tapi faktanya gaji 300 ribu sebulan tidak akan cukup untuk kami. Lalu semakin urunglah niat saya menjadi seorang guru. Saya pun kemudian banting setir ke bisnis travel.

2. Pengalaman di Tahun 2014

Tibalah di tahun 2014 dimana saya mendengar kabar bahwa pendaftaran CPNS dibuka. Saya tidak melewatkan kesempatan ini karena kebetulan untuk jurusan saya terbuka 3 peluang. Sayangnya di kabupaten saya tidak dibuka pendaftarannya. Saya terpaksa harus mendaftar di kabupaten tetangga.

Untuk mengikuti semua tahapan seleksi pendafataran CPNS tidaklah mudah. Apalagi bagi seorang ibu dengan anak kecil. Saya terpaksa harus membawa anak saya ketika membawa berkas pendafatan ke kantor BKD kabupaten. Saya harus menempuh perjalanan sekitar 5 jam untuk sampai ke tempat itu. Disana, saya harus antri beberapa jam karena banyaknya pelamar yang akan memasukkan berkas.

Setelah lulus verifikasi berkas, saatnya saya mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar. Saya kembali harus menempuh perjalanan sekitar 7 jam untuk sampai di lokasi. Saya bersyukur karena disana saya memiliki keluarga sehingga saya bisa menginap di rumahnya sambil menunggu waktu ujian. Esoknya saya menitipkan si dede bayi selama saya mengikuti ujian.

Namun, semua perjuangan itu belum membuahkan hasil sesuai yang saya inginkan. Meskipun saya lulus tes dengan nilai 324, nyatanya saya masih belum bisa lulus karena masih ada yang di atas dari saya. Intinya, tahun 2014 belum menjadi rezeki saya untuk menjadi PNS.

3. Pengalaman di Tahun 2018

Beberapa tahun berlalu. Saya tidak lagi mendengar pemerintah membuka pendafataran CPNS untuk jalur umum. Hingga pada suatu hari di tahun 2018 saya mendengar dari seorang teman kalau tahun ini pemerintah kembali membuka pendaftaran. Saya sebenarnya sudah tidak ingin mengikuti seleksi di tahun ini. Saya sudah terlanjur larut dalam bisnis travel dan tidak tertarik lagi untuk menjadi guru. 
Namun karena beberapa masukan dan pertimbangan tertentu akhirnya saya pun kembali berjuang di tahun ini, hehe.

Tahun ini , ada beberapa hal yang berbeda dari tahun 2014. Pertama, soal kuota formasi yang mengikuti unit kerja. Ini menjadi satu hal yang sangat saya sesalkan hingga hari ini. Saya kurang memahami kuota unit kerja ini sehingga saya sangat lelah mengikuti seleksi di tahun 2018 ini.

Jadi, sekarang ini, kelulusan mengikuti unit kerja yang dilamar, bukan lagi mengikuti kuota formasi. Misalnya formasi bahasa inggris di kabupaten A adalah 10 orang dengan 10 unit kerja. Jadi setiap satu unit kerja mendapat jatah 1 formasi. Jadi persaingan akan mengikuti formasi. Meskipun nilai kita tinggi dan lulus ujian, tapi formasi kita sudah ada yang lebih tinggi maka tetap saja tidak akan lulus.

Kenapa ini menjadi sebuah hal yang sangat saya sesali, karena saya harus menempuh perjalanan yang sangat jauh untuk sekedar mengambil kartu tes. Bahkan di luar nalar, saya pun harus antri hingga jam 10 malam sambil berdesak-desakan demi sebuah kartu. Ditambah lagi, untuk mengikuti tes, saya harus ke provinsi. Bolak-balik luwu makassar dalam waktu 2 hari. Sungguh melelahkan. Padahal saya bisa saja mengikuti seleksi di kabupatenku sendiri. Semua itu karena informasi yang tidak terlalu jelas akhirnya mempengaruhi semua.

Perbedaan kedua adalah tentang standar kelulusan yang semakin tinggi dimana untuk formasi guru sendiri harus mendapatkan nilai minimal 298 dengan syarat TIU 80, TWK 75 dan TKP 143. Sebenarnya standar nilai ini tidak terlalu tinggi jika soal-soalnya tidak membingungkan. Yang paling aneh adalah soal-soal TKP yang sangat aneh sehingga banyak sekali yang tidak lulus. Saking anehnya, nilai kelulusan tahun ini rata-rata dibawah 10%. Termasuk saya lah salah satunya yang tidak lulus karena kurang 3 angka di TKP. 

Ibroh yang saya rasakan dari dua pengalaman ini adalah sebaik apapun usaha kita berusaha namun Allah pulalah yang telah menentukan jalan rezeki kita. Setiap langkah akan menjadi pengalaman. Dan penagalaman adalah guru yang terbaik.

Semoga tulisan ini bermanfaat.

Share:

Sunday, December 16, 2018

Beginilah Ceritanya Saya Memilih Menjadi Pebisnis



Saya dilahirkan oleh seorang pedagang. Melalui ibu saya, saya mewarisi darah pedagang sejati. Ibu saya sejak dulu hingga usianya telah renta masih menekuni bidang perdagangan. Tidak sekali pun ibu berganti profesi. Oleh karena itu saya pun sangat akrab dengan dunia jual beli.


Sejak kecil saya sudah mencintai kegiatan berjualan. Saya ingat ketika masih duduk di bangku Sekolah Dasar dulu saya sering membawa sebungkus permen kemudian menjualnya kepada teman-teman sekelas. Saya tidak pernah disuruh oleh siapapun untuk melakukan itu. Ide itu muncul sendiri di kepala saya.


Memasuki usia SMP saya pun masih berjualan kepada teman-teman di sekolah. Objek jualan saya tidak lagi terbatas pada teman sekelas tapi lebih meluas lagi kepada orang-orang yang saya kenal di sekolah. Selain itu barang-barang yang saya jual pun tidak hanya permen saja tapi juga alat-alat tulis.  Saya merasakan kepuasan tersendiri ketika mendapatkan keuntungan  dari penjualan saya.

Saya sempat berhenti berjualan ketika SMA. Namun saya kembali melanjutkan kegiatan berjualan saat sudah menjadi mahasiswa. Saya tidak merasa malu membawa-bawa tas jualan berisi barang-barang apa saja yang sedang tren. Kadang saya menjual kipas tangan, bros-bros unik, gantungan kunci, stiker dan apa saja. Saat itu jualan online belum tren seperti sekarang namun saya sudah berani memesan barang dari bandung. Sebuah langkah yang lebih maju dibandingkan teman-teman lain yang hanya membeli barang dari toko-toko yang bisa dijangkau saja.

Saat ini saya masih menekuni dunia bisnis namun lebih serius lagi. Saya menjalankan bisnis tour and travel sejak tahun 2015 dibantu dengan suami. Selain itu kami pun membuat jajanan untuk dititipkan di toko kue. Bukan dengan porsi kecil, namun setiap hari kami membuat jajanan yang jumlahnya kadang 300 sampai 500an biji sehari. Alhamdulillah penghasilan kami lebih dari cukup setiap bulannya dari hasil kedua bisnis ini. Kedepannya kami ingin mengembangkan bisnis kami agar lebih besar lagi.

Ya, seperti itulah perjalanan bisnis yang telah aku lalui. Aku merasakan darah pebisnis memang telah mengalir di dalam diriku sejak kecil. Karena itu aku begitu mencintai jalan hidup sebagai pebisnis yang telah aku pilih, meski kadang dunia luar begitu menarik perhatianku. Insyaallah aku akan tetap istiqomah sebagai pebisnis. heheh.







Share:

Followers

Total Pageviews