Saya dilahirkan oleh
seorang pedagang. Melalui ibu saya, saya mewarisi darah pedagang sejati. Ibu
saya sejak dulu hingga usianya telah renta masih menekuni bidang perdagangan.
Tidak sekali pun ibu berganti profesi. Oleh karena itu saya pun sangat akrab dengan
dunia jual beli.
Sejak kecil saya sudah
mencintai kegiatan berjualan. Saya ingat ketika masih duduk di bangku Sekolah
Dasar dulu saya sering membawa sebungkus permen kemudian menjualnya kepada
teman-teman sekelas. Saya tidak pernah disuruh oleh siapapun untuk melakukan
itu. Ide itu muncul sendiri di kepala saya.
Memasuki usia SMP saya
pun masih berjualan kepada teman-teman di sekolah. Objek jualan saya tidak lagi
terbatas pada teman sekelas tapi lebih meluas lagi kepada orang-orang yang saya
kenal di sekolah. Selain itu barang-barang yang saya jual pun tidak hanya
permen saja tapi juga alat-alat tulis. Saya merasakan kepuasan tersendiri ketika
mendapatkan keuntungan dari penjualan
saya.
Saya sempat berhenti
berjualan ketika SMA. Namun saya kembali melanjutkan kegiatan berjualan saat
sudah menjadi mahasiswa. Saya tidak merasa malu membawa-bawa tas jualan berisi
barang-barang apa saja yang sedang tren. Kadang saya menjual kipas tangan,
bros-bros unik, gantungan kunci, stiker dan apa saja. Saat itu jualan online
belum tren seperti sekarang namun saya sudah berani memesan barang dari
bandung. Sebuah langkah yang lebih maju dibandingkan teman-teman lain yang
hanya membeli barang dari toko-toko yang bisa dijangkau saja.
Saat ini saya masih
menekuni dunia bisnis namun lebih serius lagi. Saya menjalankan bisnis tour and
travel sejak tahun 2015 dibantu dengan suami. Selain itu kami pun membuat
jajanan untuk dititipkan di toko kue. Bukan dengan porsi kecil, namun setiap
hari kami membuat jajanan yang jumlahnya kadang 300 sampai 500an biji sehari.
Alhamdulillah penghasilan kami lebih dari cukup setiap bulannya dari hasil kedua
bisnis ini. Kedepannya kami ingin mengembangkan bisnis kami agar lebih besar
lagi.
Ya, seperti itulah
perjalanan bisnis yang telah aku lalui. Aku merasakan darah pebisnis memang
telah mengalir di dalam diriku sejak kecil. Karena itu aku begitu mencintai
jalan hidup sebagai pebisnis yang telah aku pilih, meski kadang dunia luar
begitu menarik perhatianku. Insyaallah aku akan tetap istiqomah sebagai
pebisnis. heheh.






0 comments:
Post a Comment