Belajar, berbagi dan bercerita tentang apa saja

Saturday, October 19, 2019

Tak Ada Joker dalam Islam


Sudahkah anda menonton film joker? Saya sendiri belum pernah menonton filmnya. Itu karena menonton film di bioskop masih diharamkan oleh sebagian ulama karena terdapat ikhtilat di dalamnya. Saya memutuskan untuk tidak mendatangi bioskop seumur hidup saya. Lebih baik cari aman ketimbang harus menambah dosa kehidupan. Hehe. 

Kembali ke joker. Saya pertama kali mendengar film ini dari postingan seorang teman di facebook. Lalu karena penasaran, saya mencari trailernya di youtube. Alhamdulillah ketemu. Saya pun bisa sedikit memahami isi film tersebut. 

Setidaknya, dari trailer film joker, saya mengetahui bahwa sosok joker berawal dari seorang komedian dari kalangan masyarakat bawah yang terus menerus gagal meraih kesuksesan. Selain itu, pengaruh lingkungan yang menghina dan menyakiti si joker akhirnya mengubah ia menjadi sosok yang jahat. Jadilah ia si joker, musuh bebuyutan batman. 


Setelah film joker viral, muncullah quotes dari beberapa orang di media sosial. Quote yang paling terkenal mengatakan bahwa "Orang jahat lahir dari orang baik yang tersakiti". Secara latah quote ini banyak dibagikan. Kemudian banyak orang jadi memaklumi keadaan tersebut. Lalu, sebagai muslim, bagaimanakah kita harus menyikapinya? Mari kita belajar dari kisah-kisah para tokoh yang ada dalam Islam.

Pertama, kisah Rasulullah Muhammad shallallhu 'alaihi wasallam.  Beliau adalah manusia yang paling banyak disakiti oleh masyarakat di sekitarnya tatkala beliau mulai mengemban dakwah Islam. Jangankan kata-kata yang menyakitkan, bahkan serangan fisik pun sudah beliau terima. Padahal beliau berasal dari suku yang terhormat, memiliki kedudukan yang tinggi di kalangan masyarakat Arab, namun beliau tetap mendapatkan perlakuan buruk dari masyarakat. Lantas apakah beliau berubah menjadi seorang penjahat? Tentu tidak sama sekali.

Rasulullah mengajarkan kesabaran kepada kaum muslimin. Kesabaran karena landasan iman dan takwa kepada Allah subhanahu wa taala. Jadi apapun perlakuan buruk yang beliau terima takkan mengubah sosoknya menjadi orang jahat. 

Kedua, kisah nabi yusuf alaihissalam. Sejak kecil beliau sudah mendapatkan perlakuan buruk dari saudara-saudaranya. Bahkan beliau hampir kehilangan nyawanya. Lantas, apakah nabi yusuf berubah menjadi orang jahat karena pernah tersakiti? Tidak. Beliau justru bersabar dan memaafkan saudara-saudaranya.

Di dalam hidup ini kita mungkin akan sesekali mengalami kejadian-kejadian yang tidak menyenangkan bahkan menyakiti kita baik secara fisik maupun perasaan. Namun semua itu bukan alasan untuk mengubah pribadi kita menjadi orang jahat. Kita diperintahkan oleh Allah untuk bersabar terhadap hal-hal yang tidak kita sukai. Kita pun diminta untuk memaafkan kesalahan orang lain atas diri kita. Untuk itu, Allah subhanahu wa taala akan membalas kita dengan pahala yang melimpah.  Jadi takkan pernah ada Joker dalam Islam. 
Share:

Thursday, October 17, 2019

Lagi, Artis Korea Bunuh Diri




Siapa yang tak kenal dengan Korea Selatan sekarang ini. Beragam hiburan, mulai dari nyanyian, drama bahkan fashion kini kiblatnya ke korea Selatan. Saya dulu termasuk salah satu pecandu akut drama korea. Sehari tanpa drakor rasanya hidup begitu hampa. Alhamdulillah, sekarang saya sudah bertaubat 😊.

Apa yang begitu menarik dari hiburan korea? Pertama, tentu look dari aktris dan aktor mereka tentunya. Wajah yang terlihat perfect tentu sangat menjadi magnet terutama bagi kaum muda. Yang kedua, tentu dari alur drama percintaan yang disajikan. Kisah percintaan antara gadis biasa dan seorang lelaki kaya nan tampan menjadi sihir yang membutakan. Penonton drakor rela kehilangan berjam-jam waktunya hanya untuk menikmati kisah fiktif drama korea.

Kegemaran terhadap korea akhirnya menjadi sebuah euforia tersendiri. Akhirnya semua yang berbau korea akan diikuti. Termasuk gaya hidup, gaya berpakaian, gaya bicara dan gaya pacaran mereka. Norma-norma agama tak lagi diiindahkan. Yang penting diri bisa semirip mungkin dengan aktris atau aktor pujaan.

Tahukah anda, ternyata dibalik hiruk pikuk dunia hiburan korea Selatan, tersimpan sebuah sisi gelap yang amat menakutkan. Baru-baru ini publik digegerkan kembali dengan berita seorang artis cantik korsel yang bunuh diri akibat depresi. Penyebabnya ia sering dibully oleh netizen.

Kabarnya, sebelum bunuh diri itu dilakukan, si artis sudah sering keluar masuk rumah sakit karena penyakit mental yang dialaminya. Ia bahkan pernah meminta netizen untuk berhenti membullynya. Sampai akhirnya orang-orang terdekatnya pun meninggalkannya sehingga memperparah kondisi depresinya. Lalu pada 14 oktober kemarin ia ditemukan tewas bunuh diri. Kasihan sekali.

Ini bukanlah pertama kalinya ada kabar bunuh diri yang dilakukan aktris dari jagad hiburan korsel. Kasus bunuh diri sudah sering terjadi. Penyebabnya karena depresi. Baik karena tekanan kerja atau yang lainnya.

Kasus seperti ini harusnya menjadi pelajaran buat kita semua untuk tidak mengikuti apa yang datang dari hiburan korsel. Meskipun mereka begitu menarik hati, tapi sebenarnya apa yang mereka bawakan tidak sesuai dengan kehidupan kita sebagai muslim. Bahkan budaya mereka pun bertentangan dengan adat ketimuran kita.

Alangkah bijaknya jika kita memanfaatkan waktu kita untuk memperbaiki kualitas hidup kita dibanding menghabiskan berjam-jam waktu kita hanya untuk sebuah kebohongan belaka. Sesungguhnya, kita akan ditanya tentang waktu luang kita di akhirat kelak. 
Share:

Followers

Total Pageviews