Belajar, berbagi dan bercerita tentang apa saja

Saturday, November 6, 2021

Belajarlah Berkata Baik atau Diam

Kita berada di era dimana kebebasan berpendapat sangat menonjol. Adanya media sosial yang beraneka ragam membuat kebebasan ini semakin tak terkendali. Bahkan ranah berbicara ini sudah sampai di luar batas.

Coba kita lihat, semua orang bebas berpendapat, bebas mendukung siapa saja, tapi juga bebas menghujat siapa saja. Kadang orang tak merasa, bahwa ia sebenarnya telah mengkritik secara tajam terhadap orang lain yang bahkan tak ia kenal sama sekali. Hal-hal buruk dengan cepat menjadi viral dan semua orang senang berkomentar.

Lihatlah sekarang ini, bahkan anak-anak kecil pun sudah pandai mengeluarkan kata-kata buruk, umpatan, bahasa binatang, semua karena kata-kata itu bebas di media sosial. Seseorang mengomentari orang lain tanpa sedikit pun empati. Tanpa sadar, dia telah merusak mental orang lain. 

Kita harus melakukan sesuatu untuk memutus mata rantai keburukan ini. Dimulai dari diri kita sendiri. Yang harus dilakukan pertama kali adalah mengontrol apa yang ingin kita katakan. Pikirkanlah sebelum kata-kata itu keluar. Apakah dia baik? Apakah sudah pantas mengatakan itu ? Apakah orang lain takkan terluka dengan semua kata-kata itu? Apakah bermanfaat kata-kata itu?

Ada sebuah pepatah mengatakan berkatalah yang baik atau diam. Benarlah pepatah itu untuk diterapkan saat ini. Kita harus memikirkan apakah perkataan kita baik atau tidak. Perkataan baik adalah perkataan yang benar atau bermanfaat. Jika tidak bisa, maka diamlah. Tak perlu berkomentar, tak perlu sok menasehati, tak perlu menghujat.

Diam adalah senjata yang ampuh untuk mengendalikan kejahatan lisan. Diam membantu kita mengontrol emosi. Diam menandakan kecerdasan. Diam adalah emas.

Nasehat terakhit yang perlu kita renungkan adalah "kita memang tak bisa mengontrol apa yang orang lain katakan namun kita bisa mengontrol respon kita terhadap perkataan itu. Pun kita juga bisa mengontrol apa yang keluar dari mulut kita."



Share:

Friday, November 5, 2021

Tiba-tiba Merasa Hampa dan Kosong, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Pernahkan dalam menjalani hidup ini, tiba-tiba anda merasa kosong. Perasaan anda hampa. Tiba-tiba ingin menangis padahal tidak tejadi apa-apa. Saat perasaan hampa melanda, badan menjadi lemas. kita tidak memiliki semangat dalam menjalani aktifitas sehari-hari.

Perasaan hampa dan kosong yang tiba-tiba menyerang tentu saja memiliki penyebab. Apakah penyebabnya dan bagaiamana cara mengatasinya? Simak uraian berikut ini.

Penyebab Rasa Hampa

Ada beberapa hal yang menyebabkan rasa hampa. Seperti misalnya perpisahan dengan orang yang disayang, pengalaman traumatis di masa lalu, tekanan dalam waktu yang lama, konsumsi minuman beralkohol, atau bahkan karena anda mencapai puncak kehidupan anda sehingga motivasi anda menghilang, akhirnya hati anda menjadi hampa.

Ada juga penyebab rasa hampa yang jarang disadari oleh manusia yakni ketika kondisi kita sedang berada jauh dari Tuhan. Kita memang tetap melaksanakan ibadah, namun hati kita tidak hadir ketika sedang beribadah. Oleh karena itu, hati kita menjadi kosong dan hampa.

Rasa hampa dan kosong bisa menjadi hal yang biasa namun jika dibiarkan akan membuat penderitanya menjadi depresi. Oleh karena itu lakukan beberapa hal berikut ini agar kamu bisa menepis rasa hampa dan bisa kembali menghadirkan semangat dalam menjalani hidup.

Cara Mengatasi Rasa Hampa

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menghilangkan rasa hampa.

1. Beribadah dengan sepenuh hati

Hadirkan hati ketika beribadah. Ibadah adalah salah satu cara kita berkomunikasi dengan Tuhan. Menghadirkan hati ketika beribadah akan membuat kita memahami pesan Tuhan yang dimasukkan ke dalam hati kita. Ketika hati kita sudah dipenuhi dengan cahaya dari Tuhan, maka semangat akan hadir disana. Dengan sendirinya , rasa hampa akan menghilang.

2. Medengarkan Konten Motivasi

Salah satu cara yang bisa kita lakukan adalah dengan mendengarkan konten motivasi. Mungkin sejenak kita kehilangan arah di dalam hati kita, namun setelah mendengarkan konten motivasi, kita akan menemukan kembali semangat yang hilang di dalam hati kita.

3. Mencari teman curhat

Ada kalanya kita memerlukan seorang teman untuk berbagi cerita. Tapi sebelum bercerita kepada seseorang tentang apa yang kita alami, pastikan bahwa teman yang kita miliki adalah seseorang yang dapat dipercaya. Tentu hal yang tidak menyenangkan, jika kita bercerita kepada seseorang lalu orang itu menceritakannya lagi kepada orang lain.

4. Mendatangi Psikolog

Jika tidak memiliki sesorang yang kamu percaya, maka hal terakhir yang bisa kamu lakukan adalah mendatangi psikolog. Berbicara dengan psikolog akan membuatmu mendapatkan solusi-solusi baru untuk mengatasi rasa hampa di dalam hatimu.

Itulah tadi penyebab dan cara mengatasi perasaan hampa yang tiba-tiba datang menghampiri. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk membantu mengatasi rasa hampa kamu.

Share:

5 Amalan Terbaik di Hari Jumat



Hari jumat adalah hari yang istimewa bagi umat muslim. Banyak amalan sunnah yang bisa dilakukan di hari tersebut. Inilah 5 amalan terbaik di hari jumat.

1. Membaca shalawat nabi

Amalan terbaik pertama yang bisa dilakukan adalah memperbanyak shalawat kepada Baginda Rasulullah SAW. Rasulullah pernah bersabda "Perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari Jumat, barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali maka Allah akan bershalawat kepadanya 10 kali," (HR Baihaqi).

2. Membaca surah Al-Kahfi

Amalan terbaik kedua yang bisa dilakukan adalah membaca Surah Al-Kahfi pada malam Jumat dan juga hari Jumat. Rasulullah SAW. bersabda "barangsiapa yang membaca surah AL-Kahfi pada malam Jumat, dia akan disinari cahaya antara dirinya dan Ka'bah."

Selain itu, surah Al-Kahfi sendiri memiliki keutamaan-keutaaman, diantaranya adalah melindungi kaum muslim dari fitnah dajjal. Rasulullah SAW. bersabda "siapapun yang membaca sepuluh ayat terakhir dari Al-Kahfi akan dilindungi dari cobaan fitnah dajjal."

3. Memperbanyak Doa

Amalan terbaik ketiga yang bisa dilakukan pada hari Jumat adalah memperbanyak doa. Seperti diketahui bahwa hari Jumat adalah ha yang mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW. pernah bersabda, daru Abu Harairah radhiallahu anhu beliau berkata "Pada hari Jumat terdapat waktu yang tidaklah seorang hamba muslim shalat dan meminta kebaikan kepada Allah, kecuali Allah akan mengabulkannya." Beliau memberi isyarat dengan tangannya. Kami berkata, "Yaitu beliau menyempitkannya." (HR Bukhori dan Muslim)

Jika sudah ada jaminan seperti ini, maka manfaatkanlah waktu mustajab ini untuk meminta semua hajat kita kepada Allah. Perbanyak doa untuk urusan dunia dan akhirat kita.

4. Bersedekah

Amalan terbaik keempat yang bisa dilakukan adalah bersedekah. Sedekah adalah amalan yang amat dicintai oleh Allah dan Rasulullah. Bersedekah bisa dilakukan kapan saja. Bersedekah tidak hanya dengan menginfakkan harta, tapi bisa dengan tenaga, pikiran, bahkan senyuman yang kita berikan kepada saudara sesama muslim pun adalah sedekah.

Bersedekah pada hari Jumat akan membuat pahala dilipat-gandakan. Hal itu sesuai dengan hadist riwayat Abi Syaibah, Rasulullah bersabda "sedekah itu dilipatgandakan pahalanya pada hari jumat (yakni bila sedekah itu pada hari Jumat, maka pahala berlipat ganda dari hari-hari lain)."

5. Membersihkan diri

Amalan terbaik kelima yang bisa dilakukan adalah membersihkan diri. Sunnah rasul adalah dengan niat mandi untuk melaksanakan shalat jumat bagi laki-laki. Selain itu , kita disunnahkan untuk memakai minyak wangi dan juga membersihkan kuku.

Sedang untuk perempuan, meski tak melaksanakan shalat Jumat, juga bisa membersihkan diri untuk melaksanakan shalat dhuhur. Karena Allah sangat menyukai kebersihan. Membersihkan diri di hari terbaik akan membuat Allah menyukai kita.

Itulah 5 amalan terbaik yang bisa dikerjakan di hari Jumat. Semoga Allah merahmati kita di hari terbaik ini.

Share:

Thursday, November 4, 2021

Turut Berduka Cita kepada Vanessa dan Bibi : Kematian adalah Pengingat yang terbaik

 Kabar meninggalnya Vanessa Angel menjadi kabar yang paling mengagetkan sore ini. Dikabarkan bahwa Vanessa Angel dan suaminya Febri Ardiansyah, menjadi korban kecelakaan tunggal yang terjadi di Tol Jombang KM 672 pada Kamis (04/11/2021).

Kita semua terkejut. Meskipun saya tidak mengenal secara pribadi terhadap Vanessa, tapi saya tau orangnya karena sering muncul di tv. Semoga Allah mengampuni segala dosa-dosanya dan menerima semua amal ibadahnya.

Dari kejadian ini, ada pelajaran yang bisa kita dapatkan tentang kematian. Kematian adalah sesuatu hal yang pasti terjadi. Meski tak jelas kapan waktunya, tapi pasti akan terjadi. Tak perlu menunggu tua, tak harus sakit dulu, yang muda, sehat, memilikinya segalanya, jika sudah waktunya mati maka ia akan bertemu dengan kematiannya.

Kematian adalah pemutus segala kenikmatan dunia. Semua harta benda, kemewahan, popularitas, pasangan dan anak, semuanya akan kita tinggalkan jika kematian sudah datang.

Sebenarnya bukan kematian yang kita takutnya, tapi pertanggung-jawaban terhadap segala perbuatan kita semasa hidup di dunia inilah yang kita khawatirkan. Jika semasa hidup di dunia baik, maka kematian adalah pintu dibukanya kenikmatan hidup setelah mati. Namun jika semasa hidup di dunia buruk, maka kematian akan menjadi pembuka pintu kesengsaraan tiada akhir.

Mari kita jadikan kabar kematian yang sampai kepada kita menjadi sebuah pengingat bahwa kehidupan ini adalah tempat kita mempersiapkan diri untuk membawa bekal di kehidupan selanjutnya. 

Share:

5 Manfaat Bangun Subuh

Bangun subuh memiliki manfaat yang luar biasa untuk kehidupan. Baik itu untuk anak-anak maupun orang dewasa. Selain karena pada saat itu kondisi tubuh sedang dalam keadaan yang baik setelah tidur malam, cuaca di saat subuh juga bisa membawa aura positif yang membuat mood kita jadi baik.

sebagian orang mungkin agak sulit untuk bangun subuh. Begitu pun dengan anak-anak. Namun kebiasaan itu akan bisa dirubah jika kamu mengetahui manfaat bangun seperti berikut ini.

1. Membuka Pintu Rezeki

Manfaat yang pertama dari bangun subuh adalah membuka pintu rezeki. Rasulullah SAW. pernah bersabda kepada putrinya Fatimah ra. Beliau berkata "Wahai anakku, bangunlah. Saksikan rezeki Tuhan-mu dan janganlah kamu termasuk orang yang lalai, karena Allah memberi rezeki kepada hambaNya antara terbit fajar dengan terbit matahari." (HR Ahmad dan Al-Baihaqi)

2. Melatih kedisplinan

Jika kamu ingin disiplin dalam hidup, cobalah memulainya dengan bangun setiap subuh. Bangun lebih awal akan membuatmu memiliki waktu lebih banyak untuk mempersiapkan aktifitasmu lebih awal. Tidak ada lagi kata tergesa-gesa memulai hari sehingga merusak moodmu dan harimu akan jadi berantakan. Jika kamu mampu bangun subuh selama 40 hari maka kamu akan menjadi orang yang disiplin.

3. Dijauhkan dari rasa malas

Rasulullah saw. pernah bersabda " Setan membuat tiga ikatan di tengkuk salah seorang dari kalian ketika tidur. Di setiap ikatan setan mengatakan "malam masih panjang, tidurlah !". Jika dia bangun lalu berdzikir kepada Allah, lepaslah satu ikatan. Kemudian jika dia berwudhu, lepas lagi satu ikatan. Jika dia mengerjakan shalat, lepaslah ikatan yang terakhir. Di pagi hari dia akan bersemangat dan bergembira. Jika tidak melakukan ini, dia tidak ceria dan menjadi malas." (HR Bukhari no 1142 dan Muslim no 776)

4. Menjaga kesehatan tubuh

Di waktu subuh cuaca masih sangat alami. Ini adalah waktu yang baik untuk melakukan olahraga. Tidak perlu olahraga berat, cukup berjalan-jalan selama 30 menit atau berlari selama 15 menit sudah cukup membuat tubuh terasa lebih segar dan berenergi.

5. Menjaga pola makan

Ketika bangun subuh, maka tubuh pun akan segera merasa lapar. Karena itu kita bisa langsung mempersiapkan makan untuk sarapan. Selain itu jam makan pun akan lebih teratur. Banyak sekali manfaat dari sarapan yang teratur. Diantaranya adalah dijauhkan dari penyakit maag.


Nah, itulah tadi 5 manfaat bangun subuh untuk kehidupan. Setelah mengetahui manfaatnya, saatnya kita memulai kebiasaan baru untuk bangun subuh setiap hari. Semoga bermanfaat.

Share:

Wednesday, November 3, 2021

Pengalaman Mengajarkan Shalat Wajib Kepada Anak Usia 8 Tahun


 Sharing Yuk.

Ini adalah pengalaman saya mengajarkan shalat wajib kepada anak pertama saya (Zahra) yang berusia 8 tahun. Sejak usia kecil sebenarnya Zahra sudah beberapa kali ikut shalat ketika saya sedang mengerjakan shalat. Pada usia 7 tahun, dimana Rasullah Saw. meminta kepada setiap orang tua untuk mengajarkan anaknya shalat, di usia itu Zahra sudah mulai sering ikut shalat. Namun belum sempurna 5 kali dalam sehari. Kadang cuma shalat magrib saja, atau shalat isya saja. Kalau siang jarang sekali ikut shalat. Apalagi untuk shalat subuh.

Nah, menginjak usia 8 tahun, saya sudah mulai gelisah. Saya sebenarnya kebingungan mana yang harus didahulukan dari perintah shalat itu sendiri. Apakah mempelajari bacaan dan gerakannya dulu. Ataukah yang penting anak mau mengerjakannya dulu sambil sedikit-sedikit mulai menghapal bacaannya. Jika harus menghapal bacaan dan gerakannya dulu, tentu akan memakan waktu lebih lama. Saya memutuskan untuk membiasakan Zahra mengerjakan shalat dulu sembari memintanya untuk menghapal sedikit demi sedikit bacaan shalat.

Sebelum saya meminta Zahra untuk melaksanakan shalat dalam kondisi yang serius, terlebih dulu saya memberi tahu dia kenapa kita harus shalat. Tentu pelajaran ini dimulai dari mengenal Allah. Saya menunjukkan bahwa kita ada di dunia ini karena Allah yang menciptakan. Semua rezeki kita, semua anggota badan kita, semua yang ada di atas langit dan di bumi , semua Allah yang ciptakan. Nah, yang menyuruh kita shalat itu adalah Allah. Saya juga memberi gambaran surga yang menanti bagi orang yang melaksanakan shalat dan neraka yang menanti orang yang meninggalkan shalat. Semua bahasan tentang Allah, Rasulullah, surga, neraka, muslimah, orang yang baik, orang yang buruk, tentang agama Islam, semua sudah mulai saya perkenalkan sejak Zahra pandai bicara. Jadi ini bukan hal baru di telinga Zahra.

Selanjutnya, pembicaraan saya teruskan dengan pertanyaan, " Nak Zahra sekarang sudah umur berapa?, dia kemudian menjawab 8 tahun. Terus saya tanya lagi, "masih kecil atau sudah besar?". tentu dia dengan semangat menjawab, sudah besar. Dia selalu menjadi orang besar karena posisinya sebagai kakak tertua dari dua adiknya. Lalu saya katakan , " sekarang Zahra sudah besar, sudah waktunya Zahra shalat seperti mama shalat."

Dia sedikit terkejut tapi dia sudah menolak. Mungkin di usianya sekarang, dia memang sudah mampu memikul tanggung-jawab untuk melaksanakan shalat 5 waktu. Karena itu tak pernah salah memberi tahu kita untuk menyuruh anak yang berusia 7 tahun shalat dan memukul mereka ketika usia 9 tahun belum shalat. Di usia inilah Zahra bisa memikul tanggung-jawab itu.

Tantangan pun dimulai. Mengajak Zahra shalat di waktu dhuhur, ashar, magrib dan isya bukanlah suatu masalah berat. Masalah terberatnya adalah shalat subuh. Kebiasan Zahra selama ini bangun pagi antara jam 6 dan jam 7. Bangun subuh adalah sesuatu yang diluar kebiasannya. Ditambah lagi bangun subuh untuk shalat subuh.

Hari pertama praktek sudah dipenuhi dengan drama. Zahra susah bangun dan marah-marah ketika dipaksa bangun. Hari ke 2 saya shalat subuh duluan dan saya baru membangunkan Zahra jam 5.30. Disini dia masih marah-marah. Hari ke 3 masih sama, bangun jam 5.30 dan shalat sendiri. Pas siang hari, dia bilang "Ma, saya tidak suka shalat subuh sendiri. Bangunkan saya seperti mama bangun subuh. Saya mau shalat subuh sama mama." Di hari ke 4 alhamdulillah sudah tidak ada lagi drama subuh.

Tantangan selanjutnya adalah ketika saya datang bulan. Otomatis saya tidak bisa melaksanakan shalat. Pada saat itu, Zahra juga tidak mau melaksanakan shalat. Saya hampir saja melemah melihat rengekannya. Tapi jika saya tidak tegas sekarang, nanti dia malah berpikir boleh tidak shalat semaunya. Saya pun pakai jurus rayuan maut. Apa itu ? janji manis dari Allah yaitu surga bagi orang-orang yang melaksanakan shalat.

Meski berat, Zahra pun tetap melaksanakan shalat. Jadi ketika Zahra shalat sendiri, saya duduk di sampingnya dan membacakan bacaan shalatnya. Saya sangat bersyukur karena Zahra itu kalau sudah dengar surga, bawaannya nurut. Alhamdulillah, semoga Allah jaga perasaan Zahra seperti itu selamanya.

Kebiasaan shalat ini mungkin akan sangat berat. Perlu setidaknya 40 hari agar anak terbiasa dengan habit baru mereka ini. Di 40 hari ini, orang tua tidak boleh lembek kepada anak, harus tega, karena tujuannya agama. Jika lembek anak pun akan lembek. Selain itu, shalat itu bukan cuma perintah kepada anak, karena itu disini orang tua harus menjadi teladan anak. Jadi ketika kita mengajak anak shalat, hal itu tidak berat mereka laksanakan. Semoga Allah mudahkan urusan kita.


Ini pengalaman saya, bagaiamana dengan bunda? yuk share di komentar.


#Shalat #anakbelajarshalat #shalat5waktu #shalatwajibanak

Share:

Tuesday, November 2, 2021

Review aplikasi tiktok : Saya tidak sanggup meneruskannya lagi

 Tik Tok



Ini salah satu aplikasi yang awalnya saya selalu berpositif thinking tentangnya.

Saya tahu, setiap hal, setiap benda, setiap media selalu punya dua sudut sisi.

Sisi kebaikan dan sisi keburukan.

Di dalam jiwa manusia pun, Allah ilhamkan jalan ketakwaan dan kefasikan.

Artinya memang akan selalu ada dua sisi.

Nah, hasil dari positif thinking inilah, akhirnya saya mendownload tik tok.

Apa yang pertama saya lakukan?

Saya mencari ceramah dan motivasi islami.

Tujuannya agar fyp saya selalu tentang kedua hal tersebut.

Tapi setelah lama saya tidak mencari, isi fyp saya tiba-tiba berubah.

Disana saya melihat semua hal yang benar-benar diluar ekpektasi.

Wanita-wanita dengan pakaian minim.

Joged yang benar-benar mengundang syahwat.

Sound yang fyp artinya naudzubillah.

Bahkan tak jarang lagu rohani orang lain dijadikan sound oleh kita (muslim).

Lalu setelah itu saya memutuskan untuk uninstal aplikasi itu.

Saya rasa sudah tidak sanggup untuk meneruskannya.

Takut nanti ditanya Allah, apa yang ku lihat di aplikasi itu.

Bagiku, ini aplikasi kebanyakan mudharatnya daripada manfaatnya.


#review #reviewtiktok #tiktokapp

Share:

Followers

Total Pageviews