Belajar, berbagi dan bercerita tentang apa saja

Saturday, September 8, 2018

Oh "Ok Google"

Ada yang lagi dikepoin banget sama si kakak. Ceritanya aku sedang mencari suatu informasi. Karena lagi malas ngetik jadi aku pakai bantuan "Ok google". Dari sudut lain ternyata kakak memperhatikan. Mungkin dipikirannya "wah.. mainan baru nih".



"Mak, apa itu.. apa itu" tanyanya dengan sangat penasaran.

Karena saya sedang sangat malas menjelaskan saya ajak saja dia menggunakan app ini. "Mauki coba?" tanyaku memastikan.

"nak...nak..." bahasanya menirukan gaya upin ipin. Kakak ini kan fans beratnya upin ipin. Bahasanya saja tujuh puluh persen menggunakan bahasa upin ipin. Dua puluh lima persen mengikuti gaya bicaraku dan sisanya lima persen meniru bahasa jawa neneknya.

"Nah, coba kamu bilang satu kata, nanti hapenya akan keluar gambarnya" kataku mencoba menjelaskan caranya.

Tanpa ba bi bu kakak langsung mengambil alih hapeku sepenunya. Ia mencoba satu kata pertamanya "barbie...boneka barbie" dan mesin pencarian google pun bersuara "seharusnya gambar ini cocok..."

"Waaah..." ekspresi kakak menandakan kekagumannya. Atau mungkin sesuatu  keingintauan yang besar di dalam pikirannya. Entahlah.

Itulah awalnya kakak berkenalan dengan "Ok google". Kakak sangat takjub dengan app yang satu ini. Mungkin karena kemampuannya untuk menghadirkan informasi sesuai dengan kata yang diucapkan.

.....................................

Pagi ini aku sangat sibuk di travel. Pesanan tiket pesawat menumpuk dari perusahaan langgananku. Aku harus segera menyelesaikannya dan mengirimkan etiketnya kesana.

Di tengah kesibukan yang cukup memerlukan konsentrasi, karena jika salah sedikit aku bisa rugi jutaan, kakak bolak balik mendekatiku. Sesekali dia memegang hapeku namun kularang karena aku memakainya untuk berkomunikasi dengan orang kantor.

"Jangan nak, mama lagi chatting sama mbak tari" kataku mencoba melarangnya.

"Pinjam hape ta, mauka ok google" pintanya mencoba merayuku dengan wajah melasnya.

"Nanti nak, hapenya masih mau dipake mama" dengan nada yang sedikit agak kesal.

Saat aku menoleh, kakak sudah berlari masuk ke kamar. Ku dengar suara tangisannya yang cukup keras dari luar. Aku menghampirinya. Namun alih-alih menegurnya dengan ramah, aku malah memarahinya. Kesabaranku terasa terkikis oleh deadline yang sangat memburu. Seharusnya aku bisa bisa berbicara dengan lebih ramah namun yang terjadi justru sebaliknya.. Astagfirullah. Maafkan mama Nak.. 😭😭😭


#Level1
#Day3
#KomunikasiProduktif
#KelasBundaSayang
#InstitutIbuProfesional
Share:

0 comments:

Post a Comment

Followers

Total Pageviews