Belajar, berbagi dan bercerita tentang apa saja

Thursday, November 4, 2021

Turut Berduka Cita kepada Vanessa dan Bibi : Kematian adalah Pengingat yang terbaik

 Kabar meninggalnya Vanessa Angel menjadi kabar yang paling mengagetkan sore ini. Dikabarkan bahwa Vanessa Angel dan suaminya Febri Ardiansyah, menjadi korban kecelakaan tunggal yang terjadi di Tol Jombang KM 672 pada Kamis (04/11/2021).

Kita semua terkejut. Meskipun saya tidak mengenal secara pribadi terhadap Vanessa, tapi saya tau orangnya karena sering muncul di tv. Semoga Allah mengampuni segala dosa-dosanya dan menerima semua amal ibadahnya.

Dari kejadian ini, ada pelajaran yang bisa kita dapatkan tentang kematian. Kematian adalah sesuatu hal yang pasti terjadi. Meski tak jelas kapan waktunya, tapi pasti akan terjadi. Tak perlu menunggu tua, tak harus sakit dulu, yang muda, sehat, memilikinya segalanya, jika sudah waktunya mati maka ia akan bertemu dengan kematiannya.

Kematian adalah pemutus segala kenikmatan dunia. Semua harta benda, kemewahan, popularitas, pasangan dan anak, semuanya akan kita tinggalkan jika kematian sudah datang.

Sebenarnya bukan kematian yang kita takutnya, tapi pertanggung-jawaban terhadap segala perbuatan kita semasa hidup di dunia inilah yang kita khawatirkan. Jika semasa hidup di dunia baik, maka kematian adalah pintu dibukanya kenikmatan hidup setelah mati. Namun jika semasa hidup di dunia buruk, maka kematian akan menjadi pembuka pintu kesengsaraan tiada akhir.

Mari kita jadikan kabar kematian yang sampai kepada kita menjadi sebuah pengingat bahwa kehidupan ini adalah tempat kita mempersiapkan diri untuk membawa bekal di kehidupan selanjutnya. 

Share:

5 Manfaat Bangun Subuh

Bangun subuh memiliki manfaat yang luar biasa untuk kehidupan. Baik itu untuk anak-anak maupun orang dewasa. Selain karena pada saat itu kondisi tubuh sedang dalam keadaan yang baik setelah tidur malam, cuaca di saat subuh juga bisa membawa aura positif yang membuat mood kita jadi baik.

sebagian orang mungkin agak sulit untuk bangun subuh. Begitu pun dengan anak-anak. Namun kebiasaan itu akan bisa dirubah jika kamu mengetahui manfaat bangun seperti berikut ini.

1. Membuka Pintu Rezeki

Manfaat yang pertama dari bangun subuh adalah membuka pintu rezeki. Rasulullah SAW. pernah bersabda kepada putrinya Fatimah ra. Beliau berkata "Wahai anakku, bangunlah. Saksikan rezeki Tuhan-mu dan janganlah kamu termasuk orang yang lalai, karena Allah memberi rezeki kepada hambaNya antara terbit fajar dengan terbit matahari." (HR Ahmad dan Al-Baihaqi)

2. Melatih kedisplinan

Jika kamu ingin disiplin dalam hidup, cobalah memulainya dengan bangun setiap subuh. Bangun lebih awal akan membuatmu memiliki waktu lebih banyak untuk mempersiapkan aktifitasmu lebih awal. Tidak ada lagi kata tergesa-gesa memulai hari sehingga merusak moodmu dan harimu akan jadi berantakan. Jika kamu mampu bangun subuh selama 40 hari maka kamu akan menjadi orang yang disiplin.

3. Dijauhkan dari rasa malas

Rasulullah saw. pernah bersabda " Setan membuat tiga ikatan di tengkuk salah seorang dari kalian ketika tidur. Di setiap ikatan setan mengatakan "malam masih panjang, tidurlah !". Jika dia bangun lalu berdzikir kepada Allah, lepaslah satu ikatan. Kemudian jika dia berwudhu, lepas lagi satu ikatan. Jika dia mengerjakan shalat, lepaslah ikatan yang terakhir. Di pagi hari dia akan bersemangat dan bergembira. Jika tidak melakukan ini, dia tidak ceria dan menjadi malas." (HR Bukhari no 1142 dan Muslim no 776)

4. Menjaga kesehatan tubuh

Di waktu subuh cuaca masih sangat alami. Ini adalah waktu yang baik untuk melakukan olahraga. Tidak perlu olahraga berat, cukup berjalan-jalan selama 30 menit atau berlari selama 15 menit sudah cukup membuat tubuh terasa lebih segar dan berenergi.

5. Menjaga pola makan

Ketika bangun subuh, maka tubuh pun akan segera merasa lapar. Karena itu kita bisa langsung mempersiapkan makan untuk sarapan. Selain itu jam makan pun akan lebih teratur. Banyak sekali manfaat dari sarapan yang teratur. Diantaranya adalah dijauhkan dari penyakit maag.


Nah, itulah tadi 5 manfaat bangun subuh untuk kehidupan. Setelah mengetahui manfaatnya, saatnya kita memulai kebiasaan baru untuk bangun subuh setiap hari. Semoga bermanfaat.

Share:

Wednesday, November 3, 2021

Pengalaman Mengajarkan Shalat Wajib Kepada Anak Usia 8 Tahun


 Sharing Yuk.

Ini adalah pengalaman saya mengajarkan shalat wajib kepada anak pertama saya (Zahra) yang berusia 8 tahun. Sejak usia kecil sebenarnya Zahra sudah beberapa kali ikut shalat ketika saya sedang mengerjakan shalat. Pada usia 7 tahun, dimana Rasullah Saw. meminta kepada setiap orang tua untuk mengajarkan anaknya shalat, di usia itu Zahra sudah mulai sering ikut shalat. Namun belum sempurna 5 kali dalam sehari. Kadang cuma shalat magrib saja, atau shalat isya saja. Kalau siang jarang sekali ikut shalat. Apalagi untuk shalat subuh.

Nah, menginjak usia 8 tahun, saya sudah mulai gelisah. Saya sebenarnya kebingungan mana yang harus didahulukan dari perintah shalat itu sendiri. Apakah mempelajari bacaan dan gerakannya dulu. Ataukah yang penting anak mau mengerjakannya dulu sambil sedikit-sedikit mulai menghapal bacaannya. Jika harus menghapal bacaan dan gerakannya dulu, tentu akan memakan waktu lebih lama. Saya memutuskan untuk membiasakan Zahra mengerjakan shalat dulu sembari memintanya untuk menghapal sedikit demi sedikit bacaan shalat.

Sebelum saya meminta Zahra untuk melaksanakan shalat dalam kondisi yang serius, terlebih dulu saya memberi tahu dia kenapa kita harus shalat. Tentu pelajaran ini dimulai dari mengenal Allah. Saya menunjukkan bahwa kita ada di dunia ini karena Allah yang menciptakan. Semua rezeki kita, semua anggota badan kita, semua yang ada di atas langit dan di bumi , semua Allah yang ciptakan. Nah, yang menyuruh kita shalat itu adalah Allah. Saya juga memberi gambaran surga yang menanti bagi orang yang melaksanakan shalat dan neraka yang menanti orang yang meninggalkan shalat. Semua bahasan tentang Allah, Rasulullah, surga, neraka, muslimah, orang yang baik, orang yang buruk, tentang agama Islam, semua sudah mulai saya perkenalkan sejak Zahra pandai bicara. Jadi ini bukan hal baru di telinga Zahra.

Selanjutnya, pembicaraan saya teruskan dengan pertanyaan, " Nak Zahra sekarang sudah umur berapa?, dia kemudian menjawab 8 tahun. Terus saya tanya lagi, "masih kecil atau sudah besar?". tentu dia dengan semangat menjawab, sudah besar. Dia selalu menjadi orang besar karena posisinya sebagai kakak tertua dari dua adiknya. Lalu saya katakan , " sekarang Zahra sudah besar, sudah waktunya Zahra shalat seperti mama shalat."

Dia sedikit terkejut tapi dia sudah menolak. Mungkin di usianya sekarang, dia memang sudah mampu memikul tanggung-jawab untuk melaksanakan shalat 5 waktu. Karena itu tak pernah salah memberi tahu kita untuk menyuruh anak yang berusia 7 tahun shalat dan memukul mereka ketika usia 9 tahun belum shalat. Di usia inilah Zahra bisa memikul tanggung-jawab itu.

Tantangan pun dimulai. Mengajak Zahra shalat di waktu dhuhur, ashar, magrib dan isya bukanlah suatu masalah berat. Masalah terberatnya adalah shalat subuh. Kebiasan Zahra selama ini bangun pagi antara jam 6 dan jam 7. Bangun subuh adalah sesuatu yang diluar kebiasannya. Ditambah lagi bangun subuh untuk shalat subuh.

Hari pertama praktek sudah dipenuhi dengan drama. Zahra susah bangun dan marah-marah ketika dipaksa bangun. Hari ke 2 saya shalat subuh duluan dan saya baru membangunkan Zahra jam 5.30. Disini dia masih marah-marah. Hari ke 3 masih sama, bangun jam 5.30 dan shalat sendiri. Pas siang hari, dia bilang "Ma, saya tidak suka shalat subuh sendiri. Bangunkan saya seperti mama bangun subuh. Saya mau shalat subuh sama mama." Di hari ke 4 alhamdulillah sudah tidak ada lagi drama subuh.

Tantangan selanjutnya adalah ketika saya datang bulan. Otomatis saya tidak bisa melaksanakan shalat. Pada saat itu, Zahra juga tidak mau melaksanakan shalat. Saya hampir saja melemah melihat rengekannya. Tapi jika saya tidak tegas sekarang, nanti dia malah berpikir boleh tidak shalat semaunya. Saya pun pakai jurus rayuan maut. Apa itu ? janji manis dari Allah yaitu surga bagi orang-orang yang melaksanakan shalat.

Meski berat, Zahra pun tetap melaksanakan shalat. Jadi ketika Zahra shalat sendiri, saya duduk di sampingnya dan membacakan bacaan shalatnya. Saya sangat bersyukur karena Zahra itu kalau sudah dengar surga, bawaannya nurut. Alhamdulillah, semoga Allah jaga perasaan Zahra seperti itu selamanya.

Kebiasaan shalat ini mungkin akan sangat berat. Perlu setidaknya 40 hari agar anak terbiasa dengan habit baru mereka ini. Di 40 hari ini, orang tua tidak boleh lembek kepada anak, harus tega, karena tujuannya agama. Jika lembek anak pun akan lembek. Selain itu, shalat itu bukan cuma perintah kepada anak, karena itu disini orang tua harus menjadi teladan anak. Jadi ketika kita mengajak anak shalat, hal itu tidak berat mereka laksanakan. Semoga Allah mudahkan urusan kita.


Ini pengalaman saya, bagaiamana dengan bunda? yuk share di komentar.


#Shalat #anakbelajarshalat #shalat5waktu #shalatwajibanak

Share:

Tuesday, November 2, 2021

Review aplikasi tiktok : Saya tidak sanggup meneruskannya lagi

 Tik Tok



Ini salah satu aplikasi yang awalnya saya selalu berpositif thinking tentangnya.

Saya tahu, setiap hal, setiap benda, setiap media selalu punya dua sudut sisi.

Sisi kebaikan dan sisi keburukan.

Di dalam jiwa manusia pun, Allah ilhamkan jalan ketakwaan dan kefasikan.

Artinya memang akan selalu ada dua sisi.

Nah, hasil dari positif thinking inilah, akhirnya saya mendownload tik tok.

Apa yang pertama saya lakukan?

Saya mencari ceramah dan motivasi islami.

Tujuannya agar fyp saya selalu tentang kedua hal tersebut.

Tapi setelah lama saya tidak mencari, isi fyp saya tiba-tiba berubah.

Disana saya melihat semua hal yang benar-benar diluar ekpektasi.

Wanita-wanita dengan pakaian minim.

Joged yang benar-benar mengundang syahwat.

Sound yang fyp artinya naudzubillah.

Bahkan tak jarang lagu rohani orang lain dijadikan sound oleh kita (muslim).

Lalu setelah itu saya memutuskan untuk uninstal aplikasi itu.

Saya rasa sudah tidak sanggup untuk meneruskannya.

Takut nanti ditanya Allah, apa yang ku lihat di aplikasi itu.

Bagiku, ini aplikasi kebanyakan mudharatnya daripada manfaatnya.


#review #reviewtiktok #tiktokapp

Share:

Sunday, October 31, 2021

Kisah Hijrahku : Kenapa Tuhan Harus Allah ? (Part 1)

 Part 1



Dulu saya adalah seorang muslimah yang sama dengan kebanyakan orang. Saya mengganggap diri saya sudah baik karena tak pernah meninggalkan shalat. Padahal aurat masih terbuka sana-sini. Padahal masih pacaran. Padahal meski shalat tapi shalatnya di akhir waktu. Padahal hati kadang suka julid sama orang yang kelihatan syar'i. Padahal isi kepalanya roman picisan. Padahal kelakuan sama sekali tak mencerminkan muslimah yang seharusnya.

Saya memeluk agama Islam memang hanya karena saya lahir di keluarga muslim. Kedua orang tua saya adalah muslim. Semua anggota keluarga saya muslim. secara otomatis, mau tidak mau, saya juga harus memeluk agama Islam. Saya sekalipun tak pernah berpikir bahkan tak pernah kepikiran kenapa saya harus Islam? Kenapa saya harus menyembah Allah?

Saya tidak sendiri. Semua teman-teman saya, saudara-saudara saya, orang tua saya, semuanya memeluk agama ini "hanya" karena memang kami lahir di keluarga muslim. Tidak lebih. Maka wajar saja jika kelakuan kami sama sekali tak mencerminkan Islam yang paripurna. 

Saya membawa keadaan ini hingga ke usia dewasa. Ketika sudah lulus sekolah menengah dan melanjutkan pendidikan di Universitas, pola pikir saya masih seperti ini. Belum berubah sama sekali. Hingga ketika suatu hari saya bertemu dengan seorang teman. Cerita ini terjadi di awal semester tiga perkuliahan saya. Teman saya itu adalah seorang teman dari kelas yang sama. Kami tidak begitu akrab. Hanya sesekali saja kami bertegur sapa.

Saat itu, tanpa sengaja saya melihat perubahan drastis teman saya itu. Pakaiannya semakin tertutup tapi pemikirannya semakin terbuka. Namun saat itu, saya masih tidak menghiraukannya. Di kesempatan lain, teman saya itu mengajak saya untuk menghadiri sebuah kajian Islam. Awalnya saya sangat ragu karena saya tidak pernah menghadiri kegiatan seperti ini sebelumnya. Namun saya tetap memaksakan diri karena merasa tidak enak jika menolak ajakan teman saya itu. 

Rupanya, hari itu adalah hari dimana Allah menurunkan hidayahnya kepadaku. Melalui kajian yang cukup singkat, hanya sekitar 2-3 jam, saya benar-benar seperti menemukan sesuatu dalam agama yang saya anut ini. 

Di dalam kajian itu, kita ditanya kenapa sih Tuhan itu harus Allah? terus saya pun akhirnya bertanya, iya ya, kenapa harus Allah? kenapa bukan yang lain. Nah, mungkin anda juga sekarang mulai bertanya kepada diri anda sendiri, kenapa ya Tuhan saya harus Allah? 

Saya akan berbagi sedikit kenapa Tuhan itu harus Allah. Tapi jawaban saya ini takkan sebaik jawaban ustadzah pada waktu itu. Semoga jawaban ini sedikit membuka jalan pikiran anda yang saat ini mungkin sedang bertanya pertanyaan yang sama. Jadi kenapa Tuhan harus Allah?

Pertama, Tuhan itu tidak mungkin sama dengan makhluk. Ingat tidak kisah nabi Ibrahim ketika beliau melihat matahari yang begitu perkasa dengan sinarnya. Nabi Ibrahim lalu mengatakan bahwa ini adalah Tuhanku. Namun ketika pada sore hari matahari itu tenggelam, beliau menyadari bahwa ini bukan Tuhan. Tak mungkin Tuhan akan menghilang. 

Kedua, mari kita renungkan sebuah kejadian sebelum kita hidup, saat kita hidup dan kemana kita setelah kehidupan dunia ini. Apa yang ada sebelum kita hidup? yang ada adalah orang tua kita, kakek nenek kita, begitu terus hingga kehidupan sampai kepada nabi Adam. Lalu apa yang ada sebelum nabi adam? Apa yang ada sebelum bumi dan langit diciptakan? apa yang ada sebelum semua itu? Pasti sesuatu yang "diadakan" itu ada yang "mengadakannya". Tiada makhluk yang mampu membuat semua itu.

Lalu saat kita hidup. Bisakah kita hidup seperti itu saja tanpa panutan? semua apa yang kita pelajari, apa yang kita nikmati, nafas kits, organ-organ tubuh kita, apakah semua hal yang kompleks yang ada dalam kehidupan ini semuanya berjalan secara otomatis tanpa pengendali? sulit mempercayainya. sebuah teknologi yang paling canggih pun pasti ada yang mengendalikan. Apalagi jika kehidupan super kompleks yang kita jalani saat ini. Kira-kira adakah makluk yang mampu mengendalikannya? tentu tak bisa diterima akal jika semua itu dikendalikan makhluk. Ada Tuhan dibalik semua itu.

Share:

Friday, October 8, 2021

Viral! Kawal Ambulance, Pria ini Berlari di Tengah Kerumunan Kendaraan

 Viral ! Kawal Ambulance, pria ini berlari di tengah kerumunan kendaraan


Sebuah video viral memperlihatkan adegan yang menyentuh hati siapa saja yang melihatnya. Di dalam video singkat yang dibagikan oleh salah satu pengguna tiktok tersebut membuat haru dan memancing ribuan komentar positif. Kejadian tersebut terjadi ketika sebuah ambulance melintas di tengah keramaian jalanan. Kemudian terlihat seorang lelaki berlari dan meminta kendaraan lain agar menepi. Semua itu dilakukan agar mobil ambulance tersebut dapat segera melintas.

Di dalam video viral tersebut, terdapat sebuah keterangan yang mengatakan jika lelaki tersebut sempat meminta air minum karena sudah kehausan berlari di tengah terik matahari. Sayangnya sopir ambulance tidak membawa air minum, oleh karena itu ia pun tak mendapatkan air minum.



Video tersebut sudah ditonton jutaan kali, mendapatkan ribuan like dan komentar dari warganet. Reniwulandari mengatakan “Merinding banget sekujut tubuh masyaallah 🥰🥰”. Pengguna lain juga memberikan komentar yang senada. NonaPutriMalu mengatakan “sehat selalu ya Allah pahlawan dunia Mu yang satu ini”.


Melalui video singkat ini kita jadi mengetahui bahwa masih ada orang baik di luar sana. Mereka melalukan suatu kebaikan untuk memudahkan urusan orang lain. Mereka tak mengharapkan imbalan apapun atas kebaikannya itu. Semoga bapak di video ini diberikan kesehatan. Semoga kita dapat mencontoh tingkah kebaikan yang bapak ini telah lakukan. Kepada pengguna jalan lain yang tak keberatan memberi jalan kepada Ambulance yang mau lewat, anda juga orang baik.


Share:

Thursday, February 11, 2021

Love an Introvert : Part 1

 The Beautiful Alula, Kenapa Kamu Sendiri?



Kampus Antaraski akan mengadakan penyambutan untuk mahasiswa dan mahasiswi baru yang berhasil lulus di tahap seleksi ketat yang telah berlangsung. Antaraski memang menerapkan standar penerimaan yang jauh berbeda dari kampus-kampus lainnya. Meski begitu, Antaraski telah terbukti berhasil mencetak kader-kader unggul yang mampu bersaing dengan kader dari kampus yang mahal.

Star Adiaksa sangat bangga menjadi salah satu mahasiswa kampus ini. Ini adalah tahun terakhirnya berada di kampus. Berkat kerja keras dan prestasinya, ia diberi amanah sebagai presiden mahasiswa. Bukan sebuah tugas mudah namun ia sangat menyukainya.

Pagi ini sebelum acara penyambutan dimulai, ia sudah sibuk berkeliling untuk memeriksa setiap detail acara. Dialah yang bertanggung jawab penuh atas kegiatan ini. Ia ingin memastikan semua berjalan lancar tanpa sedikit pun kesalahan.

Waktu berjalan. Matahari mulai menyapa dengan kehangatannya. Satu per satu wajah baru kampus ini mulai berdatangan. Tak lama kemudian, aula auditorium sudah dipenuhi warna merah. Warna kebanggaan almamater Antaraski.

Dari jauh, Star menatap bangga kepada adik-adik juniornya. Dia seakan melihat dirinya ada di barisan mahasiwa baru itu beberapa tahun lalu. Tanpa sadar, matanya mulai terasa basah. 

Star mengingat betapa perjuangannya untuk bisa masuk di kampus ini. Dia bahkan tak pernah menyangka akan bisa kuliah. Dulu ibunya bersikeras agar Star langsung kerja setelah lulus SMA. Namun Star bercita-cita ingin menjadi seorang guru. Dia takkan bisa meraihnya kecuali jika ia kuliah.

Lamunan Star tiba-tiba buyar ketika pandangannya tertuju kepada beberapa mahasiwi baru yang datang sangat terlambat. Seperti terjadi keributan disana. Dengan cepat dia menghampiri mereka.

"Ada apa fan?" Tanya Star kepada Irfan. Mahasiswa yang bertugas sebagai keamanan.

"Oh Star. Lihatlah anak-anak nakal ini. Mereka memaksa masuk padahal mereka sangat terlambat," terang Irfan.

Star lalu memperhatikan mahasiswi-mahasiswi itu. Terlihat mereka juga saling bisik-bisik. Mereka sedang membicarakan ketampanan Star padahal mereka sudah terancam tak bisa mengikuti kegiatan penyambutan. Sementara itu, Star justru memperhatikan mahasiswi yang paling belakang. Dia dari tadi tak berucap apapun. Hanya diam dan sedikit tertunduk.

Star sedikit terpesona dengan wajah cantiknya. Kulit sawo matang dan mata lebar yang berkesan. Ditambah cantiknya bulu mata yang panjang dan lentik. Ia semakin manis dengan hijab hitam polos yang dipakainya. Star lalu berjalan menghampiri mahasiswi tanpa ia sadari.

"Siapa nama kamu?" Tanya Star sedikit mengagetkannya.

"E-e. sa-ya Alula kak," jawab Alula terbata-bata. Bagi Alula, ditanya seperti ini oleh orang yang tak dikenal bagaikan sedang diinterogasi di kantor polisi. Ia sangat grogi. Ia sadar hal itu sangat menganggu kehidupan sosialnya. Namun ia bahkan tak bisa berubah sedikit pun meski sekarang sudah jadi mahasiswi.

"Kenapa kamu terlambat?" Tanya Star penasaran. 

"Sa-ya ketiggalan bus kak," Jawab Alula masih dengan sedikit terbata-bata.

Star memperhatikan gelagat Alula. Dia sedikit heran, "Kenapa kamu bicara dengan terbata-bata? Hehe".

Pertanya Star itu justru membuat Alula semakin grogi, "Mm-anu-anu-kak-mm".

Mahasiswi-mahasiswi yang lain turut tertawa melihat tingkah Alula seperti itu. Berbeda dengan Star. Dia merasa aneh karena tidak biasanya seorang gadis cantik akan bertingkah seperti itu.

Sementara itu Alula semakin malu. Dia semakin menunduk. Star menjadi tidak enak. Karena itu dia membiarkannya beserta mahasiswi lainnya untuk masuk.

Alula berlalu tanpa sepatah kata pun.

******

Star memasuki ruangan aula auditorium Antaraski. Dia dipersilahkan menempati tempat duduk khusus. Di atas panggung juga sudah hadir petinggi-petinggi kampus seperti rektor, dekan dan para ketua jurusan.

Acara berlangsung khidmat. Sesekali terdengar sorak sorak mahasiswa meneriakkan slogan kampus "cerdas, berani dan maju!". Star tiba-tiba menangkap sosok Alula yang duduk sendiri di bagian belakang. Dia lagi-lagi merasa aneh, kenapa dia memilih duduk di belakang sendiri padahal masih banyak tempat kosong lainnya. 'Apa dia tidak punya teman?' batin Star.

Dari belakang sana Alula pun menatap ke arah Star. 'Semoga kita tak pernah bertemu lagi.' Batin Alula.

Share:

Followers

Total Pageviews