Institut Ibu Profesional (IIP) setau saya
adalah tempat ibu-ibu maupun calon ibu belajar menjadi seorang ibu profesional.
Adapun indikator pencapaian seseorang bisa dikatakan ibu profesional adalah
ketika ibu bisa menjadi kebanggan keluarga. Tentu bukan hal yang mudah
menurutku untuk menjadi kebangaan keluarga.
Mungkin karena itulah ibu Septi Peni Wulandani mendirikan institut ini untuk mendidik ibu-ibu. Karena untuk menjadi ibu profesional butuh ilmu dan tindakan untuk berubah.
Mungkin karena itulah ibu Septi Peni Wulandani mendirikan institut ini untuk mendidik ibu-ibu. Karena untuk menjadi ibu profesional butuh ilmu dan tindakan untuk berubah.
Aku sendiri mengetahui IIP sejak tahun 2017 lalu. Waktu itu aku sedang
mencari informasi tentang orang-orang yang sukses menjalankan homeschooling.
Ketemulah aku dengan ibu Septi. Aku baca kisah beliau dan 3 anaknya yang
homeschooling. Masyaallah aku sangat kagum sekali. Aku semakin tertarik untuk
menjalankan homeschooling untuk kakak Zahra dan adik Maryam.
Selain menjalankan homeschooling untuk ketiga buah hatinya, ternyata ibu
Septi juga mendirikan IIP. Namun waktu itu aku belum tertarik jadi tidak mencari
tahu informasi tentang IIP secara mendalam. Sampai suatu hari aku lihat temen
FBku mbak Amrillah memposting tugas Piagam kelulusannya dari IIP aku jadi
sedikit tertarik. Aku pikir mungkin seru ya belajar menjadi ibu profesional.
Sayang sekali waktu aku sudah tertarik dengan IIP ternyata kelasnya sudah tutup. Aku tanya ke mbak amrillah kapan bukanya, beliau pun tidak tahu. Akhirnya kalau tidak salah November 2017 kemarin, aku iseng-iseng buka Fanpage IIP sulawesi. Alhamdulillah ternyata mereka sudah membuka pendafataran untuk kelas matrikulasi Batch5.
Sayang sekali waktu aku sudah tertarik dengan IIP ternyata kelasnya sudah tutup. Aku tanya ke mbak amrillah kapan bukanya, beliau pun tidak tahu. Akhirnya kalau tidak salah November 2017 kemarin, aku iseng-iseng buka Fanpage IIP sulawesi. Alhamdulillah ternyata mereka sudah membuka pendafataran untuk kelas matrikulasi Batch5.
Untuk bisa masuk ke kelas matrikulasi, aku harus mengikuti kelas foundation
terlebih dahulu. Di kelas ini kita dikasih bayangan tentang apa saja sih yang
akan aku lakukan nanti di kelas matrikulasi. Selain itu kita semua yang di grup
dikasih kesempatan untuk saling berkenalan. Masyaallah yang saya kagum adalah
banyak sekali ternyata ibu-ibu yang bergabung di kelas ini. Jumlah pesertanya
kalau tidak salah sekitar lima ratusan orang dari wilayah sulawesi.
Setelah beberapa bulan di kelas foundation akhirnya aku bisa masuk di kelas
matrikulasi Batch 5 IIP Sulawesi. Ada puluhan ibu-ibu lain di dalam kelas. Dari
berbagai suku cuma tinggalnya semua di area sulawesi. Kuliahnya melalui
whatsapp grup.
Di kelas banyak sekali materi yang seru dan menantang aku untuk berubah.
Tapi aku tidak bisa cerita sekarang karena untuk membahas IIP sangat panjang
sekali. Mungkin lain waktu aku akan menceritakan awal perubahanku setelah ikut
kelas matrikulasi. Termasuk salah satu perubahan yang aku alami adalah aku
kembali menulis di blog.







0 comments:
Post a Comment