Belajar, berbagi dan bercerita tentang apa saja

Saturday, April 7, 2018

Perjumpaan dengan Institut Ibu Profesional (IIP)


Institut Ibu Profesional (IIP) setau saya adalah tempat ibu-ibu maupun calon ibu belajar menjadi seorang ibu profesional. Adapun indikator pencapaian seseorang bisa dikatakan ibu profesional adalah ketika ibu bisa menjadi kebanggan keluarga. Tentu bukan hal yang mudah menurutku untuk menjadi kebangaan keluarga.
Mungkin karena itulah ibu Septi Peni Wulandani mendirikan institut ini untuk mendidik ibu-ibu. Karena untuk menjadi ibu profesional butuh ilmu dan tindakan untuk berubah.
 

Aku sendiri mengetahui IIP sejak tahun 2017 lalu. Waktu itu aku sedang mencari informasi tentang orang-orang yang sukses menjalankan homeschooling. Ketemulah aku dengan ibu Septi. Aku baca kisah beliau dan 3 anaknya yang homeschooling. Masyaallah aku sangat kagum sekali. Aku semakin tertarik untuk menjalankan homeschooling untuk kakak Zahra dan adik Maryam.

Selain menjalankan homeschooling untuk ketiga buah hatinya, ternyata ibu Septi juga mendirikan IIP. Namun waktu itu aku belum tertarik jadi tidak mencari tahu informasi tentang IIP secara mendalam. Sampai suatu hari aku lihat temen FBku mbak Amrillah memposting tugas Piagam kelulusannya dari IIP aku jadi sedikit tertarik. Aku pikir mungkin seru ya belajar menjadi ibu profesional.

Sayang sekali waktu aku sudah tertarik dengan IIP ternyata kelasnya sudah tutup. Aku tanya ke mbak amrillah kapan bukanya, beliau pun tidak tahu. Akhirnya kalau tidak salah November 2017 kemarin, aku iseng-iseng buka Fanpage IIP sulawesi. Alhamdulillah ternyata mereka sudah membuka pendafataran untuk kelas matrikulasi Batch5.

Untuk bisa masuk ke kelas matrikulasi, aku harus mengikuti kelas foundation terlebih dahulu. Di kelas ini kita dikasih bayangan tentang apa saja sih yang akan aku lakukan nanti di kelas matrikulasi. Selain itu kita semua yang di grup dikasih kesempatan untuk saling berkenalan. Masyaallah yang saya kagum adalah banyak sekali ternyata ibu-ibu yang bergabung di kelas ini. Jumlah pesertanya kalau tidak salah sekitar lima ratusan orang dari wilayah sulawesi.

Setelah beberapa bulan di kelas foundation akhirnya aku bisa masuk di kelas matrikulasi Batch 5 IIP Sulawesi. Ada puluhan ibu-ibu lain di dalam kelas. Dari berbagai suku cuma tinggalnya semua di area sulawesi. Kuliahnya melalui whatsapp grup.

Di kelas banyak sekali materi yang seru dan menantang aku untuk berubah. Tapi aku tidak bisa cerita sekarang karena untuk membahas IIP sangat panjang sekali. Mungkin lain waktu aku akan menceritakan awal perubahanku setelah ikut kelas matrikulasi. Termasuk salah satu perubahan yang aku alami adalah aku kembali menulis di blog.


Share:

0 comments:

Post a Comment

Followers

Total Pageviews