Belajar, berbagi dan bercerita tentang apa saja

Wednesday, November 3, 2021

Pengalaman Mengajarkan Shalat Wajib Kepada Anak Usia 8 Tahun


 Sharing Yuk.

Ini adalah pengalaman saya mengajarkan shalat wajib kepada anak pertama saya (Zahra) yang berusia 8 tahun. Sejak usia kecil sebenarnya Zahra sudah beberapa kali ikut shalat ketika saya sedang mengerjakan shalat. Pada usia 7 tahun, dimana Rasullah Saw. meminta kepada setiap orang tua untuk mengajarkan anaknya shalat, di usia itu Zahra sudah mulai sering ikut shalat. Namun belum sempurna 5 kali dalam sehari. Kadang cuma shalat magrib saja, atau shalat isya saja. Kalau siang jarang sekali ikut shalat. Apalagi untuk shalat subuh.

Nah, menginjak usia 8 tahun, saya sudah mulai gelisah. Saya sebenarnya kebingungan mana yang harus didahulukan dari perintah shalat itu sendiri. Apakah mempelajari bacaan dan gerakannya dulu. Ataukah yang penting anak mau mengerjakannya dulu sambil sedikit-sedikit mulai menghapal bacaannya. Jika harus menghapal bacaan dan gerakannya dulu, tentu akan memakan waktu lebih lama. Saya memutuskan untuk membiasakan Zahra mengerjakan shalat dulu sembari memintanya untuk menghapal sedikit demi sedikit bacaan shalat.

Sebelum saya meminta Zahra untuk melaksanakan shalat dalam kondisi yang serius, terlebih dulu saya memberi tahu dia kenapa kita harus shalat. Tentu pelajaran ini dimulai dari mengenal Allah. Saya menunjukkan bahwa kita ada di dunia ini karena Allah yang menciptakan. Semua rezeki kita, semua anggota badan kita, semua yang ada di atas langit dan di bumi , semua Allah yang ciptakan. Nah, yang menyuruh kita shalat itu adalah Allah. Saya juga memberi gambaran surga yang menanti bagi orang yang melaksanakan shalat dan neraka yang menanti orang yang meninggalkan shalat. Semua bahasan tentang Allah, Rasulullah, surga, neraka, muslimah, orang yang baik, orang yang buruk, tentang agama Islam, semua sudah mulai saya perkenalkan sejak Zahra pandai bicara. Jadi ini bukan hal baru di telinga Zahra.

Selanjutnya, pembicaraan saya teruskan dengan pertanyaan, " Nak Zahra sekarang sudah umur berapa?, dia kemudian menjawab 8 tahun. Terus saya tanya lagi, "masih kecil atau sudah besar?". tentu dia dengan semangat menjawab, sudah besar. Dia selalu menjadi orang besar karena posisinya sebagai kakak tertua dari dua adiknya. Lalu saya katakan , " sekarang Zahra sudah besar, sudah waktunya Zahra shalat seperti mama shalat."

Dia sedikit terkejut tapi dia sudah menolak. Mungkin di usianya sekarang, dia memang sudah mampu memikul tanggung-jawab untuk melaksanakan shalat 5 waktu. Karena itu tak pernah salah memberi tahu kita untuk menyuruh anak yang berusia 7 tahun shalat dan memukul mereka ketika usia 9 tahun belum shalat. Di usia inilah Zahra bisa memikul tanggung-jawab itu.

Tantangan pun dimulai. Mengajak Zahra shalat di waktu dhuhur, ashar, magrib dan isya bukanlah suatu masalah berat. Masalah terberatnya adalah shalat subuh. Kebiasan Zahra selama ini bangun pagi antara jam 6 dan jam 7. Bangun subuh adalah sesuatu yang diluar kebiasannya. Ditambah lagi bangun subuh untuk shalat subuh.

Hari pertama praktek sudah dipenuhi dengan drama. Zahra susah bangun dan marah-marah ketika dipaksa bangun. Hari ke 2 saya shalat subuh duluan dan saya baru membangunkan Zahra jam 5.30. Disini dia masih marah-marah. Hari ke 3 masih sama, bangun jam 5.30 dan shalat sendiri. Pas siang hari, dia bilang "Ma, saya tidak suka shalat subuh sendiri. Bangunkan saya seperti mama bangun subuh. Saya mau shalat subuh sama mama." Di hari ke 4 alhamdulillah sudah tidak ada lagi drama subuh.

Tantangan selanjutnya adalah ketika saya datang bulan. Otomatis saya tidak bisa melaksanakan shalat. Pada saat itu, Zahra juga tidak mau melaksanakan shalat. Saya hampir saja melemah melihat rengekannya. Tapi jika saya tidak tegas sekarang, nanti dia malah berpikir boleh tidak shalat semaunya. Saya pun pakai jurus rayuan maut. Apa itu ? janji manis dari Allah yaitu surga bagi orang-orang yang melaksanakan shalat.

Meski berat, Zahra pun tetap melaksanakan shalat. Jadi ketika Zahra shalat sendiri, saya duduk di sampingnya dan membacakan bacaan shalatnya. Saya sangat bersyukur karena Zahra itu kalau sudah dengar surga, bawaannya nurut. Alhamdulillah, semoga Allah jaga perasaan Zahra seperti itu selamanya.

Kebiasaan shalat ini mungkin akan sangat berat. Perlu setidaknya 40 hari agar anak terbiasa dengan habit baru mereka ini. Di 40 hari ini, orang tua tidak boleh lembek kepada anak, harus tega, karena tujuannya agama. Jika lembek anak pun akan lembek. Selain itu, shalat itu bukan cuma perintah kepada anak, karena itu disini orang tua harus menjadi teladan anak. Jadi ketika kita mengajak anak shalat, hal itu tidak berat mereka laksanakan. Semoga Allah mudahkan urusan kita.


Ini pengalaman saya, bagaiamana dengan bunda? yuk share di komentar.


#Shalat #anakbelajarshalat #shalat5waktu #shalatwajibanak

Share:

Tuesday, November 2, 2021

Review aplikasi tiktok : Saya tidak sanggup meneruskannya lagi

 Tik Tok



Ini salah satu aplikasi yang awalnya saya selalu berpositif thinking tentangnya.

Saya tahu, setiap hal, setiap benda, setiap media selalu punya dua sudut sisi.

Sisi kebaikan dan sisi keburukan.

Di dalam jiwa manusia pun, Allah ilhamkan jalan ketakwaan dan kefasikan.

Artinya memang akan selalu ada dua sisi.

Nah, hasil dari positif thinking inilah, akhirnya saya mendownload tik tok.

Apa yang pertama saya lakukan?

Saya mencari ceramah dan motivasi islami.

Tujuannya agar fyp saya selalu tentang kedua hal tersebut.

Tapi setelah lama saya tidak mencari, isi fyp saya tiba-tiba berubah.

Disana saya melihat semua hal yang benar-benar diluar ekpektasi.

Wanita-wanita dengan pakaian minim.

Joged yang benar-benar mengundang syahwat.

Sound yang fyp artinya naudzubillah.

Bahkan tak jarang lagu rohani orang lain dijadikan sound oleh kita (muslim).

Lalu setelah itu saya memutuskan untuk uninstal aplikasi itu.

Saya rasa sudah tidak sanggup untuk meneruskannya.

Takut nanti ditanya Allah, apa yang ku lihat di aplikasi itu.

Bagiku, ini aplikasi kebanyakan mudharatnya daripada manfaatnya.


#review #reviewtiktok #tiktokapp

Share:

Sunday, October 31, 2021

Kisah Hijrahku : Kenapa Tuhan Harus Allah ? (Part 1)

 Part 1



Dulu saya adalah seorang muslimah yang sama dengan kebanyakan orang. Saya mengganggap diri saya sudah baik karena tak pernah meninggalkan shalat. Padahal aurat masih terbuka sana-sini. Padahal masih pacaran. Padahal meski shalat tapi shalatnya di akhir waktu. Padahal hati kadang suka julid sama orang yang kelihatan syar'i. Padahal isi kepalanya roman picisan. Padahal kelakuan sama sekali tak mencerminkan muslimah yang seharusnya.

Saya memeluk agama Islam memang hanya karena saya lahir di keluarga muslim. Kedua orang tua saya adalah muslim. Semua anggota keluarga saya muslim. secara otomatis, mau tidak mau, saya juga harus memeluk agama Islam. Saya sekalipun tak pernah berpikir bahkan tak pernah kepikiran kenapa saya harus Islam? Kenapa saya harus menyembah Allah?

Saya tidak sendiri. Semua teman-teman saya, saudara-saudara saya, orang tua saya, semuanya memeluk agama ini "hanya" karena memang kami lahir di keluarga muslim. Tidak lebih. Maka wajar saja jika kelakuan kami sama sekali tak mencerminkan Islam yang paripurna. 

Saya membawa keadaan ini hingga ke usia dewasa. Ketika sudah lulus sekolah menengah dan melanjutkan pendidikan di Universitas, pola pikir saya masih seperti ini. Belum berubah sama sekali. Hingga ketika suatu hari saya bertemu dengan seorang teman. Cerita ini terjadi di awal semester tiga perkuliahan saya. Teman saya itu adalah seorang teman dari kelas yang sama. Kami tidak begitu akrab. Hanya sesekali saja kami bertegur sapa.

Saat itu, tanpa sengaja saya melihat perubahan drastis teman saya itu. Pakaiannya semakin tertutup tapi pemikirannya semakin terbuka. Namun saat itu, saya masih tidak menghiraukannya. Di kesempatan lain, teman saya itu mengajak saya untuk menghadiri sebuah kajian Islam. Awalnya saya sangat ragu karena saya tidak pernah menghadiri kegiatan seperti ini sebelumnya. Namun saya tetap memaksakan diri karena merasa tidak enak jika menolak ajakan teman saya itu. 

Rupanya, hari itu adalah hari dimana Allah menurunkan hidayahnya kepadaku. Melalui kajian yang cukup singkat, hanya sekitar 2-3 jam, saya benar-benar seperti menemukan sesuatu dalam agama yang saya anut ini. 

Di dalam kajian itu, kita ditanya kenapa sih Tuhan itu harus Allah? terus saya pun akhirnya bertanya, iya ya, kenapa harus Allah? kenapa bukan yang lain. Nah, mungkin anda juga sekarang mulai bertanya kepada diri anda sendiri, kenapa ya Tuhan saya harus Allah? 

Saya akan berbagi sedikit kenapa Tuhan itu harus Allah. Tapi jawaban saya ini takkan sebaik jawaban ustadzah pada waktu itu. Semoga jawaban ini sedikit membuka jalan pikiran anda yang saat ini mungkin sedang bertanya pertanyaan yang sama. Jadi kenapa Tuhan harus Allah?

Pertama, Tuhan itu tidak mungkin sama dengan makhluk. Ingat tidak kisah nabi Ibrahim ketika beliau melihat matahari yang begitu perkasa dengan sinarnya. Nabi Ibrahim lalu mengatakan bahwa ini adalah Tuhanku. Namun ketika pada sore hari matahari itu tenggelam, beliau menyadari bahwa ini bukan Tuhan. Tak mungkin Tuhan akan menghilang. 

Kedua, mari kita renungkan sebuah kejadian sebelum kita hidup, saat kita hidup dan kemana kita setelah kehidupan dunia ini. Apa yang ada sebelum kita hidup? yang ada adalah orang tua kita, kakek nenek kita, begitu terus hingga kehidupan sampai kepada nabi Adam. Lalu apa yang ada sebelum nabi adam? Apa yang ada sebelum bumi dan langit diciptakan? apa yang ada sebelum semua itu? Pasti sesuatu yang "diadakan" itu ada yang "mengadakannya". Tiada makhluk yang mampu membuat semua itu.

Lalu saat kita hidup. Bisakah kita hidup seperti itu saja tanpa panutan? semua apa yang kita pelajari, apa yang kita nikmati, nafas kits, organ-organ tubuh kita, apakah semua hal yang kompleks yang ada dalam kehidupan ini semuanya berjalan secara otomatis tanpa pengendali? sulit mempercayainya. sebuah teknologi yang paling canggih pun pasti ada yang mengendalikan. Apalagi jika kehidupan super kompleks yang kita jalani saat ini. Kira-kira adakah makluk yang mampu mengendalikannya? tentu tak bisa diterima akal jika semua itu dikendalikan makhluk. Ada Tuhan dibalik semua itu.

Share:

Friday, October 8, 2021

Viral! Kawal Ambulance, Pria ini Berlari di Tengah Kerumunan Kendaraan

 Viral ! Kawal Ambulance, pria ini berlari di tengah kerumunan kendaraan


Sebuah video viral memperlihatkan adegan yang menyentuh hati siapa saja yang melihatnya. Di dalam video singkat yang dibagikan oleh salah satu pengguna tiktok tersebut membuat haru dan memancing ribuan komentar positif. Kejadian tersebut terjadi ketika sebuah ambulance melintas di tengah keramaian jalanan. Kemudian terlihat seorang lelaki berlari dan meminta kendaraan lain agar menepi. Semua itu dilakukan agar mobil ambulance tersebut dapat segera melintas.

Di dalam video viral tersebut, terdapat sebuah keterangan yang mengatakan jika lelaki tersebut sempat meminta air minum karena sudah kehausan berlari di tengah terik matahari. Sayangnya sopir ambulance tidak membawa air minum, oleh karena itu ia pun tak mendapatkan air minum.



Video tersebut sudah ditonton jutaan kali, mendapatkan ribuan like dan komentar dari warganet. Reniwulandari mengatakan “Merinding banget sekujut tubuh masyaallah 🥰🥰”. Pengguna lain juga memberikan komentar yang senada. NonaPutriMalu mengatakan “sehat selalu ya Allah pahlawan dunia Mu yang satu ini”.


Melalui video singkat ini kita jadi mengetahui bahwa masih ada orang baik di luar sana. Mereka melalukan suatu kebaikan untuk memudahkan urusan orang lain. Mereka tak mengharapkan imbalan apapun atas kebaikannya itu. Semoga bapak di video ini diberikan kesehatan. Semoga kita dapat mencontoh tingkah kebaikan yang bapak ini telah lakukan. Kepada pengguna jalan lain yang tak keberatan memberi jalan kepada Ambulance yang mau lewat, anda juga orang baik.


Share:

Thursday, February 11, 2021

Love an Introvert : Part 1

 The Beautiful Alula, Kenapa Kamu Sendiri?



Kampus Antaraski akan mengadakan penyambutan untuk mahasiswa dan mahasiswi baru yang berhasil lulus di tahap seleksi ketat yang telah berlangsung. Antaraski memang menerapkan standar penerimaan yang jauh berbeda dari kampus-kampus lainnya. Meski begitu, Antaraski telah terbukti berhasil mencetak kader-kader unggul yang mampu bersaing dengan kader dari kampus yang mahal.

Star Adiaksa sangat bangga menjadi salah satu mahasiswa kampus ini. Ini adalah tahun terakhirnya berada di kampus. Berkat kerja keras dan prestasinya, ia diberi amanah sebagai presiden mahasiswa. Bukan sebuah tugas mudah namun ia sangat menyukainya.

Pagi ini sebelum acara penyambutan dimulai, ia sudah sibuk berkeliling untuk memeriksa setiap detail acara. Dialah yang bertanggung jawab penuh atas kegiatan ini. Ia ingin memastikan semua berjalan lancar tanpa sedikit pun kesalahan.

Waktu berjalan. Matahari mulai menyapa dengan kehangatannya. Satu per satu wajah baru kampus ini mulai berdatangan. Tak lama kemudian, aula auditorium sudah dipenuhi warna merah. Warna kebanggaan almamater Antaraski.

Dari jauh, Star menatap bangga kepada adik-adik juniornya. Dia seakan melihat dirinya ada di barisan mahasiwa baru itu beberapa tahun lalu. Tanpa sadar, matanya mulai terasa basah. 

Star mengingat betapa perjuangannya untuk bisa masuk di kampus ini. Dia bahkan tak pernah menyangka akan bisa kuliah. Dulu ibunya bersikeras agar Star langsung kerja setelah lulus SMA. Namun Star bercita-cita ingin menjadi seorang guru. Dia takkan bisa meraihnya kecuali jika ia kuliah.

Lamunan Star tiba-tiba buyar ketika pandangannya tertuju kepada beberapa mahasiwi baru yang datang sangat terlambat. Seperti terjadi keributan disana. Dengan cepat dia menghampiri mereka.

"Ada apa fan?" Tanya Star kepada Irfan. Mahasiswa yang bertugas sebagai keamanan.

"Oh Star. Lihatlah anak-anak nakal ini. Mereka memaksa masuk padahal mereka sangat terlambat," terang Irfan.

Star lalu memperhatikan mahasiswi-mahasiswi itu. Terlihat mereka juga saling bisik-bisik. Mereka sedang membicarakan ketampanan Star padahal mereka sudah terancam tak bisa mengikuti kegiatan penyambutan. Sementara itu, Star justru memperhatikan mahasiswi yang paling belakang. Dia dari tadi tak berucap apapun. Hanya diam dan sedikit tertunduk.

Star sedikit terpesona dengan wajah cantiknya. Kulit sawo matang dan mata lebar yang berkesan. Ditambah cantiknya bulu mata yang panjang dan lentik. Ia semakin manis dengan hijab hitam polos yang dipakainya. Star lalu berjalan menghampiri mahasiswi tanpa ia sadari.

"Siapa nama kamu?" Tanya Star sedikit mengagetkannya.

"E-e. sa-ya Alula kak," jawab Alula terbata-bata. Bagi Alula, ditanya seperti ini oleh orang yang tak dikenal bagaikan sedang diinterogasi di kantor polisi. Ia sangat grogi. Ia sadar hal itu sangat menganggu kehidupan sosialnya. Namun ia bahkan tak bisa berubah sedikit pun meski sekarang sudah jadi mahasiswi.

"Kenapa kamu terlambat?" Tanya Star penasaran. 

"Sa-ya ketiggalan bus kak," Jawab Alula masih dengan sedikit terbata-bata.

Star memperhatikan gelagat Alula. Dia sedikit heran, "Kenapa kamu bicara dengan terbata-bata? Hehe".

Pertanya Star itu justru membuat Alula semakin grogi, "Mm-anu-anu-kak-mm".

Mahasiswi-mahasiswi yang lain turut tertawa melihat tingkah Alula seperti itu. Berbeda dengan Star. Dia merasa aneh karena tidak biasanya seorang gadis cantik akan bertingkah seperti itu.

Sementara itu Alula semakin malu. Dia semakin menunduk. Star menjadi tidak enak. Karena itu dia membiarkannya beserta mahasiswi lainnya untuk masuk.

Alula berlalu tanpa sepatah kata pun.

******

Star memasuki ruangan aula auditorium Antaraski. Dia dipersilahkan menempati tempat duduk khusus. Di atas panggung juga sudah hadir petinggi-petinggi kampus seperti rektor, dekan dan para ketua jurusan.

Acara berlangsung khidmat. Sesekali terdengar sorak sorak mahasiswa meneriakkan slogan kampus "cerdas, berani dan maju!". Star tiba-tiba menangkap sosok Alula yang duduk sendiri di bagian belakang. Dia lagi-lagi merasa aneh, kenapa dia memilih duduk di belakang sendiri padahal masih banyak tempat kosong lainnya. 'Apa dia tidak punya teman?' batin Star.

Dari belakang sana Alula pun menatap ke arah Star. 'Semoga kita tak pernah bertemu lagi.' Batin Alula.

Share:

Wednesday, February 10, 2021

Ide Bisnis di Era Pandemic


Kita berada di era pandemic lebih dari setahun lamanya. Banyak hal yang berubah. Yang sebelumnya kita tak membatasi diri untuk beraktifitas di luar rumah, sekarang semuanya serba terbatas. Dulu kita bebas menghirup udara segar, kini kemana-mana kita harus memakai masker yang kadang membuat kita sesak sendiri. Dulu malas cuci tangan, kini menjadi hal yang wajib dilakukan. Semuanya serba berbeda.

Karena pandemic, bukan hanya kebiasaan manusia yang dirubah. Akan tetapi imbas dari pandemic meluas hingga mengancam perekonomian banyak pihak. Karena tak sebebas dulu, banyak kegiatan perekonomian yang akhirnya harus ditutup entah sampai kapan. Banyak perusahaan yang memangkas jumlah karyawannnya karena kegiatan produksi pun tak sebanyak dulu lagi. Akibatnya banyak orang kehilangan sumber pendapatannya. Banyak yang menderita kelaparan karena tabungan pun sudah habis untuk biaya hidup selama pandemic.

Keadaan memang sedang tidak baik-baik saja. Begitulah yang kita rasakan saat ini. Tapi bukan berarti kita menyerah. Selalu ada jalan bagi orang yang ingin berusaha. Seperti sekarang ini, saat tak ada berpenghasilan akibat PHK maka kita bisa mencoba cara lain untuk tetap mendapatkan uang. 

Kali ini saya ingin berbagi beberapa ide yang sudah saya coba dan terbukti tetap membuat saya berpenghasilan di musim pandemic. Ide bisnis yang sangat cocok untuk keadaan saat ini. Silahkan disimak.

1. Membuka Usaha Kuliner

Salah satu usaha yang cocok untuk era pamdemic adalah usaha kuliner. Usaha ini selain bisa menghasilkan uang juga bisa membuat kita tak perlu lagi mengeluarkan uang untuk makan kita sekeluarga. Usahanya pun cukup mudah. Kita hanya perlu melihat peluang makanan apakah yang paling disukai oleh orang sekitar kita.

Ada dua jenis makanan yang bisa kita pilih. Makanan berat seperti nasi dan lauk pauknya. Yang kedua adalah jajanan. Saya sendiri memilih membuat jajanan dan menitipkannya di toko kue. Omzet perhari yang saya dapatkan antara 200.000 hingga 400.000 dengan profit rara-rata sebesar 100.000 hingga 230.000.

Salah satu tantangan dari usaha ini adalah kemampuan memasak kita yang masih kurang. Namun jangan khawatir karena hal ini bisa dilatih dengan cara sering menonton tutorial memasak di youtube dan semisalnya. Sering latihan memasaj akan membuat hasil masakan kita lama-lama menjadi enak. Dengan begitu pelanggan lah yang akan mencari kita.

2. Bisnis Online

Salah satu usaha yang saya geluti saat ini adalah bisnis online. Saya memanfaatkan media sosial yang saya miliki untuk menambah penghasilan saya. Dari pada cuma update status palsu mending juga dipake update status jualan yang berujung closing. Iya kan, hehe.

Dalam memilih bisnis online pun harus ada pertimbangan khusus ya. Jangan asal ikut bisnis online. Nanti capek sendiri tapi tak dapat hasil. Kan rugi.

Jadi apa saja yang perlu dipertimbangkan?
Pertama, pilih bisnis yang gratis pendaftarannya. Dengan begitu, kita tidak perlu mengeluarkan modal apapun dalam memulai bisnis. Contohnya menjadi marketer. Marketer adalah menjualkan barang milik orang lain tanpa harus nyetok barang. Kita mendapatkan komisi dari setiap barang yang laku kita jual.

Kedua, pilih bisnis non MLM. Kita harus mencari bisnis yang real bukan MLM. Kenapa saya tidak menyarankan bisnis MLM karena selain bisnis MLM sudah diharamkan MUI, bisnis seperti ini juga membuat kita lelah dengan terus mencari downline. Lebih baik cari bisnis yang jelas produknya karena setiap barang yang berhasil kita jual kita mendapatkan real komisi.

Ketiga, pilih bisnis yang menyediakan fasilitas pembinaan kepada membernya. Kenapa perlu memilih jenis bisnis ini karena bisnis online membutuhkan ilmu marketing yang tidak sedikit. Untungnya saat ini sudah banyak bisnis yang menawarkan bimbingan kepada resellernya secara gratis. Nah sekarang kita hanya perlu memilih bisnis apa yang paling cocok dengan kita, apakah itu bisnis fashion, kosmetik, peralatan rumah tangga atau yang lainnya.

3. Bisnis Travel, Pulsa dan PPOB

Ini adalah salah satu bisnis yang tidak ada matinya. Bisnis yang menyediakan jasa yang dibutuhkan banyak orang sepanjang waktu. Misalnya pulsa. Siapa sih yang saat ini tidak butuh pulsa? Semua orang yang memiliki handphone tentu butuh pulsa.

Selain dibutuhkan banyak orang, bisnis ini juga bisa dijalankan secara online maupun offline. Untuk offline, kita tidak perlu membuat kios. Kita bisa memanfaatkan ruang tamu kita sebagai kios kita. Jangan lupa cetak spanduk dan pasang di depan rumah agar orang lain tau kita membuka usaha travel,pulsa dan ppob.

Untuk online, manfaatkan media sosial kita seperti facebook dan whatsapp untuk mempromosikan usaha yang kita miliki. 

Jadi, itulah ide bisnis yang bisa saya bagikan saat ini. Saya sudah menjalankan semua usaha ini dan Alhamdulillah kami tak sedikit pun kekurangan meski di musim sulit seperti saat ini. Semoga ide yang saya bagikan ini bermanfaat untuk anda. Selamat mencoba. 🙂

Share:

Tuesday, February 9, 2021

Love An Introvert : Prolog

Judul : Love an Introvert 

Pengarang : Hasna Munibah

Genre : Fiksi

 

Star Adiaksa, Mahasiswa senior di kampus Antaraski mulai memperhatikan mahasiswi baru yang terlihat selalu sendiri. Dia adalah Alula Silvani, cantik, pintar namun tak pandai bergaul. Semua itu karena dia seorang introvert. 

pertemuan Star dan Alula semakin intens ketika mereka berada di sebuah organisasi kampus yang sama, yaitu Writing Department (WRD). Terlebih lagi, Star adalah pembimbing untuk kelompok Alula.

karena terlalu sering bertemu, tanpa sadar Star menyukai Alula. Namun, Alula bukanlah orang yang akan mudah menambatkan hatinya kepada seorang laki-laki. Apalagi dia takkan pernah pacaran sebelum menikah. Bahkan Alula sangat takut jika ada laki-laki yang berusaha masuk ke kehidupannya karena ia tak yakin apakah bisa bergaul dengannya atau tidak.



Share:

Followers

Total Pageviews