Belajar, berbagi dan bercerita tentang apa saja

Monday, December 7, 2020

Emak Harus Mulai Berbisnis

 Ini cerita terbaru dari saya. Cerita tentang bagaimana seorang emak harus mulai memikirkan untuk berbisnis. Meski mencari nafkah bukanlah tugas seorang istri, tapi tidak ada yang mengharamkan seorang istri untuk menghasilkan uang sendiri.



Pernahkah emak mendegar kisah salah satu istri Rasulullah yang giat bekerja? Lalu beliau menyedekahkan setiap penghasilan yang ia dapatkan. Beliau adalah Zainab binti Jahsy. Beliau mendapat cukup nafkah dari Rasulullah saw, namun beliau tetap giat bekerja. Hal itu dilakukan semata-mata karena kegemaran Zainab binti Jahsy ra untuk bersedekah. Jadi tidak salah ya jika ada seorang istri yang bekerja selama pekerjaan itu tidak mengganggu tugas utamanya sebagai istri dan ibu.


Apakah emak tidak kepikiran, bagaimana jika emak punya penghasilan sendiri lalu bersedekah semau emak. Mungkin emak punya mimpi bisa mengumrohkan orang tua, memberi uang bulanan kepada orang tua, dan lain-lain. Tidak ada salahnya bermimpi seperti itu.


Mulai sekarang emak harus bermimpi dulu. Tugas kita sebagai ibu rumah tangga tidak boleh menjadikan kita untuk berhenti bermimpi. Rutunitas sehari-hari mungkin membunuh kreatifitas emak, tapi mimpi akan menjadikan hidup kita lebih bergairah.


Setelah memiliki mimpi, saatnya emak mulai berpikir bagaimana caranya mewujudkan mimpi itu. Bekerja mungkin sudah tidak bisa, salah satu caranya adalah dengan berdagang atau berbisnis. 


Emak tidak usah khawatir. Saya akan lebih sering berbagi tips-tips bisnis dan hal lainnya yang dibutuhkan seorang emak pebisnis di blog ini. Semuanya gratis. Jadi stay tune terus ya mak. Kita akan bergandengan tangan mulai sekarang.


Semangat! 

Share:

Thursday, August 6, 2020

Ketika Ibu Menyesal



Ibu menyesal.. 
Ketika marah kepada anak.. 
Ketika kasar kepada anak.. 
Ketika memukul anak.. 
Ketika melukai hati anak.. 
Ketika membuat anak menangis.. 
Ketika merasa kurang perhatian kepada anak.. 

Ibu sangat menyesal.. 
Ketika ia tahu marah itu salah tapi ia tetap membentak..
Ketika ia tahu marah itu bisa melukai jiwa anak tapi ia kalah dengan amarahnya.. 
Ketika tangannya yang harusnya memeluk dengan kasih tapi malah memukul dengan kasar.. 

Saat ibu menyesal.. 
Ia menatap lama wajah anaknya yang sedang tidur pulas lalu menagis didalam hati menyesali apa yang sedang terjadi..
Ibu berjanji takkan mengulanginya esok namun tiada yang tau apa yang akan terjadi di masa depan.. 
Ibu sangat menyesal.. 

Ketika ibu menyesal, ibu tahu ibu bukanlah ibu yang sempurna.
Bukan ibu yang baik. 
Namun satu yang pasti, ibu sangat sayang padamu nak. Selamanya. 
Share:

Mom Jadi Guru

Mom jadi guru.
Saatnya uji ilmu. 
Dulu pernah belajar empat tahun. 
Belajar ilmu pendidikan. 
Aku pikir jika tiba masanya akan mudah.
Aku termasuk cerdas kalau soal pendidikan formal. 
IQ 132 masa nggak bisa ngajar calistung? Tantangku pada diri sendiri.



Saat corona masih booming, aku tetap mendaftarkan Kakak masuk ke Sekolah Dasar. 
Sekarang sudah saatnya. 
Usianya hampir tujuh tahun. 
Sudah siaplah dia untuk sekolah. 
Meski ragu aku tetap melangkah. 
Keraguan itu karena kakak tidak punya basic. 
Aku tidak pernah mengajarkan dia soal sekolah.
Aku membebaskan dia bermain. 
Aku pikir, dia harus puas bermain agar ketika waktunya sekolah dia tidak main-main. 
Ini pakai teori lo. 
Tapi entah itu berhasil apa tidak. 

Di masa corona ini, tantangan pun dimulai. 
Aku harus menghandle semuanya sendiri. 
Mengajarkan basic membaca mulai dari pengenalan alpabet. 
Mulai riset tentang anakku sendiri. 
Mulai membaca dia secara utuh. 
Mencoba menerka-menerka dia akan mengikuti kecerdasanku atau tidak.

Sekarang waktunya aku praktek. 
Kepalaku sudah penuh teori. 
Prakteknya entah akan seperti apa.
Ilmu harus diaplikasin. 
Tapi emosi yang dipengaruhi oleh kesalahan pengasuhan di masa lalu mungkin saja akan kembali membentuk lingkaran setan luka pengasuhan di masa lalu.

Ini catatanku. 
Mom menjadi guru buat anak sendiri. 
Apa yang akan terjadi? 
Liat saja nanti 😉
Share:

Friday, May 29, 2020

Apa kabar diriku?

Berapa lama aku baru berkunjung lagi kesini? Rasanya sudah lama sekali. Aku bahkan sudah lupa apa aku masih merindukan dunia ini. Dunia yang dulu sangat aku sukai karena aku bebas berkisah di dalamnya. 

Banyak hal yang sudah berubah. Semangatku tak lagi seperi dulu. Sekarang aku terjebak pada rutinitas yang tak berliku. Membuatku sering rebahan dan lama-lama geloraku terkikis tenangnya ombak kemalasan. 

Apa kabar diriku? Masih begini saja dengan alur hidup yang bisa kau tebak. Aku coba keluar sejenak dan menikung. Aku berharap rasa malas itu tersentak. Aku mungkin akan kembali berbinar esok. 

Aku tidak sedang berpuisi. Aku hanya sedang berbicara sesuka hati. Mungkin ini akan jadi awal inspirasi. Siapa tau. Bisa jadi besok aku akan kembali mengisi lembar-lembar yang kosong.

Rasanya menyenangkan juga. Sekali memegang pena, jemari ini ingin terus mengukir kata. Aku tak pusing dengan runut yang tak teratur atau rima yang tak senada. Hanya terus menulis sambil menunggu otakku memproduksi kata. 

Tiba-tiba aku terpikir banyak hal. Tiba-tiba inspirasi menghampiriku. Mungkin esok inspirasi dan kemalasanku akan bertarung. Mereka memperebutkan dominansi akan diriku. Aku mengalah saja. Siapa yang kuat dia yang menang. Itu hukum rimba. 

Aku sudahi dulu. Cukup sekian dulu. Mari beradu di lain waktu. 
Share:

Wednesday, December 4, 2019

Mencintai Lelaki Lain




Ustad, bagaimana hukumnya seorang istri yang mencintai laki-laki lain?

Tanya seorang ibu di sebuah kajian ustad terkenal.

"Perempuan hina." jawab sang ustad.

Perempuan yang sudah bersuami tetapi mencintai lelaki lain itu adalah perempuan hina. Biasanya perempuan seperti ini adalah yang pernah pacaran sebelum menikah. Ketika mendapatkan perlakuan buruk dari suaminya, ia membayangkan jika laki-laki lain akan lebih baik.

Ohhh… Belum tentu! Lanjut sang ustad.

Kamu ditempeleng suamimu, tapi kalau sama dia mungkin bukan cuma ditempeleng, tapi juga ditendang, dimaki, dan lain-lain.

Lalu, bagaimana jika sudah terlanjur mencintai lelaki lain? Pancing sang ustad kemudian.

Beliau melanjutkan, kalau sudah terlanjur, ingat kita punya iman. Anda, wahai kaum wanita, anda punya iman. Ingat, bahwa ini (mencintai laki-laki lain) tidak boleh. Jangan rendahkan diri anda di mata Allah. Perangi semua syahwat yang menggoda anda. Jika anda terus melawan godaan itu, anda tersiksa karenanya, sudah sekuat tenaga menghilangkan rasa cinta itu tapi juga masih tidak bisa hilang namun anda memendamnya hingga ajal menjemput anda, insyaallah anda mati syahid.

Saran saya, ketika godaan itu datang maka semakin dekatkanlah diri anda kepada suami. Bermanja-manjalah dengan suami. Sesungguhnya setan menggoda anda dengan yang haram, maka lawan itu dengan yang halal.

______________******__________________

Sharing ilmu ini saya rasa perlu di zaman yang sudah semakin gila ini. Semoga setan tidak pernah menang menjalankan tugasnya untuk menjerumuskan anak adam ke lembah kenistaan hingga bisa mengikuti jejak mereka ke pintu pintu neraka.

Sesungguhnya prestasi terbesar setan di mata iblis adalah ketika ia berhasil memisahkan istri dari suaminya.

Dari Jabir radhiallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air (laut) kemudian ia mengutus bala tentaranya. Maka yang paling dekat dengannya adalah yang paling besar fitnahnya. Datanglah salah seorang dari bala tentaranya dan berkata, “Aku telah melakukan begini dan begitu”. Iblis berkata, “Engkau sama sekali tidak melakukan sesuatupun”. Kemudian datang yang lain lagi dan berkata, “Aku tidak meninggalkannya (untuk digoda) hingga aku berhasil memisahkan antara dia dan istrinya. Maka Iblis pun mendekatinya dan berkata, “Sungguh hebat (setan) seperti engkau” (HR Muslim IV/2167 no 2813)

Share:

Saturday, October 19, 2019

Tak Ada Joker dalam Islam


Sudahkah anda menonton film joker? Saya sendiri belum pernah menonton filmnya. Itu karena menonton film di bioskop masih diharamkan oleh sebagian ulama karena terdapat ikhtilat di dalamnya. Saya memutuskan untuk tidak mendatangi bioskop seumur hidup saya. Lebih baik cari aman ketimbang harus menambah dosa kehidupan. Hehe. 

Kembali ke joker. Saya pertama kali mendengar film ini dari postingan seorang teman di facebook. Lalu karena penasaran, saya mencari trailernya di youtube. Alhamdulillah ketemu. Saya pun bisa sedikit memahami isi film tersebut. 

Setidaknya, dari trailer film joker, saya mengetahui bahwa sosok joker berawal dari seorang komedian dari kalangan masyarakat bawah yang terus menerus gagal meraih kesuksesan. Selain itu, pengaruh lingkungan yang menghina dan menyakiti si joker akhirnya mengubah ia menjadi sosok yang jahat. Jadilah ia si joker, musuh bebuyutan batman. 


Setelah film joker viral, muncullah quotes dari beberapa orang di media sosial. Quote yang paling terkenal mengatakan bahwa "Orang jahat lahir dari orang baik yang tersakiti". Secara latah quote ini banyak dibagikan. Kemudian banyak orang jadi memaklumi keadaan tersebut. Lalu, sebagai muslim, bagaimanakah kita harus menyikapinya? Mari kita belajar dari kisah-kisah para tokoh yang ada dalam Islam.

Pertama, kisah Rasulullah Muhammad shallallhu 'alaihi wasallam.  Beliau adalah manusia yang paling banyak disakiti oleh masyarakat di sekitarnya tatkala beliau mulai mengemban dakwah Islam. Jangankan kata-kata yang menyakitkan, bahkan serangan fisik pun sudah beliau terima. Padahal beliau berasal dari suku yang terhormat, memiliki kedudukan yang tinggi di kalangan masyarakat Arab, namun beliau tetap mendapatkan perlakuan buruk dari masyarakat. Lantas apakah beliau berubah menjadi seorang penjahat? Tentu tidak sama sekali.

Rasulullah mengajarkan kesabaran kepada kaum muslimin. Kesabaran karena landasan iman dan takwa kepada Allah subhanahu wa taala. Jadi apapun perlakuan buruk yang beliau terima takkan mengubah sosoknya menjadi orang jahat. 

Kedua, kisah nabi yusuf alaihissalam. Sejak kecil beliau sudah mendapatkan perlakuan buruk dari saudara-saudaranya. Bahkan beliau hampir kehilangan nyawanya. Lantas, apakah nabi yusuf berubah menjadi orang jahat karena pernah tersakiti? Tidak. Beliau justru bersabar dan memaafkan saudara-saudaranya.

Di dalam hidup ini kita mungkin akan sesekali mengalami kejadian-kejadian yang tidak menyenangkan bahkan menyakiti kita baik secara fisik maupun perasaan. Namun semua itu bukan alasan untuk mengubah pribadi kita menjadi orang jahat. Kita diperintahkan oleh Allah untuk bersabar terhadap hal-hal yang tidak kita sukai. Kita pun diminta untuk memaafkan kesalahan orang lain atas diri kita. Untuk itu, Allah subhanahu wa taala akan membalas kita dengan pahala yang melimpah.  Jadi takkan pernah ada Joker dalam Islam. 
Share:

Thursday, October 17, 2019

Lagi, Artis Korea Bunuh Diri




Siapa yang tak kenal dengan Korea Selatan sekarang ini. Beragam hiburan, mulai dari nyanyian, drama bahkan fashion kini kiblatnya ke korea Selatan. Saya dulu termasuk salah satu pecandu akut drama korea. Sehari tanpa drakor rasanya hidup begitu hampa. Alhamdulillah, sekarang saya sudah bertaubat 😊.

Apa yang begitu menarik dari hiburan korea? Pertama, tentu look dari aktris dan aktor mereka tentunya. Wajah yang terlihat perfect tentu sangat menjadi magnet terutama bagi kaum muda. Yang kedua, tentu dari alur drama percintaan yang disajikan. Kisah percintaan antara gadis biasa dan seorang lelaki kaya nan tampan menjadi sihir yang membutakan. Penonton drakor rela kehilangan berjam-jam waktunya hanya untuk menikmati kisah fiktif drama korea.

Kegemaran terhadap korea akhirnya menjadi sebuah euforia tersendiri. Akhirnya semua yang berbau korea akan diikuti. Termasuk gaya hidup, gaya berpakaian, gaya bicara dan gaya pacaran mereka. Norma-norma agama tak lagi diiindahkan. Yang penting diri bisa semirip mungkin dengan aktris atau aktor pujaan.

Tahukah anda, ternyata dibalik hiruk pikuk dunia hiburan korea Selatan, tersimpan sebuah sisi gelap yang amat menakutkan. Baru-baru ini publik digegerkan kembali dengan berita seorang artis cantik korsel yang bunuh diri akibat depresi. Penyebabnya ia sering dibully oleh netizen.

Kabarnya, sebelum bunuh diri itu dilakukan, si artis sudah sering keluar masuk rumah sakit karena penyakit mental yang dialaminya. Ia bahkan pernah meminta netizen untuk berhenti membullynya. Sampai akhirnya orang-orang terdekatnya pun meninggalkannya sehingga memperparah kondisi depresinya. Lalu pada 14 oktober kemarin ia ditemukan tewas bunuh diri. Kasihan sekali.

Ini bukanlah pertama kalinya ada kabar bunuh diri yang dilakukan aktris dari jagad hiburan korsel. Kasus bunuh diri sudah sering terjadi. Penyebabnya karena depresi. Baik karena tekanan kerja atau yang lainnya.

Kasus seperti ini harusnya menjadi pelajaran buat kita semua untuk tidak mengikuti apa yang datang dari hiburan korsel. Meskipun mereka begitu menarik hati, tapi sebenarnya apa yang mereka bawakan tidak sesuai dengan kehidupan kita sebagai muslim. Bahkan budaya mereka pun bertentangan dengan adat ketimuran kita.

Alangkah bijaknya jika kita memanfaatkan waktu kita untuk memperbaiki kualitas hidup kita dibanding menghabiskan berjam-jam waktu kita hanya untuk sebuah kebohongan belaka. Sesungguhnya, kita akan ditanya tentang waktu luang kita di akhirat kelak. 
Share:

Followers

Total Pageviews