Belajar, berbagi dan bercerita tentang apa saja

Thursday, August 6, 2020

Mom Jadi Guru

Mom jadi guru.
Saatnya uji ilmu. 
Dulu pernah belajar empat tahun. 
Belajar ilmu pendidikan. 
Aku pikir jika tiba masanya akan mudah.
Aku termasuk cerdas kalau soal pendidikan formal. 
IQ 132 masa nggak bisa ngajar calistung? Tantangku pada diri sendiri.



Saat corona masih booming, aku tetap mendaftarkan Kakak masuk ke Sekolah Dasar. 
Sekarang sudah saatnya. 
Usianya hampir tujuh tahun. 
Sudah siaplah dia untuk sekolah. 
Meski ragu aku tetap melangkah. 
Keraguan itu karena kakak tidak punya basic. 
Aku tidak pernah mengajarkan dia soal sekolah.
Aku membebaskan dia bermain. 
Aku pikir, dia harus puas bermain agar ketika waktunya sekolah dia tidak main-main. 
Ini pakai teori lo. 
Tapi entah itu berhasil apa tidak. 

Di masa corona ini, tantangan pun dimulai. 
Aku harus menghandle semuanya sendiri. 
Mengajarkan basic membaca mulai dari pengenalan alpabet. 
Mulai riset tentang anakku sendiri. 
Mulai membaca dia secara utuh. 
Mencoba menerka-menerka dia akan mengikuti kecerdasanku atau tidak.

Sekarang waktunya aku praktek. 
Kepalaku sudah penuh teori. 
Prakteknya entah akan seperti apa.
Ilmu harus diaplikasin. 
Tapi emosi yang dipengaruhi oleh kesalahan pengasuhan di masa lalu mungkin saja akan kembali membentuk lingkaran setan luka pengasuhan di masa lalu.

Ini catatanku. 
Mom menjadi guru buat anak sendiri. 
Apa yang akan terjadi? 
Liat saja nanti 😉
Share:

Friday, May 29, 2020

Apa kabar diriku?

Berapa lama aku baru berkunjung lagi kesini? Rasanya sudah lama sekali. Aku bahkan sudah lupa apa aku masih merindukan dunia ini. Dunia yang dulu sangat aku sukai karena aku bebas berkisah di dalamnya. 

Banyak hal yang sudah berubah. Semangatku tak lagi seperi dulu. Sekarang aku terjebak pada rutinitas yang tak berliku. Membuatku sering rebahan dan lama-lama geloraku terkikis tenangnya ombak kemalasan. 

Apa kabar diriku? Masih begini saja dengan alur hidup yang bisa kau tebak. Aku coba keluar sejenak dan menikung. Aku berharap rasa malas itu tersentak. Aku mungkin akan kembali berbinar esok. 

Aku tidak sedang berpuisi. Aku hanya sedang berbicara sesuka hati. Mungkin ini akan jadi awal inspirasi. Siapa tau. Bisa jadi besok aku akan kembali mengisi lembar-lembar yang kosong.

Rasanya menyenangkan juga. Sekali memegang pena, jemari ini ingin terus mengukir kata. Aku tak pusing dengan runut yang tak teratur atau rima yang tak senada. Hanya terus menulis sambil menunggu otakku memproduksi kata. 

Tiba-tiba aku terpikir banyak hal. Tiba-tiba inspirasi menghampiriku. Mungkin esok inspirasi dan kemalasanku akan bertarung. Mereka memperebutkan dominansi akan diriku. Aku mengalah saja. Siapa yang kuat dia yang menang. Itu hukum rimba. 

Aku sudahi dulu. Cukup sekian dulu. Mari beradu di lain waktu. 
Share:

Wednesday, December 4, 2019

Mencintai Lelaki Lain




Ustad, bagaimana hukumnya seorang istri yang mencintai laki-laki lain?

Tanya seorang ibu di sebuah kajian ustad terkenal.

"Perempuan hina." jawab sang ustad.

Perempuan yang sudah bersuami tetapi mencintai lelaki lain itu adalah perempuan hina. Biasanya perempuan seperti ini adalah yang pernah pacaran sebelum menikah. Ketika mendapatkan perlakuan buruk dari suaminya, ia membayangkan jika laki-laki lain akan lebih baik.

Ohhh… Belum tentu! Lanjut sang ustad.

Kamu ditempeleng suamimu, tapi kalau sama dia mungkin bukan cuma ditempeleng, tapi juga ditendang, dimaki, dan lain-lain.

Lalu, bagaimana jika sudah terlanjur mencintai lelaki lain? Pancing sang ustad kemudian.

Beliau melanjutkan, kalau sudah terlanjur, ingat kita punya iman. Anda, wahai kaum wanita, anda punya iman. Ingat, bahwa ini (mencintai laki-laki lain) tidak boleh. Jangan rendahkan diri anda di mata Allah. Perangi semua syahwat yang menggoda anda. Jika anda terus melawan godaan itu, anda tersiksa karenanya, sudah sekuat tenaga menghilangkan rasa cinta itu tapi juga masih tidak bisa hilang namun anda memendamnya hingga ajal menjemput anda, insyaallah anda mati syahid.

Saran saya, ketika godaan itu datang maka semakin dekatkanlah diri anda kepada suami. Bermanja-manjalah dengan suami. Sesungguhnya setan menggoda anda dengan yang haram, maka lawan itu dengan yang halal.

______________******__________________

Sharing ilmu ini saya rasa perlu di zaman yang sudah semakin gila ini. Semoga setan tidak pernah menang menjalankan tugasnya untuk menjerumuskan anak adam ke lembah kenistaan hingga bisa mengikuti jejak mereka ke pintu pintu neraka.

Sesungguhnya prestasi terbesar setan di mata iblis adalah ketika ia berhasil memisahkan istri dari suaminya.

Dari Jabir radhiallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air (laut) kemudian ia mengutus bala tentaranya. Maka yang paling dekat dengannya adalah yang paling besar fitnahnya. Datanglah salah seorang dari bala tentaranya dan berkata, “Aku telah melakukan begini dan begitu”. Iblis berkata, “Engkau sama sekali tidak melakukan sesuatupun”. Kemudian datang yang lain lagi dan berkata, “Aku tidak meninggalkannya (untuk digoda) hingga aku berhasil memisahkan antara dia dan istrinya. Maka Iblis pun mendekatinya dan berkata, “Sungguh hebat (setan) seperti engkau” (HR Muslim IV/2167 no 2813)

Share:

Saturday, October 19, 2019

Tak Ada Joker dalam Islam


Sudahkah anda menonton film joker? Saya sendiri belum pernah menonton filmnya. Itu karena menonton film di bioskop masih diharamkan oleh sebagian ulama karena terdapat ikhtilat di dalamnya. Saya memutuskan untuk tidak mendatangi bioskop seumur hidup saya. Lebih baik cari aman ketimbang harus menambah dosa kehidupan. Hehe. 

Kembali ke joker. Saya pertama kali mendengar film ini dari postingan seorang teman di facebook. Lalu karena penasaran, saya mencari trailernya di youtube. Alhamdulillah ketemu. Saya pun bisa sedikit memahami isi film tersebut. 

Setidaknya, dari trailer film joker, saya mengetahui bahwa sosok joker berawal dari seorang komedian dari kalangan masyarakat bawah yang terus menerus gagal meraih kesuksesan. Selain itu, pengaruh lingkungan yang menghina dan menyakiti si joker akhirnya mengubah ia menjadi sosok yang jahat. Jadilah ia si joker, musuh bebuyutan batman. 


Setelah film joker viral, muncullah quotes dari beberapa orang di media sosial. Quote yang paling terkenal mengatakan bahwa "Orang jahat lahir dari orang baik yang tersakiti". Secara latah quote ini banyak dibagikan. Kemudian banyak orang jadi memaklumi keadaan tersebut. Lalu, sebagai muslim, bagaimanakah kita harus menyikapinya? Mari kita belajar dari kisah-kisah para tokoh yang ada dalam Islam.

Pertama, kisah Rasulullah Muhammad shallallhu 'alaihi wasallam.  Beliau adalah manusia yang paling banyak disakiti oleh masyarakat di sekitarnya tatkala beliau mulai mengemban dakwah Islam. Jangankan kata-kata yang menyakitkan, bahkan serangan fisik pun sudah beliau terima. Padahal beliau berasal dari suku yang terhormat, memiliki kedudukan yang tinggi di kalangan masyarakat Arab, namun beliau tetap mendapatkan perlakuan buruk dari masyarakat. Lantas apakah beliau berubah menjadi seorang penjahat? Tentu tidak sama sekali.

Rasulullah mengajarkan kesabaran kepada kaum muslimin. Kesabaran karena landasan iman dan takwa kepada Allah subhanahu wa taala. Jadi apapun perlakuan buruk yang beliau terima takkan mengubah sosoknya menjadi orang jahat. 

Kedua, kisah nabi yusuf alaihissalam. Sejak kecil beliau sudah mendapatkan perlakuan buruk dari saudara-saudaranya. Bahkan beliau hampir kehilangan nyawanya. Lantas, apakah nabi yusuf berubah menjadi orang jahat karena pernah tersakiti? Tidak. Beliau justru bersabar dan memaafkan saudara-saudaranya.

Di dalam hidup ini kita mungkin akan sesekali mengalami kejadian-kejadian yang tidak menyenangkan bahkan menyakiti kita baik secara fisik maupun perasaan. Namun semua itu bukan alasan untuk mengubah pribadi kita menjadi orang jahat. Kita diperintahkan oleh Allah untuk bersabar terhadap hal-hal yang tidak kita sukai. Kita pun diminta untuk memaafkan kesalahan orang lain atas diri kita. Untuk itu, Allah subhanahu wa taala akan membalas kita dengan pahala yang melimpah.  Jadi takkan pernah ada Joker dalam Islam. 
Share:

Thursday, October 17, 2019

Lagi, Artis Korea Bunuh Diri




Siapa yang tak kenal dengan Korea Selatan sekarang ini. Beragam hiburan, mulai dari nyanyian, drama bahkan fashion kini kiblatnya ke korea Selatan. Saya dulu termasuk salah satu pecandu akut drama korea. Sehari tanpa drakor rasanya hidup begitu hampa. Alhamdulillah, sekarang saya sudah bertaubat 😊.

Apa yang begitu menarik dari hiburan korea? Pertama, tentu look dari aktris dan aktor mereka tentunya. Wajah yang terlihat perfect tentu sangat menjadi magnet terutama bagi kaum muda. Yang kedua, tentu dari alur drama percintaan yang disajikan. Kisah percintaan antara gadis biasa dan seorang lelaki kaya nan tampan menjadi sihir yang membutakan. Penonton drakor rela kehilangan berjam-jam waktunya hanya untuk menikmati kisah fiktif drama korea.

Kegemaran terhadap korea akhirnya menjadi sebuah euforia tersendiri. Akhirnya semua yang berbau korea akan diikuti. Termasuk gaya hidup, gaya berpakaian, gaya bicara dan gaya pacaran mereka. Norma-norma agama tak lagi diiindahkan. Yang penting diri bisa semirip mungkin dengan aktris atau aktor pujaan.

Tahukah anda, ternyata dibalik hiruk pikuk dunia hiburan korea Selatan, tersimpan sebuah sisi gelap yang amat menakutkan. Baru-baru ini publik digegerkan kembali dengan berita seorang artis cantik korsel yang bunuh diri akibat depresi. Penyebabnya ia sering dibully oleh netizen.

Kabarnya, sebelum bunuh diri itu dilakukan, si artis sudah sering keluar masuk rumah sakit karena penyakit mental yang dialaminya. Ia bahkan pernah meminta netizen untuk berhenti membullynya. Sampai akhirnya orang-orang terdekatnya pun meninggalkannya sehingga memperparah kondisi depresinya. Lalu pada 14 oktober kemarin ia ditemukan tewas bunuh diri. Kasihan sekali.

Ini bukanlah pertama kalinya ada kabar bunuh diri yang dilakukan aktris dari jagad hiburan korsel. Kasus bunuh diri sudah sering terjadi. Penyebabnya karena depresi. Baik karena tekanan kerja atau yang lainnya.

Kasus seperti ini harusnya menjadi pelajaran buat kita semua untuk tidak mengikuti apa yang datang dari hiburan korsel. Meskipun mereka begitu menarik hati, tapi sebenarnya apa yang mereka bawakan tidak sesuai dengan kehidupan kita sebagai muslim. Bahkan budaya mereka pun bertentangan dengan adat ketimuran kita.

Alangkah bijaknya jika kita memanfaatkan waktu kita untuk memperbaiki kualitas hidup kita dibanding menghabiskan berjam-jam waktu kita hanya untuk sebuah kebohongan belaka. Sesungguhnya, kita akan ditanya tentang waktu luang kita di akhirat kelak. 
Share:

Tuesday, September 17, 2019

Film The Santri



Baru-baru ini publik dibuat heboh dengan kemunculan sebuah film yang berjudul THE SANTRI. Saya termasuk salah satu yang cukup heboh. Saya pikir film ini akan bercerita tentang kehidupan santri yang sebenarnya sehingga bisa memotivasi para generasi muda untuk berlomba-lomba masuk ke pondok pesantren. Tapi, betapa kagetnya saya saat melihat trailer film ini di youtube.

Adegan demi adegan yang ditampilkan sukses membuat saya mengelus dada. Pertama, adegan membawakan tumpeng kepada jamaat agama lain. Entah apa maksudnya. Namun sependek pengetahuan saya, kita tidak boleh masuk ke tempat ibadah agama lain. Jangankan masuk, saat melihatnya saja, ada ulama yang sampai menyarankan untuk mengulang syahadat kita. Semua itu demi menjaga kemurniaan aqidah Islam yang kita miliki.

Kedua, sebuah adegan yang sontak membuat saya kaget adalah kedekatan seorang santri dan santriwati yang ada di film itu. Apakah mereka pacaran di film itu? saya juga tidak tau. Yang pastinya ada adegan saling lirik melirik dan berdua-duaan. Hal itu sangat bertentangan dengan ajaran islam yang melarang seorang wanita berdua-duaan dengan yang bukan mahromnya. Apalagi jika sampai pacaran. Karena pacaran itu adalah pintu yang lebar menuju zina. Sedang zina adalah sesuatu yang sangat tercela dan diharamkan. Jangankan zina, mendekatinya saja tidak boleh.

Lalu, saya sedikit merenung. Sebagai emak dengan amanah dua putri sholihah saya patut merasa was-was akan kehadiran tontonan yang seperti ini. Saya takut kemurnian anak-anak saya menjadi ternodai dengan pemahaman liberal yang jelas dipertontonkan pada film ini. 

Saya pun kemudian bertanya-tanya, kenapa film ini hadir sekarang? Mungkinkah ada kaitannya dengan menjamurnya anak-anak yang memilih pesantren sebagai tempat menimba ilmu. Orang-orang yang tidak bertanggung-jawab di balik film itu ingin merusak pola pikir anak-anak santri sehingga mereka pun akan terpapar oleh paham liberal dan tidak lagi menjadikan agama sebagai satu-satunya pegangan? Wallahu a'lam. Saya jadi ingat dengan dua keponakan saya dan satu cucu saya yang saat ini sedang nyantri. Semoga Allah menjaga dan melindungi mereka. Aamiin.

Melalui tulisan ini, saya ingin mengajak anda semua untuk memboikot film THE SANTRI. Sebuah film yang sama sekali tidak menggambarkan islam yang sesungguhnya. Justru film ini sangat menodai ajaran Islam. Semoga ke depannya film-film seperti ini tidak lagi ada. 
Share:

Wednesday, September 4, 2019

Alasan

Kenapa tiba-tiba pagi ini saya ingin membuat tulisan ini ya? Hmm.. mungkin saja ini yang dinamakan ilham (mas ilham jangan tersinggung ya, hehe). Semoga saja tulisan saya kali ini bisa menginspirasi diri saya sendiri sekaligus sebagai pengingat diri. Kalau pun bisa membawa manfaat buat pembaca blog ini, tentu saya lebih bersyukur lagi.

Alasan.

Kenapa dengan alasan? Mungkinkah ini berhubungan dengan pembicaraan di wa grup semalam tentang rasa malas. Mungkin saja. Akhirnya pembahasan itu saya bawa ke dalam mimpi dan menjadi inspirasi di pagi ini. Semua sudah masuk dalam rencana Allah. Karena tak ada satu pun yang luput dari kekuasaan Allah.

Kemarin di wa grup kepenulisan, kita para member lagi membahas rasa malas yang sering menghantui sehingga menyebabkan writing block. Tentu hal itu menjadi rintangan yang amat besar yang dihadapi hampir setiap penulis. Rasa malas adalah musuh terbesar. Karena itu sebagai solusinya seseorang memerlukan alasan.

Kenapa Alasan?

Alasan adalah hal yang paling penting dalam kehidupan ini. Sadarkah kita, kita ada sekarang ini juga karena ada alasan. Jika tidak, mungkin bukan kita yang diciptakan, tapi makhluk yang lain. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman "Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan untuk beribadah kepadaKu" Q.S. Ad-Dzariyat : 56.


Bukankah ini sebuah alasan?

Kita hidup saja karena sebuah alasan yakni untuk beribadah kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Apalagi dalam hal menjalani kehidupan ini, tentu kita butuh sesuatu hal yang bisa membuat kita bergairah menjalaninya. Hal itu adalah alasan.

Hidup ini kadang menjadi sangat membosankan. Mungkin karena rutinitas. Mungkin juga karena lelah. Sehingga kita sering sekali menjalaninya dengan begitu saja. Tanpa semangat. Sehingga waktu itu berlalu begitu saja.

Saya tidak sedang membicarakan apa yang ingin dicapai seseorang di masa yang akan datang. Bukan. Bukan itu. Tapi saya berbicara mengenai alasan sehingga kehidupan ini berjalan dengan lebih menggairahkan. Saya yakin setelah itu hasil yang memuaskan pun akan mengikuti. Karena proses menjalani kehidupan ini akan kita rasakan lama. Sehingga menjalani kehidupan dengan semangat setiap waktu tentu menjadi dambaan.

Saat sedang melemah, maka ingatlah alasan apa sehingga kita melakukan ini atau memilih jalan ini. Jika belum memiliki alasan, maka buatlah alasan itu sekarang juga. Cara lainnya adalah dengan mencari tahu alasan apa sebenarnya kita menjalani ini atau melakukan kegiatan ini.

Semoga saya dan anda semua bisa menjalani kehidupan yang menggairahkan setiap saat.

Remember what is your "Big Why" !
Share:

Followers

Total Pageviews