Manusia adalah makhluk sosial. Salah satu ciri makhluk sosial adalah saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Tanpa adanya interaksi dengan orang lain, manusia tidak akan mampu bertahan hidup. Oleh karena itu, setiap individu harus memperhatikan posisinya masing-masing di dalam interaksi ini.
Salah satu yang menjadi kebiasaan kita sehari-hari adalah bertamu ke rumah orang lain. Entah hal itu sering dilakukan, misalnya bertamu ke rumah tetangga karena ada keperluan, atau bertamu ke rumah kerabat dekat. Atau pun juga bertamu yang dilakukan dalam jangka waktu yang agak lama misalnya mengunjungi keluarga saat mudik lebaran atau bertamu ke rumah teman lama. Semua itu pasti akan kita jumpai dalam masa kehidupan kita.
Fakta yang terjadi selama ini adalah ketika bertamu ke rumah orang lain ada adab yang terlupakan. Alhasil, bertamu yang harusnya mendatangkan manfaat bagi yang berkunjung maupun yang dikunjungi justru yang terjadi malah mudhorot yang didapatkan. Salah satu kebiasaan buruk yang terjadi selama ini adalah bergosip tentang orang yang dikunjungi, baik mengenai rumah, keluarga, makanan, atau apapun yang mengenai si tuan rumah.
Mulai sekarang kita harus mengubah kebiasaan buruk bergosip usai bertamu. Ada dua adab utama yang perlu ditekankan kepada diri sendiri, juga perlu diajarkan kepada anak-anak sejak dini, mengenai bertamu ke rumah orang lain.
Pertama, masuk dalam keadaan buta. Maksudnya adalah ketika masuk ke dalam rumah orang lain maka tutuplah mata kita dari memperhatikan seisi rumah si tuannya. Sampaikanlah hajat bertamu seperlunya lalu segeralah pulang setelah hajat kita selesai. Dengan begitu, tak ada lagi celah yang akan dijadikan bahan untuk bergosip.
Kedua, Keluarlah dalam keadaan bisu. Layaknya orang yang bisu, kita menjadi orang yang tak mampu berbicara tentang apa-apa yang terjadi di rumah orang yang kita kunjungi. Apapun yang lolos dari pandangan kita di rumah orang lain tak boleh lolos dari lisan kita untuk menggosipkannya.
Ketika adab telah menghiasi setiap tingkah laku kita maka berkah akan hadir dalam setiap interaksi yang kita lakukan dengan orang lain. Marilah kita memulai dengan adab untuk setiap aktifitas yang kita lakukan.














