Belajar, berbagi dan bercerita tentang apa saja

Monday, June 24, 2019

Rahasia Luar Biasa dari Anjuran Menyambung Silaturahim

Silaturahim berasal dari bahasa arab yang terdiri dari dua kata yaitu shilah dan ar rahim. Shilah memiliki makna menyambung. Sedangkan ar rahim merujuk kepada rahim seorang wanita, yakni karib kerabat. Jadi silaturahim adalah menyambung hubungan dengan karib kerabat.

Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menyambung hubungan karib kerabat misalnya dengan saling mengunjungi satu sama lain, atau dengan saling berkirim hadiah, ucapan yang baik dan semisalnya. Di zaman ini bahkan lebih mudah lagi untuk menyambung tali silaturahim, misalnya dengan saling menghubungi lewat telpon atau terkoneksi di sosial media.

Silaturahim di dalam agama islam sangat dianjurkan. Seperti firman Allah dalam surah An-Nisa ayat 1 yang artinya : Hai sekalian manusia, bertakwalah kamu kepada Tuhan yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptkan istrinya, dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan namaNya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.

Mengapa silaturahim sangat dianjurkan? Karena ternyata terdapat manfaat yang luar biasa bagi kehidupan kita. Ada manfaat yang langsung bisa terindra dan ada pula manfaat yang baru akan kita rasakan setelah jangka yang panjang.

Inilah rahasia luar biasa dari anjuran menyambung silaturahim.

1. Menjadi sebab rezeki dan panjang umur

Sebagaimana dalam sebuah hadist Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahim" (Muttafaqun 'alaih)

2. Mendapatkan pahala yang besar

Dalam sebuah hadist Bukhori, dari ummul mukminin maimunah bahwasanya ia berkata :" Wahai Rasulullah, tahukah engkau bahwa aku telah memerdekakan budakku?. Nabi bertanya, apakah engkau telah melaksanakannya? Ia menjawab, ya. Nabi bersabda, seandainya engkau memberikan itu pada paman-pamanmu, maka itu lebih besar pahalanya.

Dari hadist tersebut kita mengetahui bahwa menyambung silaturahim lebih besar pahalanya dibandingkan dengan membebaskan seorang budak.

3. Jalan menuju Surga

Memutus silaturahim menjadi penyebab seseorang terhalang dari surga. Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidaklah masuk surga orang yang suka memutus (tali silaturahim)." Dengan demikian, maka menyambung silaturahim menjadi jalan untuk menuju surga.

Setelah mengetahui rahasia dari silaturahim ini maka sudah saatnya kita mulai membuat rencana untuk menyambung silaturahim dengan karib kerabat yang kita miliki. Mulailah dari kerabat yang paling dekat terlebih dahulu. Karena semakin dekat hubungan kekerabatan maka semakin besar pula pahala yang akan kita dapatkan. Manfaatkan semua fasilitas yang kita miliki termasuk kecanggihan teknologi untuk segera menyambung tali silaturahim. Semoga Allah merahmati kita semua.

Share:

Sunday, June 23, 2019

Sabarlah Menantinya Hijrah Wahai Para Istri



Hijrah dapat diartikan sebagai pindah. Pindah dari satu daerah ke daerah lain bisa dikatakan hijrah. Pindah dari keadaan yang buruk ke keadaan yang lebih baik pun bisa dikatakan sebagai hijrah. Sedangkan dalam sejarah Islam, hijrah adalah peristiwa perpindahan Rasulullah saw beserta sahabat-sahabatnya dari Mekkah menuju Madinah. Momen itu kemudian dijadikan sebagai penanggalan kaum muslimin. Penanggalan Hijriah.

Fonemana hijrah saat ini sangat terasa sekali. Kita lihat di berbagai media banyak sekali artis-artis yang kemudian memilih jalan hijrah. Saya sendiri pun merasakan aura hijrah begitu dekat di sekitarku. Banyak sekali teman-teman lama yang saat bertemu ternyata penampilannya sudah berubah, mereka pun alhamdulillah ternyata sudah mengikuti kajian.

Di dalam rumah sendiri, saya mulai mencium aroma hijrah dari paksu. Alhamdulillah sekarang dia sudah memiliki teman-teman mesjid yang setia. Berawal dari situ kini dia mulai aktif mengikuti kajian-kajian islam. Dia pun mulai memperbaiki bacaan al-Qur'annya dengan mempelajari makharijul huruf. Alhamdulillah. Tiba masanya bagi paksu untuk hijrah.

Perjalanan hijrah ini bukanlah sebuah proses yang singkat. Setelah hampir memasuki usia pernikahan 8 tahun barulah ada keinginannya untuk hijrah. Saya teringat masa dulu ketika hampir setiap hari saya mengajaknya ikut kajian tapi selalu enggan dihadirinya. Katanya dia tidak srek dengan harokah yang ku ikuti. Ketika saya memintanya mengikuti harokah lain yang ia sukai, ia pun masih enggan. Siapa yang menyangka, jalan hidayah itu justru datang dari harokah yang tidak pernah saya perhitungkan sebelumnya. Tapi apapun itu selama masih bermanhaj ahlussunnah wa jamaah saya pasti akan mendukung hijrahnya. 

Dari kisah ini ada sebuah pelajaran penting dari makna hijrah yang ingin saya bagi dengan anda semua. Mungkin saja kita memiliki kisah yang sama. Apalagi bagi seseorang yang telah mengikuti kajian sedangkan pasangannya belum, hal ini kadang menjadi kegelisahan tersendiri. 

Hal pertama yang harus kita pahami adalah bahwa pasangan kita adalah cerminan diri kita. Ketika kita baik , makaAllah tidak mungkin menjodohkan kita dengan seseorang yang buruk. Oleh karena itu sambil menunggu datangnya hidayah pada pasangan kita maka teruslah memperbaiki diri menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.

Kedua, jangan pernah putuskan doa. Sebagaimana kita ketahui, doa adalah senjata terkuat seorang muslim. Teruslah doakan pasangan kita agar mendapatkan hidayah. Karena sesungguhnya hidayah itu adalah hak milik Allah sepenuhnya. Allah lah yang Maha membolak-balikkan hati manusia. Sabarlah dalam doa karena Allah malu ketika ada hambaNya yang meminta sedang Dia tidak mengabulkannya.

Semoga kita semua mendapatkan kehidupan keluarga yang bahagia dunia akhirat dengan hijrahnya para qawwam. Aamiin.
Share:

Saturday, June 22, 2019

4 Manfaat Menulis di Blog yang Perlu Ibu Tahu



Menulis sudah terbukti memiliki banyak sekali manfaat. Entah ibu memiliki bakat dalam menulis atau tidak, tetap saja menulis harus ibu lakukan. Salah satu manfaat besar dari menulis adalah sebagai terapi diri. Ibu masih ingat? Saat masih sekolah dulu mungkin kebanyakan dari kita memiliki buku diary kemudian menuangkan segala perasaan kita pada buku tersebut. Setelah itu, perasaan kita menjadi sangat lega.

Menulis juga menjadi anjuran dari Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam. Di dalam sebuah hadist, beliau bersabda "Ikatlah ilmu dengan tulisan". Generasi islam sejak dahulu hingga sekarang, telah banyak sekali menghadirkan kitab-kitab yang dijadikan rujukan ilmu. Hal tersebut dimulai dari kegiatan menulis.

Setelah adanya perkembangan teknologi yang cukup pesat seperti saat ini, banyak sekali alternatif tempat menuangkan tulisan yang bisa ibu pilih, salah satunya adalah blog. Kenapa blog menjadi pilihan yang terbaik karena ibu bisa mendapatkan banyak manfaat plus bisa ibu dapatkan.

Berikut ini beberapa manfaat menulis di blog yang perlu ibu tahu.

1. Mengasah Kemampuan Menulis

Ada yang bilang kemampuan menulis adalah bakat. Tapi saya percaya tidak ada satu pun kemampuan di dunia ini yang tak bisa dipelajari. Menulis adalah salah satunya. Meskipun ibu berbakat namun tak pernah latihan maka bakat itu akan tenggelam. Sedangkan meskipun ibu tak memiliki bakat menulis namun sering latihan maka dengan sendirinya kemampuan menulis ibu akan terus mengalami perubahan menjadi lebih baik.

2. Berbagi Pengetahuan

Menulis di blog menjadi sarana untuk berbagi pengetahuan dengan orang lain. Kita tidak pernah tahu mungkin saja di luar sana ada yang sedang membutuhkan informasi yang sedang kita tulis. Oleh karena itu, ketika kita mulai menulis maka itu adalah awal untuk berbagi ilmu.

3. Membangun Jaringan

Melalui tulisan di blog ibu bisa membangun jaringan dengan orang lain. Misalnya ketika ibu menulis dengan tema keluarga, maka ibu akan mendapatkan pembaca yang juga tertarik dengan tema tersebut. Secara tidak langsung ibu telah membangun pertemanan dengan pembaca anda melalui informasi-informasi yang anda sajikan dalam tulisan anda.

4. Menghasilkan Uang Secara Online

Banyak cara untuk menghasilkan uang melalui internet. Salah satunya lewat blog. Bagaimana caranya menghasilkan uang lewat blog? Ibu bisa menjual produk melalui blog atau ibu bisa mendaftarkan blog ibu di google adsense. Sungguh sebuah cara mudah dan menyenangkan jika ibu sudah mencobanya.

Setelah Mengetahui manfaat menulis di blog, kini saatnya ibu mulai menulis di blog ya. Karena sebanyak apapun teori yang kita ketahui tanpa adanya aplikasi maka sama saja percuma. Keep Trying moms 😁😁


Share:

Thursday, June 20, 2019

3 Cara Menjadi Ibu yang Tetap Waras

Menjadi ibu adalah sebuah nikmat yang diberikan Allah subhanahu wa ta'ala. Di luar sana banyak sekali pasangan suami istri yang menginginkan hadirnya seoarang anak agar mereka bisa menjadi ayah dan ibu, namun belum Allah berikan kesempatan untuk itu. Oleh karena itu, nikmat itu harus selalu disyukuri ya bu.


Seiring berjalannya waktu, kenikamatan yang dinanti-nanti itu kemudian menjadi sebuah ujian. Karena ketika anak-anak mulai tumbuh dan berkembang, mereka menjadi sangat aktif dan kadang sedikit "merepotkan". Apalagi jika anak yang kita miliki lebih dari satu orang, maka kekacauan pun semakin terasa. Hal itu kadang membuat ibu menjadi stress dan akhirnya marah-marah. Bahkan kemarahan itu bisa sampai dilampiaskan kepada anak baik dalam bentuk omelan, bentakan hingga sampai pada kekerasan fisik. 

Lalu bagaimana caranya agar ibu bisa tetap waras menjalani keseharian dengan anak-anak? Berikut ini ada beberapa tips yang bisa ibu coba di rumah.

1. Perbaiki Niat


Segala sesuatu tergantung niat. Niat adalah bahan bakar penggerak aktifitas manusia. Untuk menjadi ibu yang tetap waras ibu harus memperbaiki niat. Ibu harus menyadari bahwa anak-anak adalah amanah dari Allah subhanahu wa ta'ala yang nanti akan dimintai pertanggung-jawaban.

2. Mengingat Masa Penantian Kehadiran si Buah Hati


Ketika dirasa suasana sudah semakin kacau dan ibu merasa kewarasan ibu sisa beberapa persen saja, hehe, cobalah mengingat masa-masa dimana ibu sangat menantikan kehadiran si buah hati. Ingatlah ketika dia menangis untuk pertama kali. Betapa bahagianya ibu saat itu. Semoga kebahagiaan saat itu bisa ibu hadirkan kembali sehingga ibu pun berbahagia melihat perkembangan anak-anak saat ini.

3. Me Time


Kewarasan yang semakin berkurang mungkin adalah tanda bahwa ibu perlu menepi sejenak. Mungkin inilah waktu yang tepat untuk me time. Ibu tidak harus berlama-lama dengan itu. Meneguk teh hangat ditemani biskuit cokelat di sudut ruangan mungkin akan memperbaiki mood ibu. Atau ibu bisa melakukan hobi ibu. Atau Ibu bisa menulis diary untuk meluapkan emosi ibu, hehe.

Itulah sedikit tips agar ibu tetap menjadi waras di rumah. Karena sesungguhnya rumah yang bahagia berasal dari ibu yang bahagia. Semoga ibu ibu semua tetap menjadi ibu yang terus berbahagia mendampingi buah hati di rumah. 

salam sayang.
Share:

Mencetak Generasi Unggul



Apakah inti dari sebuah keluarga? Kadang banyak diantara kita yang memutuskan menikah dan membangun keluarga namun tak memahami esensi keluarga. Padahal pemahaman awal adalah pondasi yang sangat penting untuk kesuksesan keluarga kita. Karena memiliki pemahaman akan membuat kita lebih kokoh dalam menghadapi cobaan yang akan menerpa.

Keluarga adalah unit terkecil dari sebuah masyarakat tempat mencetak generasi unggul yang akan menjadi khalifah di muka bumi. Jadi tujuan dari berkeluarga memang untuk menghasilkan generasi unggul. Seperti yang terjadi pada masa Rasulullah dan setelahnya. Dimana pada saat itu lahir generasi generasi yang luar biasa di usia yang sangat muda.

Kita tentu mengenal Usamah bin Zaid. Beliau telah menjadi pemimpin pasukan ketika berusia 18 tahun. Lalu ada Zaid bin Tsabit yang diusianya baru menginjak 13 tahun sudah mampu menguasai bahasa Suryani dalam waktu 17 malam kemudian menjadi penerjemah Rasulullah.

Kemudian siapa yang tidak mengenal Muhammad Al Fatih, sang penakluk konstantinopel. Beliau telah membuktikan bisharoh Rasullah di usia yang sangat muda yakni 22 tahun. Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda “Sesungguhnya akan dibuka kontantinopel, sebaik-baik pemimpin adalah yang memimpin saat itu, dan sebaik-baik pasukan adalah pasukan perang saat itu.”

Mari kita bandingkan generasi terdahulu dengan generasi yang sekarang. Anda jangan berpikir bahwa tidak adil membandingkan generasi dahulu yang dididik langsung oleh Rasulullah. Tentu sangat adil, karena Al-Qur’an yang dahulu masih sama dengan yang sekarang. Begitu pula dengan sunnah-sunnah Rasulullah masih utuh hingga sekarang.

Kita lihat, ketika generasi dulu di usia yang sangat muda sudah mencetak prestasi tetapi generasi kita di usia 18 tahun masih duduk di bangku SMA. Atau maksimal sudah masuk universitas semester awal. Kita belum jadi apa-apa. Bahkan memikirkan masa depan pun masih samar. Sebenarnya apa yang salah? Kita selama ini hanya mengikuti sistem pendidikan yang entah sumbernya dari mana, yang sudah terbukti gagalnya, tapi masih terus dipertahankan hingga kini. Padahal sistem pendidikan yang dibawa oleh Rasulullah adalah sistem yang simple, mudah diterapkan dan hasilnya sangat memuaskan.

Sebagai orang tua, mulai sekarang kita sudah harus memikirkan tentang pendidikan anak-anak kita. Tentu idaman setiap orang tua adalah menghasilkan anak-anak yang berkualitas. Karena itu kita harus kembali kepada tuntunan Rasulullah sembari berdoa kepada Allah subhanahu wa ta’ala agar diberi kemudahan pada setiap langkah pendidikan anak-anak kita.

Share:

Friday, January 25, 2019

Ikhlas Membaca

Malam ini suasana cukup hening. Ditambah diluar sana sedang hujan rintik-rintik. Suasana semakin hening saat kakak tidur lebih awal. Alhamdulillah tv bisa off juga malam ini.

Saya dan adik sedang menikmati minuman dingin bersama. Suasana sudah dingin kita malah menikmati minuman dingin. heheh. Abah sendiri sedang keluar untuk belanja seperti biasa. Saya lalu menangkap momen ini sebagai peluang untuk mengajak adik membaca.

"Dik, ayo membaca..!"

"heeh.." Sahutnya.

Saya lalu cepat-cepat mengambil buku di kamar. (Saya sudah seperti orang yang kejar setoran pokoknya, hahah)

Kami duduk melantai. Saya lalu membuka cerita nabi Muhammad SAW. Biarlah cerita ini dibaca berulang-ulang agar menghujam diingatan anak-anak.

Saat saya membaca sambil mendayu-dayu, adik terdengar mengikuti akhir kalimat saya dengan mendayu juga. Alhamdulillah, kita menghabiskan sekitar sepuluh menitan membaca tanpa gangguan. Tentu ini sudah melewati batas konsentrasi adik. Namun adik tetap menikmati bacaan kami. Semoga saja adik ikhlas menjadikan kegiatan membaca menjadi kegiatan rutinnya hingga kapanpun.

Semoga adik memcintai buku, mencintai ilmu dan gemar membaca. aamiin.

#Day16
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KelasBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst
Share:

Thursday, January 24, 2019

Cerita Singkat Malam Ini

Saya aslinya sudah sangat mengantuk saat menulis cerita ini. Namun sayang sekali jika kisah malam ini dilewatkan. Saya hanya akan menuliskan inti cerita malam ini tentang perjalanan menumbuhkan kecintaan membaca anak-anak dan suamiku.

Saat saya sudah selesai shalat isya tadi, kakak memintaku membacakannya Al-Qur'an. Dia bilang "Mak baca mi ki Al-Qur'an, saya pi dengar i". Lalu setelah itu dia duduk manis di dekatku sambil mendengarkan bacaanku. Adik sendiri memilih mendengarkan sambil memainkan lipstikku di wajahnya dan di dinding kamar kami.

Setelah selesai membaca Al-Qur'an, saya langsung mengambil buku Hafiz dan Hafizah lalu mengambil posisi tengkurap di dipan. Saya kemudian membaca dengan suara keras. Kakak dan adik kompak mendekatiku dan mendengarkan saya membacakan kisah teladan Nabi Muhammad SAW yaitu kelembutan hati.

Kami membaca hingga mereka bosan dan meminta saya berhenti. Saya menutup buku Hafiz Hafizah lalu bernyanyi-nyanyi kecil. Adik mengikuti dengan bunyi hmm hmm hmm..Aku melirik ke samping ku lihat kakak asyik membuka lembar demi lembar buku bacaan kami tadi. Aku bersyukur dalam hati. Selangkah kedepan batinku. Kakak mulai akrab dengan buku.

Abah bagaimana? Malam ini abah tidak masuk dalam cerita karena dia sedang keluar belanja untuk keperluan bikin jalangkote malam nanti. heheh.

#Day15
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KelasBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst
Share:

Followers

Total Pageviews